Menyeruak!!

Cus I’m going to fly..Fly high..Fly like a butterfly..
When people say I can’t..I just smile..
Cus I will fly..Fly high..Fly like a butterfly..
To make them understand..That I can fly..
Fly like a butterfly..
————————————————————————————————————————————
Bukan, kutipan di atas bukan lagu..Itu hanya sejumput bait yang tb2 tertuang saat saya memulai post ini. Hahaha. I know. Ga penting. Kalau di twitter, #abaikan. Hehehe.

Ini tentang apa yang saya alami Senin malam lalu. Saya menyeruak. Yap, akhirnya saya berani keluar dr cangkang saya. Hehehe. Mengesampingkan sikap saya yang haha hehe haha hehe, banyak yg tdk mengetahui tingkat insekuritas saya tinggi. Saya orang yang susah dekat dengan org lain. Saya org yang susah memulai suatu obrolan dengan orang yang benar2 asing. Dan saya org yang tidak percaya diri utk melangkah. Dalam hal apapun. Takut mencari kerjaan baru karena saya berpikir saya tdk kompeten. Takut datang ke suatu acara karena saya merasa saya ga cocok berada di acara itu. Takut semuanya. Tapi saat saya sudah merasa nyaman dengan lingkungan yang baru itu, barulah saya bisa tertawa dan pada akhirnya merasa nyaman.

