Bombom – Lahir dari Cinta..

Membaca judul2 post saya ahir2 ini, saya jadi semakin saya sudah kena kutukan galau yang beredar di Twitter dan (demi tikus mencericit di luar) didukung sama Motion 97.5FM yang bikin satu bulan full lagu2 galau. Sedaaaaapppp… *garuk2pohon*

Post ini sebenarnya mau ditulis semalam, tapi lalu ketika saya pulang, saya mendengar sesuatu yang menggelegar!! Apakah itu??? Yak, tak lain tak bukan adalah acara dangdutan di belakang kmr saya. DOENK!!! Uda kecapean, pulang2 mendengar “Yang diujung mana suaranya donk baaaaang…” lalu disambut dengan “Dimanaaa.. dimana.. dimaaanaaa..” Oh MY!! *jedotinpalakebantal*

Jam dua belas tu dangdutski masih main. Tingkat cape saya uda tinggi jadi emosi sudah ke ubun2 tu. Bentar lagi saya bisa bawa panci kesana kali, kentong2 ga jelas. Mana eks-biduanita, si Titi, mengatakan kl dangdutski-an biasanya selesai jam dua lagi. Ouooooo….Tsakep!! Tapi alhamdulillah, setengah satu ternyata berhenti dangdutannya dan dengan mengucap hamdallah, saya pun tidur. *benerinkerudung*

Maka mari dimulai saja post ini.. *lah dari tadi ngapain Lan???*

———————————————————————————————————————————

Sudah dari bbrp bulan lalu, mamah dan kak Arie minta saya ganti mobil karena si Obil usianya sudah melebihi lima tahun. Saya masih berpikir paaaaanjaaaaang dan leeeeebaaaarrr untuk mengiyakan karena selain uangnya belum ada (kikikikiki) jg karena saya sangat mencintai Obil. He’s been with me thru ups and downs. He did not complain when I put many stuffs inside, he knows that I need to deliver those stuffs and that he is the only one who can help. He did not complain when I push him to 120km/hour to get into a meeting point ASAP. He did not complain when I did not see any bumps and drove him thru. He’s a supporter to my life. And people have been associating me with Obil – the red xenia – like Elton John and Princess Diana. <– Lupakan analogi saya, ga nyambung, cuma karena lagi dengar lagu Elton John aja jadi nulis begitu. Hehehe.

Tapi di suatu malam sebelum berangkat ke Maroko kemarin, ahirnya mamah angkat bicara. Memberitahu bahwa tidak bisa begini terus. Hubungan saya dan Obil sudah melewati batas dan norma kemasyarakatan pasti tidak mendukung hubungan kami ini. Semakin lama Obil semakin merongrong. Dan nanti saya kewalahan sendiri. Terakhir remnya si Obil mendadak tidak pakem. Kaget pertamanya karena saat saya rem lha kok ndlosor. Cuma ya saya emang orgnya nerimo *uhuk*, jadi instead of benerin remnya Obil, saya malah belajar untuk nerima remnya yang ndlosor itu dan lebih berhati-hati menyetirnya. Hihihi. Iya, aneh emang. :p Mamah menyadarkan saya bahwa beliau dan kak Arie minta saya ganti mobil (dan kak Arie minta saya ganti pake transmisi matic) karena mereka sayang. Mereka mencoba mengerti mobilitas saya yang tinggi, harus kesana kemari, dan dengan keadaan Obil begitu, saya pasti kecapean. Saya mencoba menerima, walau berat. Dan diputuskan pulang dari Maroko, saya ganti mobil.

Kak Arie tanya, saya mau mobil apa. Dengan semangat delapan lima saya menjawab “XENIA MERAH!!” Lhaaaaaaa. Hihihi. *tepokjidat* Dengan pertimbangan ini itu nina ninu, ahirnya diputuskanlah, saya ganti pake Avanza Matic 1.5cc. Alhamdulillah. Ini mobil matic kedua saya, yang pertama adalah BMW 320 (pake i ga ya? kayaknya engga) saat saya masih kuliah dulu. Dan yang kedua Avanza ini. How does it feel, Lan? Ah, feels the same. Sama2 nyaman dan menyenangkan. 🙂 Alhamdulillah.

Sekarang sudah hari ketujuh saya bersama Bombom, yap, that’s his name, and we rock Jakarta for sure. Cuma memang belum terasosiasi aja, karena banyak Avanza Silver di luaran sana, jadi ngga mudah menempelkan Bombom utk Bulan dan Bulan utk Bombom. Hehehe. But I love him, as much as I love Obil. 🙂 Dan Bombom lahir dari rasa cinta. Cinta ibu dan abang untuk saya. Apa yang bisa salah dari itu kan? 🙂 Saya yakin, popsky saya di atas sana jg akan menyukai Bombom. Dan bapak, oh bapak!! Jangan lupakan bapak, walaupun ahir2 ini jrg komunikasi deh (dimana bapak sayaaah???) but I know he supports me with Bombom. 🙂 Jadi selamat datang Bombom. Selamat menjadi bagian keluarga. 🙂 *gloyor2 di kap Bombom*

Alhamdulillah.. 🙂

Terimakasih mamah, kak Arie, Bli Ananta, Mas Eca, Silka, Onya sudah mau diribetin aku dan kegalauanku.. Hehehe..*kecup basah satu2*

Senyum dulu ah.. 🙂
*Foto saya dan Bombom, all credits to Tyagita Silka. 🙂 Mimikisi mau fotoin aku, Siiiil.. *terbangin lope2 di udara*

Advertisements