Ditolak masuk Shenzen..

Hari ini kami bangun pagi sekali. Karena harus menaiki MTR pagi ke perbatasan Hongkong-Shenzen. Semua sudah siap. Semua penuh rasa syukur.

– Syukur ya ini hr Minggu, jd stasiun ga penuh
– Syukur ya dpt duduk di MTR, bayangin kl hari kerja kayak apa
– Syukur ya cepet dapet keretanya
Dan syukur-syukur lainnya..Yang berubah ketika kami sampai di LoWu (stasiun perbatasan).
Kekesalan pertama, kami mencoba menanyakan visa on arrival yang kami inginkan di suatu kaunter dengan tulisan “China Immigration Services”.
Saya: Hi, I wanna ask bout Visa on Arrival, where can we get it? *senyum manis*
Petugas: NO!!! NO VISA!!! *tangan melambai dengan kasar, tanpa senyum*
WHAAAATTTTT???!!!
Ada satu kaunter lagi yang hampir sama tapi semua tulisan dalam bahasa Mandarin. Mencoba peruntungan, saya datang lg.
Saya: Hi, I wanna ask bout making Visa on Arrival..? *membelalakkan mata dengan polos, senyum
Petugas: NO ENGLISH!!
WHAT THEEEE?????
Akhirnya kami nekat, masuk dalam barisan. Kesalahan kami adalah, kami tdk berada di barisan yang sama. Tiga dari kami di barisan kanan, 2 di barisan kiri. Saya di barisan kiri.
Teman pertama di sebelah kanan masuk.
Teman kedua di sebelah kanan masuk.
Teman ketiga di sebelah kanan masuk.
Teman di depan saya (baris kiri), memberikan paspornya. Dibolak-balik berkali-kali sama petugas imigrasinya. Saya tahu, pasti ada yang tidak beres. 
Petugas pada teman saya: VISA?
Teman saya: What?
Petugas: Visa? Where’s Visa?
Teman saya: I wanna buy it, the visa on arrival.
Petugas: NO!! NO VISA!! *lalu memanggil temannya yang sepertinya jabatannya lebih tinggi dari dia. Temannya itu meminggirkan teman saya. Tiba giliran saya.
Memberikan paspor dengan sopan. Paspor dilihat sekilas. Berwarna hijau, berarti dari Indonesia, sama dengan teman saya.
Petugas ke saya: YOU WITH HIM??? (yak teman saya perempuan dia pake HIM lho..)
Saya: Yea.
Petugas: *Melempar paspor saya dengan kasar dan berkata GO!! GO!!!
SETAAAAAAANNNNN!! Ga pernah saya diperlakukan spt itu. HAISSSS..Sabar Bulan, sabar..
Saya bergabung dengan teman petugas imigrasi yg sedang bersama teman saya. Pertanyaan pertama dari dia: “You can speak English?” Tadinya mau saya jawab “Owh, better than you for sure.” Tp urung, ntar malah bikin ribut. Hehehe.
Dia menjelaskan dengan bahasa Inggris yang patah-patah. Yang membuat saya tidak betah mendengarnya dan memilih mengiyakan saja apa kata dia. Hehehe. Intinya, sedang ada games di Cina. Entah apalah namanya, olympic atau apa lah. Dan selama games itu berlangsung, VoA tdk diberlakukan. Begituuuuuuu.. *Saya pribadi si ga gt sedih2 amat ngga ke Shenzen..Hehehe..*
Nah masalahnya sekarang adalaaaah….tiga teman kami sudah lolos dan dicap. Sedangkan kami berdua di luar, ga lolos. Ya gimana mau lolos, diliat paspornya juga enggak. *keluh*
Jd kondisinya lucu, 3 teman kami di belakang loket. Kami berdua di luar. Nah kami teriak-teriakan dan baca bahasa bibir deh tu untuk memberitahu apa yang terjadi. Hahaha. Saya dan teman saya yang ngga lolos si legawa bilang “Yaudah, kalian ke Shenzen aja, kita ke Macau langsung.” Tapi ternyata teman-teman saya yang di dalam penganut once a five, should always remain a five. Hahaha. Jadilah kami menunggu di luar tanpa kejelasan berarti dan tiga teman kami di dalam sibuk mengurus pengeluaran mereka. Hehehe.
Tidak berapa lama akhirnya kami bersama kembali. Makan. Lalu duduk sebentar untuk memikirkan bagaimana kelanjutannya. Akhirnya diputuskan utk lgsg ke Macau. Nah di Macau kami blm punya penginapan, jadilah kami sibuk telepon penginapan dari buku panduan yang dibawa. Menelepon sebentar dan diberitahu masih ada kamar dan akan disimpankan asalkan kami sampai di Macau secepatnya. Huaaaaaa. Langsung beli tiket lagi untuk pulang dan menuju terminal ferry, segera ke Macau. 
Saya sih…Sudah pasti senang..Hihihihi..Macau adalah tujuan terakhir kami dan dari bayangan yang saya dapat dari buku panduan, sepertinya akan menjadi tempat yang membuat saya betah. 🙂
Jadi, bye bye Shenzen, you know I hate you. Kalau saya punya uang lagi dan sudah mengurus Visa dan bisa masuk sana, ingin rasanya saya menunjukkan paspor hijau saya depan muka si petugas imigrasi yang kemarin membantingnya. “HERE!!! I GET IN YOU RUDE WORTHLESS OFFICER!!!” Hehehehe.


Senyum dulu ah..
Advertisements