Keadaan ini, saya tahu, sering menghambat saya. Beberapa undangan acara fashion show tdk jd saya sambangi karena disaat terakhir tb2 saya sakit perut, berpikir bahwa semua yang dtg pasti fashionista, sosialita, cantik2, cakep2, anak gaul, sedangkan saya tdk melihat diri saya sebanding pun dengan mereka. Saya berpikir, mereka pasti tipe orang yang bs membeli banyak barang2 bagus dengan merk ternama sedangkan saya cukup puas kalau bs membeli barang murah di Mangga Dua (hihihi). Jadi ya, saya memutuskan (disaat terakhir) utk tdk jd dtg ke acara fashion show itu. Ini salah. Saya sudah menggeneralisasi mereka dalam paradigma saya dan saya sudah mengasihani diri saya sendiri. Ini salah. Saya tahu. Dan saya mau berubah (seengganya saya mencoba..hehehehe)
Senin lalu saya mendapat undangan fashion show lagi. Jika sebelum2nya saya hanya mendapat VIP, kali ini saya mendapat VVIP. Dan saya diyakinkan seseorang utk datang. Dan stres itu mulai lagi menerpa saya.
Sang pengundang mengenalkan saya pada bbrp temannya, semua mengatakan saya HARUS datang. Mereka jg akan ada di sana. Saya sedikit tenang. Seengganya ada bbrp orang yang akan saya kenal berada di sana.
Saya bertanya soal dresscode, djawab tidak ada. Hanya dibilang “Kamu pake baju batik aja ya, kayak tadi. U look lovely. Etnic lovely.” Hmm..Satu sisi saya mengatakan, tdk mungkin acara sebesar itu tanpa dresscode, tp yasudahlah, kalau dbilang pake batik saja tak apa, maka saya akan pake batik saja. Sedikit ketenangan lagi.
Seberat apa proses ini bagi saya? BERAT!! Saya bs tertidur memikirkan saya hrs memakai baju apa dan bagaimana saya hrs bersikap. Saya rasa saya sudah over paranoid tentang ini, maka saya mulai melakukan sesuatu. Beruntunglah mama dan abang saya sangat mendukung dan membantu. Mama mengijinkan saya memakai supirnya utk mengantar ke tempat acara. Sedikit merasa bersalah karena mama jd hrs pulang terburu-buru, tapi untung mama tdk membuat saya terus2an merasa bersalah. Kalau beliau melakukannya, beliau tahu saya pasti nangis sepanjang jalan. (Ya, saya super sensitif jika saya merasa sudah menyusahkan org lain. :() Dan abang saya langsung mengiyakan saat saya meminta tolong membawakan spatuw ke apartemen (pd akhirnya, supir mama yang mengambilnya, tp konfirmasi yang dilakukan abang saya saja sudah sangat membantu saya).
Bang, tolong nanti ak jangan dtinggal ya. Ak agak susah berbaur. Dan ak mudah stres kl ak berada di tempat yang ak blm nyaman. Tolong nanti ak jangan dtinggal ya.
BBM singkat pada sang pengundang. Saya berpikir, bertindak jujur adalah yang terbaik. Daripada saya stres sendiri nanti di sana.
Nanti kan ak di backstage, tapi ak akan minta temenku nemenin kamu. Tenang aja. Ok!
Dan di sana lah saya. Di dalam mobil mama. Ditemani Pak Totok dan kemacetan Jakarta. Tangan saya panas dingin. Stres. Sang pengundang bbm saya, menanyakan saya dimana. Saya takut telat (yak, menulis post ini, saya baru sadar, saya ketakutan akan banyak hal ya?!). Beruntunglah Pak Totok jg mengerti saya, mengiyakan permintaan saya utk keluar dr toll dan lewat jalan biasa. Lebih cepat. Dan saya bs tiba tepat pada waktunya.
Ak udah di dalam, kamu nanti tlp Yogi aja ya. Dia akan temenin kamu. Ini nomernya…..
BBM lagi dr sang pengundang. Saya langsung menelpon Yogi. Ah, nada yang ramah membuat saya merasa semakin tenang. Saya mencoba berjalan dengan penuh percaya diri melewati lobi hotel besar itu. Sampailah saya. Yogi mengenalkan teman2nya yg lain. Ah saya tenang skrg. Sang pengundang menelpon menanyakan saya dmn. Ia datang, mengenalkan saya ke beberapa temannya yg lain lagi. Lalu mengalungkan saya kalung etnik yang td dpakainya. Ah, ternyata hangat. Saya sudah ketakutan semua pembicaraan akan menjadi sgt dingin. Ternyata tidak.
Saya masuk. Cindy menemani saya. Sepanjang acara, sang pengundang BBM saya, bercerita ttg spatuw, baju, dan lain2 yg sedang dipamerkan. Merasa senang. Ternyata keberadaan saya diperhitungkan. Padahal saya tahu ia sedang sibuk sekali di belakang panggung. Lalu….
Defrico Audy. Neo Tribal. Shoes by Rembulan Indira…..
Pettt!! Suara lain tb2 teredam. Saya terharu. Spatuw produksi saya akan tampil. Perasaan yang menggugah secara aneh. Menggelitik. Belum pernah saya rasakan sebelumnya. Kupu2 beterbangan.
Selesai acara, saya langsung mencari sang pengundang. Memeluknya. Huaaaa. Senangnya. Perasaan yang aneh menjalar. Bangga pada diri saya sendiri. Bangga pada usaha saya. Bangga saja lah intinya. Saya berhasil mengalahkan ketakutan. Ketakutan yang saya ciptakan sendiri. Di tengah keparanoidan hidup saya. Saya berhasil mengambil satu langkah maju. Untuk bs menikmati hidup saya. Bisa melihat hasil kerja saya dipamerkan. Bisa mengatakan pada diri saya sendiri, bahwa saya layak mendapat perasaan membuncah ini. Indah.
Memang saya harus terus belajar. Untuk mencintai diri saya sendiri. Karena banyak org mengatakan, saya memang pantas dicintai. 🙂 Amin.
Senyum dulu ah.. 🙂
Tutu bought in Thailand..Shoes, of course, Indira Soetrisno.. 🙂
Me with Cindy..
Moi, Yogi, Cindy..

————————————————————————————————————————————
Big thanks to:
1. Tuhan…..Makasi ya Han, membiarkan ak terus belajar.. 🙂
2. Bapak dan Mama..Tdk kurang2 berkah Tuhan tersalurkan lwt bapak dan mama..
3. Kak Arie..Apa si yg ga loe lakuin buat gw kak.. 🙂 Makasi ya..
4. Bang Wewe..Sang pengundang..Terimakasih sudah menjadi kamu.. 🙂
5. Mas Audy..Makasi kepercayaannya mas..
6. Yogi dan Cindy..Makasi udah jd teman yang sangat menyenangkan..
7. Pak Totok: Makasi uda mau nungguin saya sampai malam ya pak..
8. Twitter: Oh, u just don’t know how helpful you are to my life.. 🙂
Advertisements