Bekerja dengan Sukacita… – 2

Bekerja itu adalah satu dari sekian banyak hal yang bisa kita pilih dalam hidup kita. Sudahlah SD ngga bisa milih untuk ga pake baju seragam, SMP ga bisa milih untuk ga ikut upacara tiap Senin, SMA kelas satu dan dua ga bisa milih ga ikut pelajaran Fisika (ho-oh, merah nilai saya sodara-sodara), SMA kelas tiga dibebaskan memilih mau masuk IPA atau IPS ya pilih sesuai keinginan. Jangan mau kalau dipaksa sama orangtua!! Kalau orangtua maksa, minta mereka aja yang duduk di dalam kelas. Hihihi. Pilihan ini sepenuhnya bergantung ke kita kok. Orang yang lebih seneng pelajaran IPA akan tersiksa kalau dipaksa masuk IPS, dan sebaliknya. So it’s fair. Kalau ada anak IPA yang bilang pelajaran IPS lebih mudah, sok eta tah masuk kelas IPS. Siapa pemimpin DI/TII?? Apa saja fosil dari jaman Megalitikum?? Kemana hutang dan piutang masuk dalam neraca akuntansi. NAH LHOOOOO!! Jreng!! Makan tu gampang!! *jiaaaah, dese dendaaaam.. :))))*

Begitu juga dengan pekerjaan. Itu adalah pilihan kita. Pas ngelamar kerja sudah tau kan tipe pekerjaannya seperti apa? Atau kalau pun ga ngelamar kerja dan ditawarkan (alhamdulillah yah…), sudah tau kan kerjanya ngapain aja? So it’s all up to you. Suka dengan pekerjaannya, AMBIL. Ga suka dengan pekerjaannya, JANGAN DIAMBIL. Sederhana bukan? Jadi kalau sudah mengambil suatu pekerjaan lalu mengeluh capek dan bla bla bla bla, yaelah, ini sapa yang dodol si???

“Tapi kalau ngikut kesukaan, ga bisa dapat uang banyak Lan…” <– Ya loe mikirnya gitu siiiiii.. Berprasangka buruk duluan siii… Remember, when you want something badly and struggle for it, the universe will conspire to make it happen!! Mestakung. Semesta mendukung. Itu kenapa saya bilang di awal tadi, yakini!! Yakini!! Yakini!! Yakini!! Yakini pekerjaan yang kalian sukai itu akan memberikan berkat dalam hidup kalian. Not necessarily money, but just berkat. Dan kalian akan merasakan tidak pernah kekurangan, selalu tercukupkan. Dan itu perasaan yang melegakan. 😉 *hey, it rhymes!!*

Jadi, Thariq kemarin mengirim pesan di YM, mengatakan dia ‘sepertinya’ akan resign dari kantornya. Bahkan sebelum masa uji cobanya (eh apa deh namanya?? kok uji coba??? emang cinta diujicoba?? *eaaa*) berakhir. Saya sih ga mau nanya alasannya, ya terserah aja. Kalau memang sudah ngga kasmaran sama kerjaannya gimana donk? Ga bisa dipaksa juga kan daripada setiap hari dia mengeluh capek dan lelah dan bilang cari uang itu susah yang bikin saya pengen graut mulutnya itu. Hihihi.

So, love your job. When u love it, it’s easier to be best at it. Find something to fall in love with it every second. Or not every second, just every time u think u’re about to lose the faith. Hahahahaha.

Senyum dulu ah.. 🙂

Advertisements