Berdamai.. Dadah dadah..

JORDAN!!
JOEY!!!!
BRIAN!!!!

Aaaaaa!!!

Yak kemudian ibu-ibu itu akan menggila. Berteriak melihat pemuas dahaganya. Kikikiki.

Kenapa saya bilang ‘ibu-ibu itu’? Karena saya, Rembulan Indira Soetrisno, dengan sadar dan rela, telah menjual kembali tiket NKOTBSB saya tepat dua hari sebelum acara. πŸ™‚

Bisa dikatakan, New Kids on The Block dan Backstreet Boys adalah dua boyband that I grew up with. I remember having their posters on my wall, smiling at me cutely, taking me to a deep sleep. Dan mereka adalah boyband yang hampir semua lagunya saya hapal di luar kepala. Yang ketika saya putar lagi dari CD yang sengaja saya beli berbulan lalu untuk persiapan mengembalikan romansa 90an, masih bisa saya nyanyikan kembali. Yang bahkan nada awalnya sudah mengembalikan ingatan saya akan lagu apa itu. Ya, sebegitu lah kentalnya mereka dalam hidup saya.

Saya membeli tiket NKOTBSB dari pre-sale di bulan Januari. Bayangkan. JANUARI!! Almost six months before the concert due. Langsung cash!! Semangat banget!! Agak janggal dilakukan bagi saya yang tidak terlalu suka nonton konser musik kecuali orkestra musik klasik (don’t get me wrong, bukan sok kece, cuma selain saya memang kece bagi saya, musik klasik memberikan ambiance yang berbeda kalau didengarkan secara live, sedangkan musik pop ya biasa aja. Hehehe. Maapkan. *salim* *kecupdamai*). Bottom line, I was all prepared.

Semakin ke Juni, saya sesungguhnya semakin lupa ada konser ini. Kekeke. Sampai kemudian koran harian saya ribut membicarakan NKOTBSB sekitar sebulan sebelumnya, saya baru sadar. Dan euforianya mulai terasa kembali. Saya jadi mulai nanya ke teman yang dulu bantu urus voucher beli tiketnya. Dan kemudian inilah awal mula kemudian mood saya menurun.

Pengurusan tiketnya, iya belibet. Sorry, I have to admit that. Penukaran voucher baru bisa sehari sebelumnya dan saya harus ambil di tempat temannya teman (bukan teman saya, tapi temannya teman saya itu yang bahkan saya juga ga kenal *rauwisuwis*). Harus diambil di kantornya di Sudirman sementara pada saat yang bersamaan, saya sedang melaksanakan tugas mulia menemani bujendral di Kepa Duri dan ga mau meninggalkan bujendral di tengah hari hanya untuk ngesot ambil tiket itu (ya, I act like a princess, sue me. *kibasrambut*) Jadi, frankly speaking, mood saya sudah turun karena pengurusan tiket ini aja.

Lalu, dua sahabat yang sedianya akan menonton bersama sudah membatalkan pembelian tiket karena hil hil yang mustahal saya ceritakan di sini. :p Jadi, saya akan nonton sendiri. Makin kan tu. Hehehe.

Ada hal lain yang membuat saya urung tapi tidak bisa saya ceritakan di sini. Karena apa? Karena saya kece. Okesip. Lanjut! :p

Kemarin, semakin malam, saya semakin kehilangan minat nonton NKOTBSB ini. Tapi masih ragu. Saya takut akan menyesal, seperti saya menyesal tidak menonton konser Boyzone kemarin yang merupakan konser terakhir mereka sebelum akhirnya mereka membubarkan diri. Saya ragu. Jadi saya diam dulu.

Akhirnya di menit terakhir di hari itu (dua hari sebelum konser), saya menjual kembali tiket saya. Saya tawarkan via Twitter dan BBM status dan beberapa menit setelahnya, tiket terjual. πŸ™‚ Puji Tuhan.

Sekarang, the D day, euforia ibu-ibu itu semakin menggila. Tapi ternyata, saya bisa membacaya dengan legawa. Tidak ada sedikit pun penyesalan. I’m fine. Saya berdamai, mengangkat tangan, dan melambaikannya pada mereka, NKOTB-BSB. πŸ™‚ Have fun tonight you guys. πŸ™‚

Dan kalian, remaja usia lanjut dan ibu-ibu, have fun yaaaaa… Jangan pada nakal angkat-angkat rok sama lempar bra yaaaaaa.. Hahahaha..

Senyum dulu ah.. πŸ™‚

Then..
Then..
NOW!!
Advertisements