Post Power Syndrome..

Yap, itulah sejenis sindroma yang saya alami beberapa hari belakangan ini. Post Power Syndrome. Ketika sudah tidak bekerja, rutinitas berubah drastis dari yang sibuk menjadi (terlalu) luang, dan jadi bingung dan sering bengong. Perasaan campur aduk. Dari yang kangen teman-teman mengajar, rindu lorong sekolah (so creepy), rindu murid-murid, rindu kesibukan, sampai sering kesal sama diri sendiri.

Kehilangan pengharapan hidup.

Melihat Uta main sama teman-temannya, saya kesal. Melihat mamahnya Uta tertawa sama teman-temannya, saya kesal. Menonton TV, saya kesal. Dan bahkan saya kehilangan minat membuka koleksi batik saya. 😦 Tiap malam nangis di kamar, merasa saya kok ya tidak berguna sekali. Mau jalan-jalan saya takut uang saya habis karena tidak akan ada gaji bulanan lagi. Mau pergi-pergi sayang bensin. Menyedihkan deh pokoknya. Dan bahkan saya mengganti es krim saya dari Magnum ke Spongebob!

*Oke itu sih biar dramatis saja, sebenarnya saya ganti karena lebih suka rasanya si es krim Spongebob. Hehehe. Enak lho, rasa pisang coklat!! Murah pula. Empat ribu saja.*

Oh, tapi jangan sedih. Perasaan sedih (dan menyedihkan) ini diperparah dengan gagalnya konektivitas si Blackberry. Jadi jarang BBM-an dengan teman-teman karena koneksi lelet. Nggak bisa buka Twitter karena nggak bisa update sama sekali. Browser pun nggak jalan. Whatsapp pun hidup segan mati tak mau. Lengkap lah sudah. Saya seperti sendirian. 😦

Dua hari lalu, saya lelah merasa sedih dan berpikir saya harus segera menyelesaikannya. Setidaknya membicarakan hal ini pada orang lain supaya beban terbagi dan bisa melihat situasi ini dari sisi yang berbeda. My go-to friends tentu saja Silka, Bli Ananta, dan last but not least, Mama saya. 🙂 I know I can always count on them. Dan benar, setelah bercerita (walaupun sambil menangis), saya merasa lebih lega. Lebih tahu apa yang akan saya kerjakan. Lebih punya pengharapan.

Dan pengharapan itu baik dalam hidup. 🙂

Kemarin, akhirnya saya menelpon pak tukang dan mengatakan saya yang akan membeli bahan biar saya ada kerjaan. Hehehe. Pagi-pagi sudah jalan. Di perjalanan, Tuhan menyadarkan saya lewat satu kejadian yang sebenarnya biasa tapi mungkin karena saya sedang mellow, saya jadi menangis dong di mobil.

Saya melihat seorang bapak tua, penjual minuman yang berlari-lari ingin menaiki Metromini namun tidak bisa karena Metromininya sudah jalan dan bapak-bapak tua itu tetap berlari, dengan menjinjing satu ember penuh minuman gelas yang sudah pasti berat. Ah, Tuhan menyadarkan saya betapa kurang bersyukurnya saya. Saya masih punya si Obil, saya – Puji Tuhan – masih punya tabungan, dan saya – Puji Tuhan – walaupun tidak bekerja kantoran tapi masih mendapat bagian dari beberapa investasi yang saya lakukan. Kepala saya seperti dihempaskan ke tembok, ya ampun Bulan, nikmat Tuhan mana lagi yang kamu ingkari? *kemudian geledek menyambar*

Menyetir sampai Mayestik, demi iseng, saya niatkan menaruh si Obil di sana lalu naik Metromini dan menyambung naik angkutan kecil menuju Pasar Cipadu. Ah menyenangkan! Sudah lama sekali saya tidak naik Metromini. Bayar dua ribu lima ratus, duduk manis, bisa lihat kanan kiri. Bahagia itu sederhana adanya. Hehehe.

Pulang dari Cipadu saya bertemu Silka di Setiabudi, mengobrol ini itu, makan, lalu nonton Serdadu Kumbang. Lalu saya harus belanja bulanan ke Carrefour Cempaka Putih dan Silka dengan niatnya ikut! Hahaha. FYI, Silka tinggal di Depok, dan Cempaka Putih is nowhere near Depok. Hahaha. Ini membangkitkan memori saya deh, saya jadi merasa kami dua perempuan yang tinggal bersama di satu rumah, baru pulang bekerja, dan harus membeli bahan-bahan bulanan untuk di rumah. Hahaha. It was fun!! *and the fact that Silka can lift that 20kg beras is soooo awesome. Hahaha. Selesai belanja kami pulang. Hari itu sungguh menyenangkan. Dan kembali menumbuhkan pengharapan bahwa saya akan baik-baik saja. 🙂

Tuhan akan menjaga saya. Mama akan terus bersama saya. Bli Ananta dan Silka, hopefully, mau terus menemani saya. Di pagi hari juga sdh dapat dua perhatian dari Mas Lele yang menyemangati saya. Ya, saya akan baik-baik saja. Saya pasti akan baik-baik saja. 🙂

Senyum dulu ah.. 🙂


Dan hari ini ulangtahunnya Prince Uta. 🙂 Happy bday dek.
Semoga makin caem, makin pinter, makin sayang sama mama, sayang sama ibu, dan sayang sama Tuhan.
Amin. 🙂
Advertisements