Perjalanan dari dan ke Bromo..

Jadi dua hari lalu akhirnya saya ke Bromo. Ahahaha. Kenapa saya ga dari dulu ke Bromo padahal saya sering ke Jogja adalah karena biasanya saya ke Jogja untuk santai-santai. Jadi emang cuma pengen leyeh-leyeh aja. Atau giliran uda mau ikutan tur ke Bromo, eh waktunya ga pas. Ya begitulah. Hehehe. Tapi kali ini saya berniat, saya akan ke BROMO!! HAK!! Semangaaaat!!! *koprol bolakbalik*

Sampai di Jogja tanggal dua, saya langsung daftar tur ke Bromo untuk keesokan harinya. Dilihat-lihat, tadinya saya mau 3hari2malam, tapi ternyata saya baru akan kembali ke Jogja Minggu paginya sedangkan Minggu itu saya mau ke Borobudur dan kasian teman dari #PasukanNgepet kalau mereka sampai di Jogja saya ga ada (yang kemudian bikin kepala saya mendidih karena ternyata yang satu ga jadi datang karena ketinggalan pesawat. Dan kedatangan mereka ga jelas dari awal. Ga usa ditanya ya yang ini, speechless lah saya pokoknya.).

Saya berangkat jalan kaki ke tur tempat saya daftar kemarin, hebat ya, jalan kaki. Lha iya, wong cuma selemparan kodok gitu tempatnya dari rumah eyang. Hahaha. Saya datang, eh krik krik krik, turnya belom buka ajaaaah. -___-” Akhirnya saya yang buka duduk di depannya. Ngemper. Hehehe. Ga berapa lama turnya buka (dan saya tetep ngemper), lalu datanglah minibus yang akan bawa saya ke Bromo. Ahuy!!

Mas-mas minibus: Mbak duduk depan ya, mbak?
Saya: Loh kenapa ga di belakang?
MMM: Belakang sudah penuh’e mbak. Lagipula mbaknya kecil’e badannya, yang di belakang nanti gede-gede mbak.
Saya: Gada tempat sama sekali di belakang? *dengan muka nyureng*
MMM: Ndak ada mbak.
Saya: Ah yasudah kalau begitu, tapi jika nanti saya lihat ada tempat di belakang, kau akan tahu akibatnya ya mas. Kau akan tahu akibatnya!!! Hati-hati Ki Sanak!!

Ga denk, saya yang kalem ini ga jawab gitu, saya cuma jawab “Oh..” trus luncat ke kursi. Hehehe. *anti klimaks*

Yang hebat dari perjalanan ini adalah berangkat maupun pulangnya ada cerita. Pas berangkat, saya yang terkantuk-kantuk habis tidur kemudian sekelebat melihat makhluk berwarna coklat di luar. Melambai-lambai. HAH?! APA ITU?? APA INI?? Jeng jeng….. Ooooh, bapak polisi denk. -___-“

Minibus saya diberhentikan. Saya tanya ke pak supir, ada apa? Katanya, dia tadi nerobos lampu merah. HAAAA…. *tung pak supir!!* Pak supir minggir dan turun, saya makan Happy Tos. Ga berapa lama dia naik lagi, lalu minibus jalan lagi. Sampai di ujung jalan, ia minggir lagi, kali ini ke kantor polisi kecil gitu di pojokan jalan. Saya tetap makan Happy Tos. Lalu ia masuk lagi.

Saya: Gimana pak? Tilang ya?
Pak Supir: Iya mbak, lha dia minta 250 ya mending tilang aja.
Saya: Oooo, jadi sekarang ga ada SIM donk nyetirnya.
Pak Supir: ….  *hening*
Oke, saya anggap it’s a yes. Hihihi. Lanjut makan Happy Tos.

Maka meluncurlah minibus ini dengan pak supir yang baik jalannya, tuk tiktak tik tuk tiktah tiktuuuuk tak memiliki SIM. :))

Kemudian yang saya ga berani bilang sama siapapun yang menemani saya di BBM adalah, saya duduk di depan daaaaan, tidak ada seatbeltnyaaaa. Ahahaha. Oke, saya berani bilang sekarang karena yang penting saya sudah selamat ya. Hehehe. Tenang sudara sudaraaa.. :))

Lalu pas pulang, ada cerita lagi. Kembali ke Jogja hanya berempat. Saya, Yuki, Ben, dan Satoshi. Satoshi duduk di baris kedua, Ben di baris ketiga, saya dan Yuki di paling belakang. Sepanjang jalan saya ngga bisa tidur sama sekali, entah karena apa. Padahal pas berangkat saya tidur nyenyak beberapa kali. Lalu sampai di Pasuruan, saya mau ubah posisi duduk, tiba-tiba BLETAK!!!! Huaaaa.. Wuopoiku??

Lalu minibus melipir dan kami semua baru sadar. Kaca depan pecaaah!! Huaaaaw. Pecahnya menyeluruh. Yuki langsung sibuk bertanya, “Indi, are you okay?” melihat wajah saya yang masih setengah sadar ga sadar gitu. Hihihi. Yang paling banyak pecahan kaca tentu di barisnya Satoshi. Bahkan disana ditemukan benda yang menyebabkan semua ini terjadi, sebongkah batu tak bernyawa!! (ya menurut loe Lan?)

Melanjutkan perjalanan dengan kaca depan seperti itu tentu sudah tidak bisa. Menunggu minibus pengganti pasti lumayan lama, akhirnya saya nanya, “Mmm, you guys wanna check the rice fields??” Sumpe, bukan maksud apa-apa ya ngajak mereka ke sawah, cuma yang ada di sekitar cuma sawah doank. Emang si ada kawinan, dan mereka juga penasaran pengen liat, cuma kan ga mungkin saya aja tiga bule and crash the wedding. Hahaha. Jadi sawah adalah pilihan yang tepat. Seperti kata mbak-mbak Pizza Hut, “PIlihan yang tepat sekali..” *nyodorin jempol*

Jadilah kami jalan-jalan keliling sawah. Lumajan, 30menit dari 40menitan waktu menunggu kami habiskan di sawah.  :))

Ah, perjalanan berangkat dan pulangnya aja uda luar biasa lah Bromo ini. Hehehe. This, by far, my most memorable trip. Hahaha.

Senyum dulu ah.. 🙂

Advertisements