Declutter…

Saya suka kata ‘declutter’. Declutter artinya menurunkan level clutter. Clutter artinya penuh. Nah jadi saya sih mengartikan declutter itu sebagai kegiatan bersih-bersih. Hihihi. *njomplang* Saya meyakini kalau (mulai dari) tempat tinggal saya bersih, maka hidup saya jadi lebih nyaman. Kalau tempat tinggal saya riweuh dan penuh, saya pasti jadi gampang emosi. Hihihi. Saya sendiri tipe orang yang baik-baik aja membuang sesuatu. Tapi untuk yang sedih ‘membuang sesuatu’ maka mari diganti istilahnya jadi ‘memberikan supaya lebih berguna’. TSAH!! *kitik2Silka*

Dua hari lalu saya menyempatkan membereskan lemari saya yang yasalam penuhnya. :p. Saya punya kebiasaan untuk mengeluarkan semua isi lemari tiap dua bulan sekali untuk sortir mana baju yang masih dipakai dan mana yang engga. Lalu disusun ulang secara rapi. Enak aja gitu liatnya. Hehehe. Baju yang sudah tidak dipakai langsung saya plastikkin. Dulu saya kasih mbak ART (yang membuatnya susah pas pulang kampung karena baju dari saya lebih berat dari bahkan kopernya dia. Hahaha).Sekarang saya kasih ke satu satpam favorit saya, untuk keluarganya. Lebih berguna kan. Semoga saja. Amin.

Saya lupa motret lemari saya sebelumnya, tapi kalaupun dipotret, saya ga yakin mau publish di sini. Kekeke. Tapi inilah lemari saya sekarang. Rapi nan caem. Kecuali bagian tas di kiri bawah yang belum sempat saya beresin. -_____-” Lemarinya sudah rapiiii, isinya sudah menyedikiiiittt, ngambil atau naro barang jadi mudaaaah, masih ada space lumayan banyaaaaak, bisa beli baju lagi. Okesip. Mari shopping!! HLOH?! :p

Senyum dulu ah.. 🙂

PS: And yes, saya juga almost tiap enam bulan sekali nurunin semua koleksi sepatu saya untuk disortir (most of them are Moonaddict. Yaeyalaaaah :p). Yang sudah ngga saya pakai, sekali lagi, jatuh ke keluarga satpam kosan saya itu. And guess what?? Kaki saya size 37-38 dan itu dipakai oleeeeeeh ANAKNYA DIA YANG MASIH SD!!! Buset dah anak sekarang kakinya gede-gede beneeeerrr… :)))

Advertisements