Bahasa Malaysia dan Indonesia..

“I wonder, do you understand Malaysian language because I feel that it’s pretty similar with your Bahasa.”

Itu pertanyaan dari teman satu hostel yang saya lupa namanya. Jawaban saya adalah “No. Not that easy. I need time to digest what they’re sayin for sure. Hihihi.”

Bener deh, kalau membaca tulisan dalam Bahasa Melayu Malaysia, mungkin saya masih ngerti ya, tapi kalau mendengar langsung (apalagi kalau diucapkan dengan cepat), saya beneran bengong. Saya pernah nonton AFC dengan hostnya berbahasa Melayu Malaysia dan sepanjang acara saya mencoba membuat diri saya mengerti apa yang orang ini bicarakan. Hasilnya, nol besar. Saya langsung ganti channel. Hahaha.

Orang Malaysia bisa menyambung bahasa Melayu dengan bahasa Inggris dalam satu kalimat back and forth. Seperti: So, later you lihat signboard kita yang show arah jalan di round point, nah putar lah ke left lalu nanti nampak ka Shell and bejalan sikit dan Maybank ada lah tak jauh.”

TIGA DETIK saya mencoba mencerna itu. Itu pun dibantu dengan arah tangan yang dia tunjukkan. Hahaha. Tapi lalu tiga hari saya di KL, seperti biasanya saya yang cepat mencerna dan mengikuti bahasa lokal, saya langsung bisa berbicara yang mereka mengerti dan mengerti yang mereka bicarakan. Tapi itu malah jadi bumerang ketika kemudian saya sampai di Singapore karena Bahasa Inggris saya jadi patah-patah dan saya jadi mencampur Bahasa Inggris dengan Bahasa Melayu, lalu menertawakan diri saya sendiri. Hihihi. Oh Lord.. :)))

Lalu jika Bahasa Melayu Malaysia lucu bagi kita yang orang Indonesia, menurut mereka gimana ya? Ketika saya dan Silka dalam perjalanan dan ngobrol dengan Addy – teman di KL, ini penggambarannya:

Silka: Addy, do you find our language funny?
Addy: Yeaaaah.. Do YOU find our language funny?
Saya dan Silka: YAAAA!!! Hahahaha..
Addy: Apa lah tu sabuk keselamatan. Sabuk keselamatan.
Saya: Sabuk is belt, keselamatan is safety. What about tali keledar?? What is keledar??
Addy: I DON’T HAVE ANY IDEA!!

Buahahahahhahahaha….

See, sama lah, bagi kita bahasa mereka lucu, bagi mereka, bahasa kita ya sama lucunya. Hahaha.

Senyum dulu ah.. 🙂

Advertisements