Keramahan Melayu ala Tanjung Balai Karimun..

Keramahan Melayu itu tiada duanya..1. Saya sering sekali disapa, walaupun terkadang saya diliatin dl krn mungkin aneh melihat perempuan jalan sendirian (hari kedua saya disana, saya jalan kaki keliling kota sendirian), bawa2 kamera.

2. Mudah mendapatkan foto bagus di sana. Semua orang bersedia difoto, semua bersemangat dipotret.

3. Ketika saya memotret secara candid lalu tb2 mereka menyadari saya memotret mereka, alih2 marah, mereka malah bilang “Eh, difoto.. Ayo ayo lagi kak ayooo..” Hihihi.

4. Mereka berbicara banyak hal pada pendatang. Dari mulai filosofi hidup sampai kegemaran. Tidak ragu utk berbagi. Saya belajar banyak sekali hal di Karimun maupun Tanjung Batu.

5. Banyak sekali orang yang bertemu saya di jalan dan langsung mengangguk sambil tersenyum. Tdk pilih2. Saya bukan bule dan saya tetap disenyumi. πŸ™‚

6. Saya beberapa kali diajak masuk ke rumah2 penduduk. Ketika saya memotret, mereka dengan santainya mengajak saya masuk rumah dan mengobrol dengan menyuguhkan teh O. Saya sampai bingung sendiri. Ini apa ngga takut saya org jahat ya?

7. Seorang ibu menawarkan anaknya untuk menemani saya jalan2 dan melihat spot2 foto. Dia bilang anaknya bs disuruh ke hotel saya sorenya krn pagi itu anaknya sedang sekolah. Astagah. Sayang sore itu saya sudah akan berangkat ke Tanjung Batu, jadi dengan hati2 saya menolak penawaran sang ibu.

8. Ketika saya makan pagi sendirian di Tanjung Batu, saya dikenalkan dengan keluarga Cina lengkap. Ibu ayah anak2 dan pembantu2nya yang penduduk asli. Lucunya, pembantu2nya bergantian keluar dan mengintip saya. Hahaha. Pdhl ada satu yang di luar dan asik mengobrol sama saya, tp yang lainya malah cm mengintip-intip saja. Saya kan jadi berasa artis banget kl diintipin gituuu.. :p

Berjalan-jalan ke Tanjung Balai Karimun dan Tanjung Batu sungguh membuka mata saya akan keramahan Melayu yang sesungguhnya. Yang dielu-elukan bule2. Bagi mereka, orang Singapore dan Malaysia itu jamak datang, maka mereka bukan lagi turis. Sedangkan saya yang dari Jakarta, saya dinyatakan turis oleh mereka. Orang jauh katanya. πŸ™‚

Dan bahkan kita bisa menjadi “orang jauh” dan “turis” di negeri sendiri ya. Hehehe.

Senyum dulu ah.. πŸ™‚

Advertisements