Menangis..Bahagia..

Apa sih yang bisa membuat hidup lebih berbahagia? Lebih berharga?

Bagi saya, penghargaan dari orangtua. Khususnya mama. Itu yang dapat membahagiakan saya. 🙂

Oho, jangan salah sangka, orangtua saya adalah orangtua yang demokratis dan tidak pelit pujian. Jadi mereka cukup sering memuji saya, saya tidak sampai haus pujian, namun penghargaan akan mereka lontarkan dengan tulus jika memang hasil karya atau apa yang saya lakukan layak mendapat pernghargaan. Hehehe. Jadi penghargaan itu spesial sifatnya. 🙂

Sejak saya membangun bisnis sepatu saya empat tahun lalu, saya belum pernah membuatkan mama saya sepasang sepatu pun. Padahal mama sudah pernah bbrp kali meminta. Huhu. *jedotinpala* Untuk abang saya pun baru ulangtahunnya kemarin saya membuatkan sepatu untuknya. Melihat wajahnya yang berbinar dan berkata “Whaaaa..bagus banget deeek..” rasanya luar biasa. Dan rasa luar biasa itu kembali saya dapatkan hari ini, sore ini, kali ini dari Bu Jendral, panggilan saya dan abang untuk mama. Hihihi.

Beberapa waktu yang lalu, seperti biasa, saya obrak-abrik lemari mama di rumah abang saya. Hehehe. Di dalamnya tersimpan harta karun kain-kain tradisional Indonesia. Semuanya didapatkan mama secara gratis saat mama bertugas disana-sini. *kalo saya tugas kok gada yg ngasih kain ya?? eeeeh, tugas apaaaa Bulaaan???* dan JRENG saya ambil saja beberapa kainnya. Itu kain sudah lama berada di dalam lemari itu dan mama pun bingung mau diapakan. Jd lebih baik saya ambil dan karyakan donk. *cari pembelaan*

Dari sekian banyak kain, satu kain yang langsung saya ambil dengan penuh sukacita. Kain batik Papua. Hehehe. Baru kali ini saya melihatnya dan terpana. Oh ada batik dari Papua tho..Bagus lagi.. Hehehe. Dua minggu batik itu bertahan di si Obil, lalu saya memutuskan untuk mengkaryakannya menjadiiiiiiiiiiiii TAS..Hehehe. *jadi spoiler deh*

Saya memang sedang ada proyek baru. Memproduksi tas dengan bermacam kain dari seluruh Indonesia. Proyek ini belum selesai maka saya belum woro-woro. Tapi karena ini pantas diungkapkan, maka marilah saya ungkapkan saja. Hahaha. *kembali plinplan*

Nah saat saya mengirimkan foto (okay, Silka protes karena saya menggunakan V utk kata FOTO, jadi mari memakai F saja..) hasil tasnya, saya deg-degan setengah mati menunggu respon mama. Saya kirim jam5, br dibalas menjelang jam8. Hahaha. Tapi saya langsung menangis bahagia karena mama langsung bilang bagus dan minta dibuatkan. Dan memberikan ijin saya memakai kain-kainnya yang lain untuk juga dibuatkan tas. Whaaaaa.. Bahagia rasanya. Bisa membanggakan mama. 🙂

Dan malam ini pun menjadi indah. Mengetahui bahwa ada seseorang yang bangga terhadap hasil karya saya. Bangga akan apa yang saya usahakan. Bangga akan apa yang saya lakukan. 🙂

Tangisan itu tangisan bahagia. Dan senyum yang masih tersungging pun senyum bahagia. 🙂
Ternyata bangga dan bahagia rasanya bisa membanggakan dan membahagiakan orang lain. 🙂

Senyum dulu ah..

Advertisements