Dufan.. Do FUN?!

Kemarin saya ke Dufan. Setelah sekian lama tak menyentuhnya. Padahal skrg deket dari rumah si Dufan itu. Hihi. Acara ke Dufan ini terhitung acara “loncat-langsung-jalan”, saya, Imel, dan Manov (temannya Imel yang kenalan via Twitter) janjian *lewat Twitter juga* dan akhirnya memutuskan untuk menggolkan rencana ini. Padahal, saya dan Imel sudah berteman cukup lama dan susah sekali mencari waktu bertemu dengan perempuan sebok ini, lha kok ini rencana cengengesan malah jadi. Hehehe.

Saya dan Imel sudah bertemu sekitar pukul setengah sebelas. Manov akan telat karena harus membujuk mamanya yang berdrama sedih dulu di rumah. Hihihi. Jadi saya dan Imel masuk duluan.

Eh Dufan sekarang sudah pake kartu lhoooo. Hihihi. Terakhir saya ke Dufan, Dufan masih menerapkan karcis cetak. Sekarang pake kartu, seperti kartu masuk Transjakarta itu. Kartu tinggal dimasukkan ke mesin lalu kami dicap lalu masuk deh. Harganya, kalau hari biasa 120rb, kalau Sabtu-Minggu 150rb. ­čÖé

pic taken from http://www.medyana.blogspot.com

┬áSetelah masuk, kami disambut beberapa badut karakter Dufan. Saya memilih berfoto bersama Kabul, si Kodok Gembul. Dan Imel memilih berfoto bersama si Garin – Garuda Indonesia. Sayangnya, karena saya agak dodol memakai kamera saku yang dibawa, ternyata pengaturannya salah. Yang diproduksi saat itu video, dan bukan foto. Hihi. Pantes ga bs diliat. *getokpalabulan* Tapi saat di dalam, kami menemukan satu lagi karakter Dufan yang membuat kami tertawa. Karakternya Dufan perempuan, namanya Dufi. Orang di balik kostum Dufi ini sangat menghayati perannya. Dufi digambarkan sebagai karakter yang centil. Dan ia berhasil memainkannya dengan baik. Gaya jalannya mencong2 centil, gayanya ketika difoto pun centil2 ceria, dan jika berfoto dengan laki-laki, ia akan memegang erat tangan laki2 itu dengan centilnya. Hihihi.

saya dan Dufi..Si centil yang lucu..
Lihat tangannya Dufi ..Hihihi..

Ketika masuk, kami mulai bermain bumper car. Saya sudah wanti2 ke Imel bahwa saya adalah pemain yang suka cari aman. Maka saya jarang mau menabrakkan mobil saya. Saya akan memilih jalan yang lurus, yang Engkau ridhoi. Hihihi. Bukan-bukan, maksudnya, saya akan memilih jalan yang kosong yang minim tabrakan. Imel berkata “Ah Bubuy ga asik..” Hihihi. Saya cengengesan aja. Tibalah waktunya kami masuk dan menaiki mobil kami. Ngeeeeng…Ngeeeeng..IMEEEELLLLL..BRAK!! Saya menabrakkan mobil saya ke mobil Imel. Loh kok rasanya enak ya. Saat tabrakan terjadi, seperti ada yang lepas dr kepala saya, DASSSS, lega dan sehabis itu tertawa-tawa. Waduh, ini menyenangkan ternyata. BRAK!! BRAK!! BRAK!! BRAK!! Saya sibuk menabrakkan mobil saya ke mobil2 pemain lain. Setelah itu cengengesan lebar. Hahaha.

Selesai main bumper car, kami beranjak menonton 3D The Journey to The Center of The Earth. Ini kali pertama saya masuk wahana ini. Lucu juga, walaupun pendek sekali durasinya, seharusnya lebih lamaaaaa. (smua org jg ngarep gitu kali..kasian yang ngantri di luar..hihihi).

Sehabis nonton 3D, kami naik Halilintar. Masih santai. Saya ingat wahana ini pernah berkali-kali saya naikki saat saya ke Dufan bersama teman2 kuliah. Selesai naik, antri lagi, naik..Selesai, antri lagi, naik lagi..Selesai, antri lagi, naik lagi. Hahaha. Tapi kali ini engga lah. Cukup satu kali saja. Dan walaupun saya sempat membuka mata saya beberapa kali, most of the time saya tutup mata. Hahaha. Imel menantang saya untuk mengangkat tangan. Saya sih mau-mau aja kalau naik Alap2 (rollercoaster yang utk anak2), saya berani deh angkat tangan. Hihihi.

