Bencong..

Halo Pak.. Sbntr lagi saya sampe ya..
Halo.. Ini siapa ya?
Laaah, ini Bulan paaaak…
Hah.. Lho non kok suaranya kayak bencong?

—————————————————————————————————————————————

Yak itulah sejumput percakapan yg pada akhirnya membuat saya dilema. Dilema mau memutus hubungan kerja dengan pak mandor saya yang mengangkat telp dan mengatakan suara saya spt bencong, atau mau tertawa saja. Ya pada akhirnya saya lebih memilih menertawakan saja krn itu yang paling mudah dan tanpa resiko. Hehehe.

Suara saya memang masih serak, padahal Puji Tuhan batuk saya sudah reda. Jadi kalau di telp, suara saya memang terdengar serak2 maksa gt. Ingin hati saya menjadi penyanyi jazz, tapi alih2 pak tukang malah menganggap suara saya kayak bencong. Hih.

Speaking of bencong, kata ini menimbulkan kelucuan pada diri saya. Di satu sisi saya takut sekali menghadapi mereka, di sisi lain saya penasaran. Saya masih ingat ketika dulu saya jalan sama Tama, Opik, dan Putri (hey nama kalian kl disingkat jadi TOP!! Hahaha); dan Tama (dengan ketidaktahuannya) membawa saya ke Taman Lawang. Hadeeeeh. Keringat dingin saya. Beneran takut. Kenapa takut? Karena bagi saya, bencong atau mari kita lanjutkan dengan kata “waria” itu adalah perempuan manis di luar dengan lelaki tersakiti di dalam, jadi bagi saya, itu menakutkan banget. Hehehe. Mereka bs manis di menit pertama, lalu (dalam bayangan saya) menarik mengguncang dan bahkan menyeret saya kalau mereka tdk suka. Huaaaa. Ini entah saya yang kebanyakan nonton drama apa emang bs gt deh? Hehehe.

Nah jadi, ketika saya menyetir sendirian dan ada waria ngamen, saya akan buru2 keluarin uang lima ratusan (krn mereka ga mau lhooo dikasih seratusan atau dua ratusan..hehe), buka jendela sedikit dan kasi uangnya. Sampai kemudian saya ketemu Mbak Rika. Mbak Rika ini sbg laki dia ganteng (saya pernah lihat dia ketika tdk sedang beroperasi..hehe) dan sebagai perempuan dia manis. Beberapa kali dia ngobrol sama saya. Lampu merahnya memang lama di tempat dia biasa mangkal. Kami mengobrol dengan jendela hanya terbuka sedikit krn saya masih takut, dan Mbak Rika jg ngga keberatan. Ngobrol santai diawali ketika dia lihat saya batuk dan saat saya memberinya uang, dia memberikan komentar “Kakak minum obat yaaaa. Batuknya kasian tuuu. Bikin capek.” Saya terperangah. Hehehe. Beneran melongo. Kemudian dia berlalu.

Beberapa hari setelahnya, saya bertemu lg dengan Mbak Rika. Saya membuka sedikit jendela dan mengangsurkan uang dan Mbak Rika menyapa “Eh, kaka cantiiiik. Uda sembuh sayaaang?” dengan suara lemah lembut. Saya jawab “Puji Tuhan sudah..” dan kami akhirnya berbicara. Karena saya masih takut, saya takut menanyakan hal2 pribadi, jadi ya kami berbicara tentang yang umum saja. Tentang cuaca, tentang hujan, tentang kemacetan. Ya yang standar lah. Kemudian saya iseng bertanya “Mbak, gapapa ni ngobrol sama aku? Sayang kan ga dapet uang dr mbl belakang..”. Dan jawabannya mengagetkan saya..

“Ah, ga dapet uang dr mbl belakang si gapapa jg kak. Ak seneng bs ngobrol sama kaka cantik. Jarang ada org kaya yg mau ngobrol sama ak. Ya kan ak cuma sampah masyarakaaaat..”

JLEG!!!

Jadi… Kalau selama ini saya takut utk mengobrol dengan mereka, saya sama aja dengan orang2 yg menganggap dia sampah masyarakat donk ya. Huaaaaaa. Jahatnya. Sejak saat itu, saya selalu membuka kaca sedikit lebih lebar (sedikit ajaaaa.. kan ttp harus waspadaaa.. hehehe), dan tersenyum saat memberikan uang. Kdg saya menyapa “Pagi mbak..” atau “Malam mbak..” dan pasti dijawab balik lhoooo.

Kata Mbak Rika, selama pengemudi tdk usil dan gada niatan apa2, mereka jg sebenarnya ga akan ngapa2in. Lebih lanjut saya pikir, ya iyalah mereka ga akan ngapa2in, kan mereka kerja jg ya. Itu kerjaan mereka. Menjadi waria. Dan seharusnya mereka dapat rasa penghargaan jg ya. Bagus mereka ga ngemis.. 🙂

Jadi apalah arti sapaan singkat yang tulus kepada sesama? Ga bikin kita miskin jg kok. Malah bikin hari kita bs lebih bahagia. Ga dijawab sapaannya jg gapapa, yang penting kan kita uda legowo nyapa dan menebarkan senyum. 🙂 Banyak pahala, banyak temannya. Ihiy..

Selamat pagi semuaaaaaa.. 


Saya belum tidur niiii.. Hehehe..

Senyum dulu ah.. 🙂

Blek…Zzzzz…

Advertisements