Water Sport di Pangandaran

Selesai dari Green Canyon, istirahat sebentar dan makan siang (booook, seafoodnya, pengen lagiiiii), kami lanjut ke cagar alam. Melintasi hutan berisi monyet-monyet nan lucu, kijang-kijang pemalu, dan seekor makhluk gede uget-uget jalan pelan-pelan kayak ga punya dosa. Entah apa namanya. Hihihi.

Melihat ke dalam gua, stalaktit, stalakmit, memanggil dua sejoli landak Joni dan Rinche (yang ga mau keluar aja loh, sia-sia lah kacang-kacang itu dilempar, mereka tetep pundung.. -__-“), melihat berbagai macam relief yang terbentuk alami menyerupai hil-hil yang ada di dunia. Ada stalaktit berbentuk kelamin (harusnya ya, katanya, kalau mau dapat jodoh, yang cowo megang stalaktit yang berbentuk kelamin perempuan, eh Issa megang yang bentuknya kelamin lelaki aja loooh.. aduh Issaaaaaa..), berbentuk paha ayam, dan yang HEITZ: berbentuk pocong dan juga Bunda Maria. Oh my. Sampe merinding sayah. Sayang batre kamera tiba-tiba ngadat aja jadi ga bis motretnya deh. Ya yang pocong juga saya ga mau potret sih, penting bener motret gituan malah nanti jadi kepikiran. Hihihi.

Selesai dari cagar alam, grup terbagi dua, ada yang pulang naik perahu dan ada yang jalan kaki. Kami memilih jalan kaki saja. Sampai hotel, ganti baju lalu menuju pantai timur lagi untuk playing water spooorttt!!! Woohoo!!

Banana boat: KHATAM!! Lucunya, kami minta dijatohin tiga kali, percobaan penjatohan pertama, mas-masnya gagal menjatuhkan kami karena kami menyetir banana-nya mengikuti arah speedboat. Kiriiiiii, kanaaaaan, kiriiiiii, kiriiiiii, kanaaaaan!! Dan banana boat kami seimbang. Kami ngakak-ngakak ngetawain mas-mas di speedboat yang cuma cengengesan ga berhasil menjatohkan, lalu kami melihat ke belakang dan JRENG!! Issa jatoh. Laaaaaaah, ni anak kok bisa jatooooooh??? Ternyata belakangan, kata Issa, mas-mas yang ikut kami di banana mendorong pantat Issa biar jatoh. Hahaha. Niat amat si mas mau ngejatohinnya. :))))

Selesai banana boating, kami mencoba UFO-ing. Ga pake jatoh tapi rasanya luar biasaaaaaa. Lemparannya lumayan keras dan banyak momen “aaaaa…ooooo…aaaaa….yeehaaaaaa”-nya. Hihi. Cuma mehong, seorang lima puluh ribu. Itu juga uda pake senyum tawar-tawar saya ke Mas Dio (penjaganya). Hihihi. Hiks.

Selesai UFO-ing, kami ngobrol-ngobrol sebentar lalu kembali ke kamar. Tedooooorrrr…

Bersiap untuk ke pantai lagi di malam harinya untuk liat fireworks dan taun baruan.. Hahaaaay…

Senyum dulu ah.. 🙂

Advertisements