Halilintar selesai, kami berjalan gontai sambil menunggu Manov. Melihat ke kanan, akhirnya kami naik Ombang-Ombang. Wahana seperti ombak banyu yang ada di pasar malam (yayaya, level saya memang bukan Dufan. level saya Pasar Malam..Hihihi). Oh well, back to wahana, wahana ini sebenernya biasa saja. Hanya, durasinya lamaaaaa sekali. Hahaha. Menahan badan karena miring kanan lalu diombang-ambing naik turun maju dan mundur is definitely not a good idea. Di wahana saya masih tertawa-tawa sama Imel, sementara lelaki di belakang mengaku ke pacarnya bahwa ia pusing dan ingin muntah. (???) Tapi selesai dari wahana ini, jalan saya limbung dan perut bergejolak. Akhirnya kami duduk dulu sebentar menunggu Manov yang sudah sampai, lalu makan dulu.

Setelah makan, kami berbalik menuju Halilintar (lagi), kali ini Manov dan Imel saja yang naik. Saya memilih untuk menunggu di bawah saja. Membetulkan perasaan perut yang bergejolak. Imel dan Manov selesai, kami berjalan lagi. Kali ini, Kora-Kora. Manov dan Imel pasti mau duduk di barisan paling belakang. Saya sih maunya di tengah (biar ga terlalu terasa..hahaha), tapi apa daya, dua lawan satu. Kikiki. Saat tiba giliran kami,  deretan kursi belakang sudah terisi (YES!!!) jadi kami duduk kedua dr belakang. Dan 80% waktu, saya menutup mata dan memeluk lengan Manov. Hahaha. Kora-kora kami diayun tinggi sehingga saat di atas dan mau dilepas ke bawah, saya merasakan bokong saya mengangkat dan saya setengah berdiri. Huaaaaa. Takuuuuut. Yayaya, saya memang penakut untuk urusan mesin yang dibuat dan dikendalikan manusia. Hadeeh.

oh, i wore my batik shoendals btw.. ­čÖé

Kora-Kora selesai, saya membujuk mereka untuk keeeee Istana Boneka. Kekeke. Untung mereka mau. Masuklah kami ke Istana Boneka. Hehehe. Bersantai. Melihat keadaan boneka-boneka yang sepertinya tak pernah diganti kostumnya. Juga beberapa boneka yang dicoret-coret pengunjung yang merasa naik ke atas panggung adalah hal yang keren (padahal kampung).

Selesai dari Istana Boneka, hari sudah sore. Kami makan dulu (lagi). Makan sambil utak-atik ponsel androidnya Manov. Whaaaa, saya pengeeeen. Mau beli ah. Hahaha. Saya tdk bisa ikut sampai malam karena harus ke apartemen. Jadi kami lekas menuju wahana Arung Jeram. Menunggu sambil haha hihi cekikikan, Arung Jeram adalah wahana yang paling saya sukai. Hehehe. Air yang menghabisi pakaian dan tas saya malah bikin saya segar. Selesai berganti baju, saya menuju ke luar sementara Manov dan Imel melanjutkan petualangan menuju Niagara.

ahirnya foto bertiga..Imel Manov Saya

Sampai di dekat Turangga (carousel), ternyata saya belum dijemput, jadi lah saya membeli popcorn dl dan duduk menikmati Dufan di kala petang. Tak lama, ada band yang bermain, memainkan lagu The Beatles. Sedaaaap!!

sorry for the poor quality pic..*salahin BB!!

Setelah dijemput dan masuk mobil, baru terasa lelahnya badan saya. Dufan kemarin panaaaas sekali. Di antrian pun, pengelola tak menyediakan kanopi sehingga kami mengantri dalam terik yang menyengat. Saking panas teriknya, benar kesimpulan yang diambil Imel, bahwa kami minum banyak sekali air dan sama sekali tidak pipis. Karena semua sudah keluar lewat keringat. Grrrr. Badan pun rasanya lelaaaah sekali. Mata saya sudah sangat mengantuk. Sepanjang acara makan malam keluarga, saya mati2an menahan beratnya mata dan kepala saya. Hih.

TERIK!!

Selesai dr apartemen, pulang, tidur lelap dan terbangun (tetap pagi). Sekarang sudah lebih terbuka matanya. Hehehe. Overall, Dufan was okay. Meeting my friends Imel and Manov are great. Nyom nyom!!

Senyum dulu ah.. ­čÖé

Advertisements