Bekerja dengan Sukacita… – Cerita-cerita..

1. Jadi aktris/aktor itu enak ya, duitnya banyak, kerjanya asik, dikenal banyak orang.. <– Lagi ada shooting di dekat tempat saya gaul (cisss!!), aktris dan aktornya (beberapa ga saya kenal, tapi ada Mischa Chandrawinata, ya Tuhan, gantengnyaaaa.. sluurp!!) sudah datang dari jam sepuluh pagi. Crew datang dari jam delapan. Set alat lalu shooting baru dimulai pukuuuullllll TIGA SORE!! Lalu shooting dimulai, beradegan menurut scene, yang scene-nya belum dishoot ya NUNGGU. Kalau ada kegiatan sih bagus, kalau ga ada, ya BENGONG. Dan senyaman apapun tempat shooting, it's not a home. Menunggu ya tetap aja menunggu. Ga bisa istirahat juga. Dan ketika scene-nya dishoot, ini cuplikan yang saya dengar..

Sutradara: ACTION!!
Aktris 1: Ih, gw takut banget di tempat ini. Kok rasanya ga enak ya. Merinding..
Aktris 2: Iya ya, kok angker begini..
Aktor 1: Ah, udah tenang aja, kan ada gw.
Aktris 1: Tapi gw beneran merinding. Aduuuuh. Takuuut.
Aktor 1: Gapapa, tenang..
selang tiga detik.. *scene sudah berakhir berarti*
Sutradara: CUT!! Itu si bla bla bla (dia nyebut nama, entah aktris mana yang dimaksud) rambutnya ganggu tu, ga enak diliat, matanya cuma satu gitu, ketutup poni, benerin dulu deh, ulang dari awal.

Yasalaaaaaaam, tau gitu napa ga bilang dari awal aja bapak sutradaraaaaah??? Ini uda abis satu scene iniiiihhh.. *jedotinpalakebantal* Dan scene barusan dishoot jam berapa??? Setengah dua belas malam saja. Kalau para aktris dan aktor itu tidak mencintai apa yang mereka lakukan, kecil kemungkinan mereka mau kerja melelahkan begitu. Datang jam sepuluh pagi dan setengah dua belas malam belum selesai shooting. Oh my!! Jadi, masih ada yang bilang jadi aktris/aktor itu pekerjaan enak dan gampang?? Makan tu nunggu berjam-jam!! Hihihi..

2. Yudha, seorang teman baru yang dikenalkan Silka, bekerja sebagai musisi. Tadi kami (saya dan Silka) baru membicarakannya di Bombom. Yudha full bekerja sebagai musisi. Dia bisa main gitar, drum (saya baru ingat saya pernah lihat dia main cajon juga), dan saat kenalan, dari suaranya, saya tahu suaranya bagus (Silka pun mengamini). Yudha tergabung di grup band Wonderbra. Vokalis Wonderbra, Thera, kini sedang melanjutkan pendidikan di Amerika jadi Wonderbra agak vakum gitu. Saya lalu bertanya ke Silka, apa Yudha ga pengen cari kerja kantoran sementara Wonderbra vakum? Dijawab engga, pokoknya dia ga mau kerja kantoran. Lalu apa bisa hidup? Ya buktinya bisa tu. Dia jadi additional player di beberapa band. Terakhir Silka malah minta bantuan dia nerjemahin komik, hihihihi, yang itu emang ga nyambung sama musik tapi itu membuktikan Yudha ga berhenti meyakini bahwa pilihannya untuk ga kerja kantoran adalah bukan hal yang salah. Dia tetap bisa hidup dengan pekerjaan yang belum menentu begitu. Dan kalimat Yudha saat Silka bilang mungkin dapat uang (dari nerjemahinnya) ga banyak, mungkin 260ribuan, dan Yudha menjawab “Hah??? Itu banyak banget!!” itu menandakan Yudha orang yang bersyukur. Maka hidupnya insyaallah akan tercukupkan ya Yuuudddd.. πŸ™‚ Amin. *mari makan di Sabang lagi.. *lho?!

3. Puri Idekuhandmade, tadinya kerja kantoran di Metro TV. Saya ingat dia pernah berkata dia jadi kurang menikmati pekerjaannya di Metro TV sebagai desainer grafis, kalau ga salah, karena dia lebih suka mendesain yang bertema anak-anak. Metro TV mana ada deh grafis yang bertema anak-anak? Hihi. Maka Puri memutuskan untuk berhenti dan membesarkan Idekuhandmade. Itu pilihan. Dan Puri meyakini bahwa dirinya bisa hidup dari Idekuhandmade. Sukses?? Puji Tuhan sukses. Puri bisa hidup dan menghidupi. Dapat berkat dan menjadi berkat. πŸ™‚

