Kecapean di Vietnam.

Pagi hari di hari terakhir, saya kembali bangun dan menyeret badan saya ke kamar mandi. Saya tahu badan saya sudah semakin tdk enak saja. Tapi saya tdk mau menyerah!! Hehehe. Harus tetap semangat!! Hehehe.

Kami naik taksi menuju museum. War Remnants Museum. Museum ini “agak” menggugah hati juga. Penuh dengan gambar2 yang berbicara bagaimana perang memengaruhi masyarakat Viet Nam. Saya sampai nangis. Ihiks. Entah saya yang lebay dan drama atau memang gambar2 itu menceritakan dengan baik segala sesuatu seperti apa adanya di masa perang dl tp yg pasti, beneran saya nangis. Hehehe.

Selesai dari museum, kami berjalan kaki ke Reunification Palace. Tubuh saya sudah benar2 letih deh. Saya tdk mau masuk istana ini karena jg antriannya sangat panjang. Untung yang lain jg tdk mau masuk, jadi kami menikmati taman di seberangnya saja. Hehehe.

Setelah dari istana itu, kami menuju ke katedral. Saya semangat banget ni. Saya penyuka arsitektur gereja, not to mention saya betah berlama-lama di dalamnya hanya diam dan menikmati kesyahduan (tsah!!) jadi saya semangat sekali menuju katedral ini. Eeeeeeh, baru foto2 beberapa kali, lha lha kok ditutup pintunyaaa?? Doenk!! Saya lupaaaa. Di Viet Nam ini, sekitar jam dua belasan, seluruh tempat wisata (dan ktr pemerintahan) tutup utk istirahat pegawainya. Termasuk katedral ini. Ga peduli masih ada org di dalamnya deh, semua disuruh keluar. Boleh balik lagi nanti setelah jam istirahat selesai. Jiaaaaah. Akhirnya kami ke kantor pos di sebelahnya dulu. Kantor pos ini didesain oleh arsitek yang sama yang mendesain menara Eiffel. Jadi ya ada sedikit paparan romannya lah. Bagus. 🙂 Saya berpikir, kalau kantor pos di Jakarta teh penampakannya kayak gini, saya pasti mendorong semua buyer saya untuk menggunakan pos saja dibanding JNE. Hehehe.

Nah selesai dari kantor pos, tb2 teman2 saya sudah memaksa mau ke Russian Market. Hadeeeeeeeh. Saya gondok setengah mati. For goodness sake, saya belum masuk katedral iniiiih. Kenapa si ga sabaran banget!! Semua kayak takut kehabisan waktu untuk belanja. Hiiiih. Saya kesel setengah mati tapi seperti biasa, apa lah yang bisa seorang Rembulan Indira Soetrisno lakukan di saat seperti itu? Ya cuma diem aja. Mendem gondok aja. Wong satu lawan enam kok. Sudahlah. Saya dengan berat hati akhirnya mengikuti (dengan gondok setengah mati masih nangkring drtd di hati).

Kami tdk lama lho di Russian Market, lha wong cuma segitu doank isinya. Ya ga beda jauh sama Mangga Dua deh. Hahaha. Cm bbrp baju sisa produksi memang ada di situ. Saya sendiri sempat membeli dress Banana Republic dengan harga sembilan puluh ribu Dong saja. Yang mana jika dirupiahkan adalah empat puluh lima ribu rupiah. Kekeke.

Selesai berbelanja kami berjalan lagi untuk cari makan. Selesai makan kami kembali ke hotel, beberes, dan naik taksi lagi menuju bandara. Sampai bandara kami mengantri karena bbrp teman memasukkan koper ke bagasi, saya yang pake ransel 30 liter masih kosong atasnya sih cengengesan aja duduk2. Hehehe.

Jam delapan dua puluh kami lepas landas. Sampai Indonesia lebih cepat dua puluh menit dari jadwal (terimakasih Air Asia). Menunggu teman mengambil bagasi, keluar, naik taksi, dan pulang. Dan sampai di rumah saya sudah tahu saya kena PHS itu. Ah, pasti semingguan ni benernya. Dan benar saja. Ini belum seminggu dan saya masih ngawang. Saya terkena radang tenggorokan jg. Saya jg jadi malas makan (eh ini sih bagus ya.. Hihihi). Brsn hanya makan bubur krim setengah mangkuk dan lima menit kemudian memuntahkannya keluar lagi. Aaaah, saya sebal deh sama PHS ini. Gini ni kalau liburannya kecepetaaaan. *ngikik di belakang*

All in all, datang ke Viet Nam membuat saya bersyukur. Bersyukur bahwa saya bisa kembali ke Jakarta dimana ada angkutan setiap saat, tdk semua kendaraan sibuk membunyikan klakson, dan banyak orang bisa berbahasa Inggris (deilaaah, kayak pake bahasa Inggris aja di Jakarta. Hihi. *getokpalabulan*). Dan datang ke Viet Nam jg membuat saya bersyukur. Bersyukur bahwa saya bisa belajar tentang sejarah lagi, bs menikmati udara nyaman di taman2nya yang besar2, dan bs bersyukur saya tdk tinggal di Viet Nam sana. Kekekeke.

Senyum dulu ah.. 🙂

Advertisements