Stronger!! I am.. :) – 1

Beberapa pengikut saya di Twitter (<– kalimat ini kesannya saya punya sekte apa gitu ya..hihihi) mungkin kemarin capek dengan kicauan saya yang isinya sediiiiih terus. Hehehe. Pada akhirnya, di hari kesekian, saya memutuskan untuk tidak berkicau saja. Daripada berpotensi membuat orang sedih dengan kesedihan saya, maka kemudian saya diam mengalihkan emosi dengan BBM-BBM curhat. Hahaha. Sama aja si sebenarnya, tapi yang saya BBM cuma beberapa orang kok, itu juga mereka yang BBM duluan menanyakan kabar atau menyemangati. SUMPEEE!!! :p

I was pretty much in my lowest point recently. Saya lelah, saya tidak tahu apa yang salah, saya sebal sama diri saya, dan sebal sama keadaan. Untung tidak sampai sebal sama Tuhan. Ancur mina kalau sampai kejadian. Hehehe.

Minggu kemarin (dan kemarinnya lagi) saya sedang UTS di kampus. Yasalam itu tugas UTS bikin wikipedia article yang paling bikin saya senewen. Semua tugas lainnya jadi terpinggirkan karena berpikir harus goal wikipedia itu. Berat, karena saya tidak bisa sekedar mengumpulkan lalu mendapat nilai. Ini yang menilai adalah orang-orang wikipedia (yang saya ngga tahu siapa), dan nasib UTS saya tertambat di tangan mereka. Yaaaang, sehari sebelum printscreen diberikan di hari Senin, menghapus artikel saya dengan samina mina eey waka waka eey. Hadoh. Ketika tahu dihapus, saya diam, pasrah. Atau bingung lebih tepatnya. Hehehe. Kehilangan minat untuk urus toko juga karena stress duluan. Sudah, begitu doank stressnya?? Jangan sedih cyiiin, masih segambreng!!

Tugas UTS lainnya adalah juga paper (dari lima mata kuliah, hanya satu yang tertulis kayak tes biasa gitu, dan satu lagi one-on-one discussion). Pulang  kuliah di hari Senin, masuk kamar bersiap mengerjakan tugas lainnya, tiba-tiba dapat telpon, bujendral masuk rumahsakit. YASALAAAAMMMM.. Apa lagi siiiih??? I was crying badly. Sebel sama keadaan. Kenapa semuanya kayak menyudutkan saya di saat yang samaaa??? Aaargh!!

Udah itu doank? Eits beloooom. Hehehe. Paragraf ini jika kemudian menjadi polemik, saya terima. Tapi ini blog saya, judulnya ‘The Life Within.” yang berarti apa-apa yang terjadi dalam hidup saya. Dan ini adalah bagian hidup saya, maka saya akan menuliskannya. Ya, untuk beberapa yang bertanya-tanya (dan kemudian ada yang berani menanyakan via BBM..hihihi…Halo Mbak Nia.. :p), saya pisah sama Aldi – suami saya. Setelah menikah 4.5tahun, akhirnya saya kalah dalam perjuangan menyatukan pemikiran, menguntai jalan. I’m not going to point out who’s wrong here, dua-duanya salah. Saya tidak memenuhi ekspektasi Aldi, begitupun Aldi tidak memenuhi ekspektasi saya. Satu-satunya yang sama dari kami adalah bahwa kami sama-sama memiliki ekspektasi tinggi untuk membentuk pasangan sesuai keinginan. Dan itu salah. Ketika kemudian saya menyadari itu salah, semua sudah terlambat. Hati saya sudah jatuh dan terinjak dan tidak mungkin kembali ke bentuk semula. Sudah pecah, dan karenanya, saya memilih berdamai dengan diri sendiri dan berpisah.

Dan berkaitan dengan cerita sebelumya, di hari Selasa adalah pengadilan pertama dalam proses cerai kami. Bohong kalau saya bilang saya tidak kepikiran, tentu saya kepikiran. Saya akan melakukan sesuatu yang dibenci Tuhan. Apa yang bisa saya pertanggungjawabkan dari itu? Tapi keputusan ini sudah bulat. Menjadi dewasa adalah mampu menjalani keputusan yang saya buat sendiri, bertanggungjawab untuk hidup saya sendiri. Maka saya menjalankannya. Dan siapa yang pernah menyangka, justru dari ruang tunggu pengadilan itu, saya kemudian mengetahui saya adalah perempuan yang cukup kuat untuk terus bisa bertahan dalam apapun yang Tuhan berikan. Cobaan tidak akan melebihi kemampuan kalau kata Kak Jerzy. Maka Tuhan berikan saya banyak cobaan dalam waktu bersamaan berarti Tuhan berpikir saya cukup kuat untuk membuktikan itu. Dan apa yang lebih menyenangkan dari menyenangkan dan membuktikan kebenaran pemikiran Tuhan? Maka saya tersenyum. *yak, I sound like Pak Mikhael dosen Filsafat saya ya.. -___-“*

Pulang dari pengadilan, saya baru ke rumasakit. Saya terbiasa menemani bujendral setiap beliau masuk rumasakit, maka kali ini, walaupun belum dengan persiapan apa-apa, saya memutuskan untuk menginap menjaga beliau. Puji Tuhan, bujendral bukan tipe yang susah tidur sehingga beliau tetap bisa istirahat dengan baik sementara saya mengerjakan tugas sampai jam dua pagi setiap harinya. Perlahan tapi pasti saya mengembalikan kepingan diri saya yang sudah terserak. Saya mampu. Saya meyakini itu.

Hari Rabu itu akhirnya artikel kedua saya masuk wikipedia. Kali ini, sampai terakhir tadi saya cek, masih bertahan. Semoga akan terus berada di situ. Saya tahu saya kurang maksimal berusaha di artikel pertama. di artikel kedua ini saya jor-joran. Dalam doa malam saya ucapkan, “Kalau pun nanti kemudian artikel  ini tertambat kembali, Tuhan. Saya akan berpasrah diri, tapi Kau tahu betapa aku sudah berusaha semaksimal mungkin, dan aku tahu, itu yang masuk perhitunganMu.” He grant my wish. It is still there. Hopefully forever. Amin.

Sudah begitu ajah? Beloooom.. Masih ada Kamis kaaan. Hihihi.. Lanjut di bagian dua yaaa..

Advertisements