Wisata di Peta KL..

Melihat peta wisata yang diberikan percuma (gratis maksudnya, percuma is gratis in Melayu Malaysia) di bandara, saya langsung senyum-senyum sendiri. Di petanya, banyak sekali hal-hal yang ‘sepertinya’ bisa kita lihat, KL tetiba (kalau ini bahasa twitter, bukan Melayu Malaysia) jadi area kecil yang penuh wisata budaya (dan lingkungan). Tapi lalu saya cengengesan ke Silka dan berkata “Ini Malaysia tries too hard untuk punya hal wisata ya?” Silka langsung angguk-angguk setuju.

Kenapa saya bilang begitu? Karena di petanya ada gambar pohon-pohon dan ada namanya di bawah gambarnya lengkap dengan berapa (kira-kira) usia pohon itu. Hihihi. Jadi ada gambar pohon dengan nama “Banyan tree 80 years old” dan ada gambar lain dengan nama “Half a century old Ketapang Trees”. Hihihi.

Saya mungkin bisa cengengesan karena faktanya di Indonesia banyak sekali pohon-pohon yang berusia sama atau bahkan lebih tua dari yang ada di KL ini, tapi ya pohon-pohon ini ngga masuk ke peta (oh wait, emang Indonesia punya peta wisata gitu??), dan saya ngga tahu apa para wisatawan bule memang suka datang dan nyusur jalan untuk melihat pohon berusia delapan puluh tahun teronggok diam di pinggir jalan. Hehehe. -__-“

Senyum dulu ah.. 🙂

Advertisements