4. Teman saya, Meilyn, kerja di bagian keuangan kantornya. Kantornya besar dan kalau sudah pas akhir bulan (apalagi akhir tahun) kerjaan bagian keuangan itu menggila beratnya. Dia bisa bekerja sampai malam sekali. Tapi saya mengenal Meilyn sebagai orang yang penuh rasa syukur dan menjalani hidup dengan santai dan penuh tawa. She knows how to work hard and party harder. :))). Saya pernah buka album fotonya di Facebook dan menemukan foto dia sedang pusing (mimik muka jarang bisa di-set, kawan), memakai kacamata tebal, dan melihat kertas-kertas yang bertebaran di mejanya. Hahaha. Banyak yang komenin foto itu bilang dia keliatan kayak nenek-nenek, tapi Meilyn cuek aja. She commits to her work. Pernah juga saya lihat foto suaminya (yang kayaknya satu kantor..) lagi dipakein jepit rambut pink sama Meilyn. Hahaha. Suaminya Meilyn, Andhika, berpose dengan gaya lucu. Caption fotonya lebihkurang “Saat bosan di kantor?? Dandanin suamiiii..” Hahaha. Saya ngakak berat. Dia bisa mencari celah untuk terus merasa senang di kantor. Itu yang penting bukan? Bosen sih lewat kalau bisa dapat celah semacam ‘dandanin suami’ kayak Meilyn dan Andhika. :))))

5. Teman saya, Mbak Nyanyu, memutuskan untuk berhenti bekerja kantoran dan meng’komersil’kan hal yang disukainya yaitu jalan-jalan dan membangun Picnicholic bersama sahabatnya, Mbak Atiek. Di sela ngetrip, Mbak Nyanyu juga membuat kalung untuk dijual (dan menerima pesanan..ahiy!!) dan mengisi kolom di Republika. She’s a single parent with one daughter. She manages to survive (both hers and her daughter’s life) dengan pekerjaan yang dia lakukan sekarang. Karena apa? Karena dia memilih melakukan apa yang dia suka. Berkat pun mengikuti. Puji Tuhan. πŸ™‚

6. Miu Arie, memutuskan berhenti bekerja kantoran dan full menjadi ibu rumah tangga. Pembantu di rumah hanya sekedar membantu dan miu tidak pernah repot kalau pembantu pulang karena sudah biasa melakukan pekerjaan rumah sendiri. Piu Arlan, suaminya, pernah bilang bahwa kalau mengeluh capek saat melakukan pekerjaan rumah, itu jadi ga sebanding. Jadi lakukan pekerjaan rumah dengan senyum dan rasa senang. Dan itu betul adanya. Miu mengurus dua anaknya dan satu suami (ya menurut L??), memasak untuk mereka dan bahkan memasak untuk beberapa teman anaknya yang minta dimasakkin juga. Hihihi. Dan disela kegiatan ibu rumah tangganya yang maha dahsyat, miu masih sempat meluangkan waktu untuk mengobrol dan haha hihi sama saya dan Mbak Wulan dan Mbak Tika seminggu sekali. Anak-anak senang, suami senang, teman senang, miu juga senang. Alhamdulillah. πŸ™‚

7. Joshua a.k.a JFlow. Saya mencintai dia (eaaaa) tidak sepenuhnya karena musiknya, tapi karena saya membaca tentang cerita hidupnya. Dia memilih untuk menjadi musisi dan hidup sepenuhnya dari situ. Ketika kemudian dia ada beda persepsi dengan label yang menggawangi produksi album pertamanya, dia memilih keluar dari label dan berjalan sendiri melakukan apa yang dia suka yaitu bermusik dari hati. Puji Tuhan Josh sebentar lagi mengeluarkan album kedua (dengan judul ‘dreambrave’.. Tsah!!) yang produksi dan pemasarannya dilakukan mandiri. Selalu bersyukur, dan insyaallah selalu diberkati ya bebiiiiii… *jieeeee* *ah jadi malu…* *lalalala* *siul2* πŸ˜€

8. Terakhir, sebelum tidur, sebelum lupa, ajang narsis, ga boleh protes, hehehe. Saya, Rembulan Indira Soetrisno, melakukan apa yang saya suka dalam pekerjaan. Both teaching and running a bussiness. Puji Tuhan sampai sekarang terus diberkati, tidak pernah kekurangan yang sampe banget-banget. Kekurangan uang pernah, ya puasa aja. Disenyumin aja, lalu berkat datang bertubi-tubi, mau ngeluh apa? Hehehe. Saya memilih pekerjaan saya, menyukainya, bersukacita menjalankannya, bahagia karenanya. Mau ngeluh apa?

Senyum dulu ah.. πŸ™‚ *tebar lope2 di udara*

Selamat tiduuuurrr….Udah jam setengah empat pagiiii. Hihihi.

Kutipan penutup yang ga nyambung tapi sangat saya suka

“I don’t know the key to success, but the key to failure is trying to please everybody” – Bill Cosby.

Happy Working, Pembacah.. πŸ™‚ Bekerja dengan Sukacita yaaaa.. πŸ™‚

Advertisements