Catatan Akhir dari Lombok..

Enam Belas Januari..Hari terakhir liburan saya..Selamat Tinggal Cinta.. 😦

Hari terakhir liburan itu , secara mental, adalah yang paling berat buat saya. Selalu seperti itu. Kali ini, karena saya berlibur bersama teman2 terdekat saya, perasaan ditarik jantungnya itu tidak terlalu mengganggu. TIDAK TERLALU, bukan berarti TIDAK SAMA SEKALI.. 😦

Pesawat kami akan lepas landas pukul empat sore. Kami masih punya waktu berjalan2 setengah hari. Kami sudah janjian dengan Pak Salim untuk mulai jalan pukul sembilan pagi. Dan kami tepat waktu. Huhuy. Pak Salim sudah menunggu di dekat supermarket kemarin, saya menelpon dan Pak Salim pun dtg menjemput ke penginapan. Loh loh, kok ada laki2 lain di kursi depan? Daripada bete, mending saya tanya “Itu siapa ya pak di kursi depan?” Dijawabnya, “Anak saya non, lagi libur, boleh ikut non?” Ooooh, anaknyaaaa. Itu si boleh. Kirain siapa.

Jadi tim kami bertambah dengan Heru. Yang selalu kami goda dengan memanggilnya Ruru. Hahaha. Setiap kali kami berhenti, Pak Salim teriak ke Ruru, “Itu cepat buka pintunya, lekas lah, kamu itu lelet sekali..Cepat buka pintu utk non artisnya..” dan kami semua ngakak. Onya sampai tersapusapu. Hihi. Ruru kayak lagi diorientasi. Untung Rurunya jg cengengesan aja, jadi suasana malah jd penuh canda.

Pemberhentian pertama adalah Taman Narmada. Ini adalah taman yang dibangun Raja Karangasem untuk beristirahat selama musim panas. Udaranya memang cukup dingin di sini, sejuk. 🙂 Di taman ini, raja biasa duduk di teras atas dan memandang selir2nya mandi di kolam bawah. Lalu raja tinggal menunjuk selir mana yang akan menemaninya malam itu. Ahoy. Kamar cinta raja ada di sebelah kiri dan kanan teras atas tadi. Melihat pintu ke kamar cinta raja ini kok saya tiba2 jd mellow. Hahaha. Aneh.

bukan bukan..saya bukan selir raja.. :p
pemandangan yg dimiliki raja.para selir mandi di kolam itu.
pintu romansa…aih mateeee..

Taman ini ciamik deh. Bersih, udaranya segar, dan tidak terlalu penuh. *okay, kalimat terakhir abaikan saja, karena sekeluarnya kami dari Taman Narmada, banyak anak sekolah mengantri di depan untuk masuk. Jadi memang waktu berkunjung kami saja yang bagus. Hehehe*

Di taman ini juga saya, untuk pertama kalinya, mencoba flying fox dengan posisi spider. Kalau flying fox dengan posisi duduk, saya sudah sering, saya banci flying fox. Hehehe. Onya juga bergabung dengan saya. Ini kali pertama Onya mencoba flying fox, jadi Onya akan meluncur dengan posisi duduk. 🙂 Apakah enak spider flyingnya? ENAK!!! Sayang lajur kurang panjang. Hahaha. Baru saya teriak “Woohoooo…Aaaaaa” eh lho kok tau2 uda sampe..Hahaha..

Selesai dari Taman Narmada, Tamie mengajak ke Pura Suranadi. Kami sempat takut tidak sempat dan nanti terburu2 ke bandara, tapi Pak Salim menenangkan dengan berkata Pura Suranadinya dekat dan tdk akan terlambat ke bandara. Ya maklum lah ya Pak, di Jakarta, kalau mau ke bandara hrs persiapan perjalanan tiga jam. Saat saya tanya ke tuak (abang) yang menjaga Pura Suranadi, dia berkata “..only fifteen minutes mbak..here to Selaparang..” Laaaaah, deket yaaaa.. Hihihihi.

Suranadi sendiri adalah sebuah pura di tengah hutan. Di belakang pura itu, banyak monyet bergelantungan dan loncat kesana kemari, hebatnya, mereka sama sekali tidak mengganggu para pendoa. Hebat ya. Kok bisa tau gt..Hehehe.

Selepas Pura Suranadi, waktu sudah agak siang. Kami pun memutuskan untuk makan siang dl sblm ke bandara. Kembali lagi kami ke Resto Dua Em dan makan ayam pelecingan lagi. Hahaha. Dengan jujur saya katakan, siang itu, saya makan dua porsi ayam pelecingan. Hahaha. Tidak apa kata teman2 saya, daripada nanti sampe Jakarta saya kepikiran. Hehehe. *cari pembelaan*

Akhirnya sampai juga kami di Selaparang. Bandar udaranya Lombok. Sekembali dr membayar pajak bandara, Silka tersenyum dan berkata “Gw suka deh liburan ini..Gw suka deh Lombok..Orang2nya ramah..” Kami tanya kenapa kok bs blg begitu? Ternyata saat ia membayar pajak tadi, bapak penjaga loketnya menyapa dengan ramah dan menanyakan bagaimana liburannya. Whuaaaa..Baiknyaaa.. Satu lagi keramahan Indonesia yang masih ada. 🙂

Pesawat datang. Kami bersiap. Ketika sudah duduk, di dalam pesawat saya bersyukur dan berdoa.

Tuhan, terimakasih ya. Sudah diberikan kesempatan sekali lagi menikmati berkat ciptaanMu. Lombok indaaah sekali, Tuhan. Terimakasih ya. 🙂

Senyum dulu ah.. 🙂

Advertisements