Anak (Indonesia) Manja di Singapura..2

Besoknya, kami ketemu lagi di gedung inti untuk makan pagi. Saya taro tas, tas kamera, BB di atas meja lalu menuju ke meja makan untuk panggang roti. Selesai manggang roti, saya ke meja (yang ada si Barbie) untuk oles mentega dan selai. Tiba-tiba saya dengar teman Barbie yang kemarin mengidemkan Jakarta bilang ke si Barbie “Kamu antri sendiri gih, ini (toaster) rotinya antri. Aku mau makan..” dan si Barbie menjawab manja “Aaaa, ga mauuuu. Antriin. Aku maleeesss..” sambil masih tetap duduk. Saya, literally, bengong. Ini teman apa ajudan sik?? *sigh*

Enoff bout Barbie ya, sekarang cerita lain lagi. Masih di hostel yang sama. Di malam pertama, saat saya sudah tidur, lampu kamar juga tiba-tiba dinyalakan. Saya terbangun dan spontan bilang “What theeee??” dan ternyata itu host hostel saya yang langsung minta maaf, harus menyalakan lampu karena mengantar tamu baru masuk. Tidak berapa lama, lampu dimatikan. Tamu yang baru datang berbicara sambil berbisik. Walaupun masih mengganggu bagi saya yang pendengarannya agak tajam, tapi at least mereka tau sopan santun. Hehehe. Besok paginya kami bertemu di dekat kamar mandi, ternyata orang Surabaya. Nah mereka uda bagus tau tata krama tinggal di dorm ya, pas malamnya mereka ngobrol lah sama si Barbie dan teman-temannya. Kemudian tiba-tiba jadi sama nyebelinnya sama si Barbie. Yang lampu dinyalain lah, yang ngobrol dengan suara kencang lah, dan heitsnya, pagi-pagi masih jam enam apa tujuh gitu, mereka sudah pada bangun, ngobrol di kamar dengan suara keras, lampu dinyalakan semua. Orang gila!! Si bule sampe bangun dan keluar. Berisik banget!!

Lucunya, saat makan, mereka bawa Indomie sodara-sodara. Hehehe. Bukan Pop Mie lho, Indomie!! Hehehe. Mau dimasak dimana mbak’eeee?? Akhirnya mereka ga masak si itu mie (yaiyalah) dan makan roti panggang aja. Nah di sini terjadi kelucuan lagi. Jadi, pemanggang itu ada dua. Dengan banyaknya penghuni hostel, antri dan gantian donk pakenya. Maka, normanya, kalau roti sudah naik, segera diangkat, jangan bikin orang nunggu lama – karena orang ga akan mau ambil roti yang bukan miliknya toh. Saya sedang makan dan ngobrol sama Silka sampai kemudian seorang bule dengan agak emosi teriak “Who’s bread is this?? Helloooo, who’s bread is this??” Ga ada yang jawab. Dia teriak lagi “Hellooooo, who’s bread is this??” Ga ada yang jawab lagi. Lalu dikasitau penghuni lain, itu rotinya Mbak Surabaya (yang sedang asik duduk dan ketawa-ketiwi sama temannya di sofa *sigh*). Akhirnya bule itu mendekat lalu bilang, “Hello, scuse me, your bread is ready!!”. Emosi banget bulenya. Dan, si Mbak Surabaya cuma ngeliatin tu bule sambil bengong. Bulenya ngangkat tangan kayak bilang “Hah?? What theee??” sampai kemudian orang Jepang bilang “Wait wait..” ke bule dan bilang dengan terbata-bata “Roti sudah siap” ke Mbak Surabaya. Dan Mbak Surabayanya baru nyadar. Sementara di tempat pemanggang itu uda ada kali delapan orang antri mau pake panggangannya. Saya cuma melongo. *sigh*

Ini ketemu yang beginian yang bikin males ni. Saya bukan malas karena dia orang Indonesia yang bertindak kampungan ya. Kampungan kalau ga snob, masih lucu. Kalau uda kampungan trus pake snob, ya mbok sadar diri, mending tinggal di hotel, jangan di hostel. Hehehe.

Senyum dulu ah.. šŸ™‚

*ini agak kasar ya postnya?? Maapkan ya, lagi PMS gitu saya.. Hahaha.. Nyalahin PMS.. :p*

Advertisements