Kiara.. – 2

“Marah ngga akan mengubah apapun kan, Ki.. Kan uda kejadian juga. Ya let’s live in present. Loe jaga baik baby loe, jaga baik badan loe, jaga baik kesehatan loe. Apa lagi…? :)”

Cuma itu yang bisa saya ucapkan, karena sesungguhnya saya ngga ngerti juga mau kasi respon apa. Hehehe. Bingung. *pegang tiang listrik*.

Terakhir saya malah becandain Kiara untuk kirimin saya tiket ke Kalimantan, saya temenin deh, sebulan jg hayok. Sambil jelajah Kalimantan. Sayang ah, tinggal di Kalimantan kok cuma di rumah doank. Hihihi.

Selesai kami ngobrol, saya lebih berpikir ke satu hal lain dibanding HIVnya Kiara. Saya cuma mikir, ngapain diasingkan??? Kenapa?? Emang penyakit yang sebegitu gampangnya menular apa??? Sudah pun Kiara lagi hamil, sudah pun dia kaget divonis HIV+, kok sekarang malah diasingkan di tempat yang sepi macam itu?? Apa ngga makin makin ya terpuruknya? 😦

Maka pagi ini, demi membaca harian saya dan diingatkan kalau hari ini Hari AIDS Sedunia, saya jadi semangat nulis tentang Kiara dan mencari tahu tentang HIV Aids. (Tadinya tulisan tentang Kiara mau saya publish pas Hari Ibu.. Kekekekeke. :p) Dan dari googling, ini ada beberapa hal yang sesungguhnya orang perlu tahu tentang HIV Aids. (Mohon kalau ada yang tahu bahwa isi tulisan saya ada yang salah, saya diberitahu ya.. πŸ™‚ ).

Virus HIV bisa menyebar melalu beberapa jalan. Bisa lewat darah. Darah ini bisa lewat jarum suntik yang sudah tercemar darah bervirus HIV+. Ini saya ngga ngomongin pemakai narkoba saja ya, banyak dari kita yang memakai jarum suntik lho. Ya ngambil darah di rumahsakit kan juga pake jarum suntik, memasukkan cairan botox kan juga pake jarum suntik, masukkin obat pengurus badan *uhuk* kan juga (ada yang) pake jarum suntik. Jadi banyak yang berpotensi kena lewat cara ini. Maka pastikan jarum suntik yang dipake steril. Saya pribadi selalu mengecek jarum suntik yang disuntikkan ke tubuh saya apa dikeluarkan dari plastik pembungkus yang steril. Petugas kesehatan pun biasanya membuka kemasan jarum suntik di depan wajah kita (ya ga depan-depan amat si, masa iya jarak lima senti doank.. Gampar ni!!). Kalau petugas ngga buka depan kita, minta jarum suntik lain. Dia mau marah-marah ya terserah, mau disuruh tambah uang ya uda tambah aja, yang pasti kita yakin itu dibuka baru dari kemasan sterilnya. Hehehe. *Bulan anak keras kepala*. Oh ya, dan penyebaran lewat darah ini juga tidak hanya lewat jarum suntik tapi juga bisa kalau kita sedang luka dan terkena langsung darah yang positif HIV. Jadi kalau luka, ditutup pake tensoplast yaaaa. Atau pake perban diubet-ubet. (Biar banyak yang langsung perhatian dikira sakit parah, padahal cuma kebeler piso dapur pas motong bawang.. Hihihi).

Jalan lainnya adalah lewat cairan semen (bukaaaaan, bukan semen buat bangunaaaan), tapi cairan sperma. πŸ™‚ Cara pencegahannya, pakailah kondom. πŸ™‚ Waktu saya kuliah dulu, sekali-kalinya kami ke club, kami dibagikan kondom. Dasar anak baru kuliahan ya, kampung beneeeer, kondomnya disimpen di dompet. Hehehe. Trs saya becanda sama teman-teman, ketika kami pulang kampus dan harus melewati hutan UI, dan mendengar rumor-rumor seringnya ada perkosaan di situ, saya bilang “Kalau ada yang deketin trus bilang SAYA PERKOSA KAMU!! Jawab: Jangan baaang.. Kalau dia terus maksa “SAYA MAU KAMU!!” Jawab lagi: Jangan baaaang… Kalau dia terus memaksa dan badannya sudah nempel kita, jawab “Yauda de bang, tapi pake kondom yaaa..” Lalu keluarkan kondom dari dompet kita. Oke!!” Teman-teman saya ngakak dengarnya, but it’s actually bener (kalau bener bisa dilakuin). Karena kondom itu cara mudah mencegah bercampurnya sperma ke dalam tubuh kita. Bukan masalah mencegah kehamilan aja, but it’s for your own safety considering other things such as HIV Aids. πŸ™‚ Jadi, beli dan pakailah kondom!! Yang bagus!! Jangan yang rasa-rasa. *eh?!* :p *Intermezzo: Masa ada temen yang cerita ada kondom rasa durian.. Apa kaaaaah?? Aneh bener!!* :)))

Lalu yang saya baru tahu juga, ternyata cairan vagina juga bisa menjadi jalan penyebaran HIV Aids. Misalnya tuker-tukeran alat bantu seks/oral seks. Dan karena saya ngga pernah pake alat bantu seks/oral seks, jadi saya agak ngga ngerti deh, ya I know dildo (halah ga usa pada sok ga tau, nonton American Pie juga muncul berkali-kali tu dildo) tapi tidak pernah kepikir aja ada orang tuker-tukeran dildo gitu???? Gada kerjaan??? Mending tukeran kartu chiki.. *melengos*

Lalu ada juga penyebaran lewat air susu ibu. Air susu ibu dari seorang ibu yang HIV+ bisa membawa virus HIV ke anaknya (atau siapapun yang meminum ASI itu), in this case, Kiara uda bilang nanti anaknya lahir, anaknya akan disusui oleh tetangganya (yang dibayar oleh Kiara). Luar biasa ya, air susu ibu bisa jadi produk dagang!! Hihihi. Ya gapapa deh, biar anaknya Kiara sehaaaat. πŸ™‚

Pengetahuan lain tentang HIV Aids bisa dilihat di links di bawah ini ya temaaaan.. Please luangkan sedikit waktu untuk membaca, dan ahirnya kalian akan tahu, pengidap HIV Aids itu tidak perlu diasingkan. Kita bisa hidup bersama berdampingan. Jadiiiiiiiii, kembalikan Kiara ke Jakartaaaaaa. Atau kirimkan tiket buat saya ke Kalimantan PP!! Sebulan di Kalimantan pasti akan menyegarkan.. Hehehe.. *uyek2 kepala yang butek*.

Senyum dulu ah.. πŸ™‚

Links and sources:
1.Β http://id.wikipedia.org/wiki/AIDS
2.Β http://www.aidsindonesia.or.id/dasar-hiv-aids
3.Β http://funkynetter.com/juli-2011_pengertian-tentang-hiv-aids.php

Advertisements