Ngedate sama kain di Cipadu..2

Parkir dan berdiam dl sebentar mencoba menangkap aura tempat baru dan kami pun turun. Beberapa tokonya masih tutup karena solat Jumat masih berlangsung. Tapi tdk lama kemudian bubaran solat Jumat dan kami jalan kaki masuk lurus kiri lurus mentok kiri nyebrang lurus kiri kiri lurus nyebrang dan loh…hahaha..itu mah balik ke pasar yang tadi (pdhl uda nyebrang), jadi kami berkeinginan nyebrang lagi untuk memasuki pasar lainnya dan kami bengong. “Loh td yang uda kita masukkin yang mana Sil? Yang ini udah kan? Apa yang itu yang tadi? Apa yang itu tempat kita parkir?” Huahahaha. Sumpah labirinnya. Mana isinya hampir sama semua. Hahaha. Jadi kami malah cekakakan karena bingung bengong sendiri mau kemana. Hahaha.
Satu jam pertama kami cuma jalan2 dan ngga beli apa2. Saya bilang ke Silka “There are two types a person can be when they got in to a new shopping centre. First, they buy everything and the second they buy nothing. I guess we’re the second ones ya..” dan kami ngakak bersama. Karena saking banyaknya penjual kain dan bantal dan bla bla bla di sana, kami benar2 cuma mutar muter liat2 tapi ngga beli. Hahaha.
Setelah capek muter2, saya membeli HANYA kain kayak beludru tapi lebih halus yang akan saya coba untuk bagian dalam tas produksi saya. Silka beli kain untuk celana panjang. Lalu saya dan Silka sepakat untuk duduk dan minum dulu karena hari itu panas sekali dan otak Silka mulai turun ke perutnya. Kalau saya, kata Silka, otak saya memang di pantat. Jadi itu bertahan di sana kok, tdk akan kemana2. *intermezzo, kalau Dea otaknya di jempol kaki..hihihi*
Kami pun memesan minum. Saya es campur, Silka es kelapa jeruk. Eh, ibu dan bapak penjualnya kok ramah banget sih. Kekeluargaan sekali. Melayani tdk dengan berlebihan tapi dengan ramah dan baik. Saya dan Silka cekikikan sendiri mengingat betapa sebelumnya kami menyetujui bahwa Tangerang adalah kota KELABU. Jahat ih. Pdhl org2nya baik2 semua. Bahkan pedagang kain yang kami datangi itu terhitung baik2 semua dan melayani dengan baik lho. Ngga ada yang cuek. Padahal saya dan Silka belinya sedikit2 doank. Ngga kayak orang2 lain yang belinya puluhan meter. Dan pedagang itu selalu mempersilahkan kami masuk ke dalam tokonya dengan ramah. Bukan sekedar bilang “Cari apa kak..Mari kak..”. Huaaaa..Jadi merasa bersalah. Hahaha.
Selesai minum, kami jalan lagi dengan target mencari kain setrip2 putih dan toska yang td kami lihat dan Silka jatuh hati padanya. Dan ternyata minuman tdk bs menaikkan otak Silka ataupun saya, jadi kami memutari pasar yang sama bisa 3kali tanpa menemukan si kain setrip2 putih toska itu. Hahaha. Dodol banget deh. Sampai ada pedagang yang bilang “Wah, capek ya kak muter2 sampe keringetan, uda ketemu kainnya?” Ahaha. Dan pedagang lainnya bilang “Eh, kakak lagi..Masi puter2 kak..” Hiyaaaaa..Jadi maluuuuu.. šŸ˜€
Setelah sudah merasa seluruh pasar kami kitari dan Silka sampai pada kesimpulan Kayaknya abangnya mindahin tu setrip2 putih toska deh..Jadi kita ga liat.. dan saya cuma bisa ngakak aja membayangkan memang itu yang terjadi, Silka memutuskan membeli kain setrip2 putih ijo aja sebagai gantinya. Dan kami pulang.
Perjalanan pulang lanjut di bagian tiga yes..
Senyum dulu ah.. šŸ™‚
Advertisements