Kiara.. – 1

Kiara, sebut saja begitu, teman lama saya, yang sesungguhnya tidak pernah terlalu dekat, mengirim pesan ke FB saya beberapa minggu lalu. Menanyakan kabar. Saya kira ia mau memesan sepatu (sumpe jangan salahin saya, namanya jg pedagang.. :p), tapi ternyata tidak. Ia berkata senang membaca blog saya dan jadi terpacu untuk juga menulis mengeluarkan pemikiran dan isi hati. Ah senangnya. Saya tanya apa blognya? Dia diam. Tidak menjawab. Sehari berselang.. Dua hari berselang. Tiga hari berselang. Saya melupakannya.

Beberapa hari lalu ia kembali mengirim pesan berisi hanya satu kalimat, “Bulan, gw boleh cerita sama loe?”

Saya jawab “Boleh..Monggo..Gw dengerin..”

Dan kami terlibat dalam pembicaraan via chatbox FB. Dia sekarang tinggal di Kalimantan. Sendiri. Eh engga sih, ada pembantu juga satu. Di sebuah rumah kecil yang dikelilingi tanah lapang dengan pohon-pohon besar. Apa yang dia lakukan di sana? Meneliti? Kembali ke alam? Membantu warga sekitar? NOPE!! Dia DIASINGKAN..

Jressss, saya deg-degan saat membaca kata itu. Diasingkan. Kenapa? Ada apa? Saya ngga tahu  banyak tentang Kiara karena seperti yang saya sebutkan di awal, kami tidak pernah terlalu dekat. Kiara adalah temannya teman saya. Dikenalkan saat kami bertemu di acara pentas seni sekolah saya dulu. Kenal sebentar, ia bersama lelakinya dan saya bersama teman-teman saya (boooo, kesian bener.. Laki saya mana pas SMA??? Masa nda punya lalakiiii???? *menatap termenung*). Ngobrol sebentar lalu sudah, tidak pernah kontak lagi sampai kemudian dia add FB saya, saya approve tapi setelah itu pun tidak ada pembicaraan apa-apa sampai kemarin ini. Maka berceritalah Kiara. Dan saya cuma diam melongo membaca setiap kata yang keluar dari layar chatbox FB saya. Benar-benar melongo sampai beberapa kali Kiara nanya “Lan, u there?”. Ahuhuhu. Maaf Ki, gw kaget…..

Ini bulan keenam Kiara di Kalimantan. Apa pasal?
Kiara diasingkan.
Karena apa?
Karena hamil.
Cuma karena hamil doank?
Engga.

Kiara divonis HIV.

Desssss, saya masih merinding sekarang menuliskan ini. Aduh Kiiiii, gw tau gw uda ijin sama loe untuk nulis ini, tapi gw tetep merinding iniiiih. Saya diam sebentar selesai membaca tulisan dia, lalu bertanya “Kok bisa, Ki?”

Gaya hidup katanya.

Semua berawal dari hilangnya kegadisan Kiara saat SMA. Dengan kekasihnya (ho-oh yang ketemu ma saya pas acara pentas seni itu.. GANTENG ya sodara sodara itu lalakinya!!), yang sebut saja bernama Andre. Ternyata saat Kiara SMA, Andre sudah kuliah. Berpacaran lah mereka. Saat perayaan setahunan, Andre ngajak Kiara candle light dinner di hotel (maaaaakkk.. saya mauuu.. itu romantis amaaat.. kenapa pacar-pacar saya dulu gada yg ngajakin saya CLD deeeeh??? *ga terima* *pasang lilin* *bengong di meja makan* *sendirian* *kasian*). Di restorannya??? Otentubukaaaan. Di kamar. Hehehehe. Jadi tu meja makan dibawa ke kamar dan makan lah mereka di sana. Pas Kiara cerita ini, saya tahu dia sangat dibuai, sangat indah, momen yang tak terlupakan. Dan abis makan ya jreng lah mereka tutumetutu. Hehehe. Ya kalian tau lah. Yaaaa begitulaaaah. Tutumetutuuuu. Ahihihi. *senyam senyum*

Daaaaan dua bulan kemudian, Andre memutuskan Kiara. Huwaaaaaaah.. Ga jadi ganteng loe, Ndreeee. Sini gelut!! Kiara down banget, lebih down lagi saat tiga hari setelah mereka putus, Kiara tahu Andre jadian sama teman satu sekolah Kiara. Booooo. Apa kah??? *rolling my eyes* Kiara, dengan gejolak jiwa mudanya (hehehe..peace Ki..), balas dendam dengan mendekati sahabatnya Andre. Yang tidak Kiara sadari, ternyata sahabatnya Andre ini jg sama kampretnya sama Andre dan tutumetutu (again) lah mereka tu; Kiara dan sahabatnya Andre itu. Beberapa bulan kemudian putus dan dari penuturan Kiara, saya bisa menangkap dia mulai lelah dan kayak ngga ada pegangan aja gt. Dari beberapa buku psikologi yang saya baca, memang seseorang bisa menjadi seperti itu. Goyah. Ngga ada pegangan dan pada akhirnya jadi bersikap masa bodoh dengan hidupnya sendiri. Maka Kiara pun jadi cuek dan dekat dengan beberapa lelaki, bahkan yang jauh lebih tua darinya, bahkan jadi perempuan simpanan (huwaaaaa…) dan dengan semua lelaki itu, Kiara (yampun saya hampir aja ngetik nama asli dia.. Hahaha.. Harus dibaca ulang berkali-kali ni blogpost sebelum saya publish *tepokjidatbulan*) bertutumetutu. Sesuatu yang harusnya indah jadi ngga indah lagi. Cuma jd kegiatan rutin aja jadinya si tutumetutu itu.

Bertahun-tahun Kiara jalanin seperti itu. Yang bertanya bapak ibunya Kiara dimana, saya jelaskan singkat padat jelas dan ga usa nanya lebih lanjut ya. Bapak ibunya Kiara di luar negeri, Kiara anak tunggal, tinggal di Jakarta dengan tantenya (tidak menikah) dan supir dan pembantu. Kiara sekarang di Kalimantan pun di lahan milik bapak ibunya. So yeah, she’s RICH!!Oh wait, I mean, her parents are RICH!! Hehehe. Dan baru sekitar delapan bulan lalu dia sering sakit dan merasa ga enak badan. Lalu ke dokter, dikabarkan hamil. Alhamdulillah. 🙂 Dan mengidap HIV. Astagfirullah. 😦

“Pengen marah, Lan, tapi bingung sama siapa..” — Kata Kiara.

——— Lanjut di bagian dua ya biar ngga lelah bacanya (dan ngetiknya).. 🙂

Advertisements