Berkat Tuhan Minggu Lalu..

Saya selalu bilang sama teman2, Tuhan itu baik sama Bulan.
Setiap apa yang saya inginkan, most of them, tercapai. Alhamdulillah.
Setiap apa yang saya minta, most of them, langsung terpenuhi. Alhamdulillah.
Dan Tuhan selalu memberikan kerikil kecil dalam kehidupan saya, supaya saya bisa terus dekat denganNya.
Bisa terus berada dalam pelukanNya, rengkuhanNya.

Beberapa waktu lalu ketika saya mulai merasa ragu untuk meninggalkan pekerjaan yang sangat saya sukai, sebagai guru, Tuhan kembali datang memenuhi doa saya. Saya minta diyakinkan apakah ini yang terbaik bagi saya dan apakah saya bisa hidup (maksud saya mendapat rejeki, jujur saja) tanpa menjadi guru, dan Tuhan mengiyakan. Ya, saya bisa hidup, insyaallah, dengan berpegang pada usaha saya. Insyaallah, saya bisa. πŸ™‚

Just by the time, saya ulang, just by the time, saya bercengkrama dengan Tuhan, mengatakan kegalauan saya, saya mendapat berkat Tuhan. Saya dipekerjakan sebagai Fashion Consultant slash Fashion Stylist untuk seorang desainer India yang akan membuka butik di Jakarta. Alhamdulillah. Kurang apa ya Tuhan itu. πŸ™‚ Walaupun banyak kerikil kecil along the way, saya masih diberkati kehadiran Silka dan Mas Lele. Silka is no doubt a mood booster, dan Mas Lele, dengan pemikirannya yang kadang out-of-the-box selalu memberi saya pandangan akan setiap kejadian dari sisi yang berbeda. Jadi banyak belajar. Jadi banyak bersyukur. πŸ™‚ Alhamdulillah dengan selesainya pemotretan hari Jumat kemarin, berarti selesai juga masa tugas saya. Grand opening butik ini akan dilaksanakan insyaallah di bulan Mei. Entah apa saya akan dipekerjakan lagi atau tidak. Belum ada kepastian akan itu. Hehehe. πŸ™‚

Pemotretan menjadi hal yang melelahkan namun paling menyenangkan. Ketemu banyak teman baru. Bekerjasama dengan empat model, tertawa-tawa, menggoda. Satu fotografer, berbagi konsep dan pandangan dan tawa. Dua MUA. Tidak terlalu banyak mengobrol dan berbicara, but we surely had an okay communication thruout the photoshoot. πŸ™‚ Thanks Mas Madia (the photographer), Icha Yessi Jameela and Riska (the models) , and Β Mbak Vivi n Mas Ilo (the MUAs). Also Lubna (the designer), Mas Teguh n Mas Bobby (the EO), Mbak Sumi Mbak Korina and Mbak Alma (the helpers) and whoever came to the set. Thanks for the laughters. πŸ™‚ Had a great time. πŸ™‚

Dan hari Minggu kemarin, kembali saya diberkati Tuhan. Bisa bertemu dengan Arie dan Ica. Dua teman saya yang pasti membawa tawa. Ica sms saya sore itu, menanyakan apa saya bisa datang karena Arie sedang di Jakarta. Saya pun datang, dengan kaos dan celana pendek saya. Ya kan mau maiiiiiin. Ga salah donk. Tapi rupanya ketika saya turun dari mobil, Arie udah melonjak dengan ungkapan “Buset clana loe pendek amaaaattt!!! Pasar woy pasaaarrr!!!” Saya masih tdk mengerti. Ini kali pertama saya main ke rumah Ica. Saya jalan sama Arie. Ica masih ada urusan di rumah tapi akhirnya kami bertemu di tengah jalan. Dari jauh Ica uda senyam senyum cengengesan, saat dekat, ungkapan “Anak gila..Loe ga salah pake celana sependek itu? Bening amaaatt!!”Β menyapa saya. Saya masih bingung. Saya tanya emang tdk ada tetangganya Ica yang sering pake celana sependek yang saya pakai? Ica bilang ada, tapi ga sebening saya. Saya sih ketawa aja. Saya diliatin orang ketika jalan itu sudah biasa, selama orang2 itu tidak menyentuh badan saya, saya akan diam dan cuek. Alhamdulillah sampai skrg tdk ada orang asing yang berani menyentuh badan saya. Moga2 jangan sampai ada. Hehehe.

Alasan Arie dan Ica berkata demikian rupanya karena untuk mencapai rumah Ica, kami harus melewati pasar. Pasar as in pasar tradisional. Hehe. Emang sih pada ngeliatin. Tapi mereka tahu saya cuek dan gada niatan untuk menggoda atau apa, jadi ya ngga ada yang ganggu kami. Lagipula, preman pasarnya kan kami pegang (baca: Ica). Hahaha. Setelah ngobrol bbrp saat, akhirnya kami keluar untuk beli banana split. Saya sedang ingin sekali es krim dengan pisang di kedua sisinya itu. Meluncur lah kami ke Pizza Hut Matraman. Ngakak-ngakak dan cerita ini itu sepanjang jalan maupun saat di Pizza Hut. Berbagi salad, banana split, dan caliza. Hmm. Nyam!! What a great way to end the hectic week. πŸ™‚ Terimakasih Tuhan. πŸ™‚

Jadi, bener kan, Tuhan itu sayang sama Bulan. Tinggal sekarang si Bulan harus belajar untuk terus bisa bersyukur untuk berkat Tuhan. πŸ™‚ Alhamdulillah. πŸ™‚

Oh, and as always, late greeting. Hahaha. Selamat Paskah, teman. Seperti yang dikicaukan di Twitter, Paskah itu saat yang sesungguhnya lebih perlu untuk dirayakan (dan direnungi) dibanding Natal namun karena komersialisme dan media, yang terjadi justru sebaliknya. Hehehe. Anyhoooo, Selamat Paskaaaah. Tuhan berkati. πŸ™‚

Senyum dulu ah.. πŸ™‚

Advertisements