Perempuan dan Rasa Sakit

Pertanyaan yang keluar ketika kemarin sedang waxing: Lalalala Yeyeyeye..

What’s wrong with perempuan dan rasa sakit ya? Perempuan itu makhluk yang tergila-gila sama rasa sakit sepertinya. Dan karena saya perempuan, saya memang termasuk. (ya makanya ada post ini :D)

Perempuan bisa lho menahan sakit saat melahirkan (oke, ini natural ya.. ga bisa dibandingin sama lalaki)
Perempuan bisa lho menahan sakit saat haid (oke, another i-dunno-why’s-this-happening-to-me thing)

Tapi disebalik momen natural yang hanya bisa dimiliki oleh perempuan itu, ada beberapa aktivitas lain yang biasa dilakukan perempuan, bisa dilakukan juga oleh lelaki, tetapi bisa dihitung jari lah lelaki yang bersedia melakukannya.

1. Anything for kurus bebi, anything for kurus..
Rahasia umum (rahasia kok umum? Emangnya WC?) bahwa kebanyakan perempuan terobsesi memiliki badan kurus. Kalau ga kurus banget ya kurus ajah. Dan obsesi ini membuat beberapa perempuan membabi buta melakukan apapun agar bisa melihat kilo demi kilo berkurang dari timbangan dan tubuh semakin menyiluet. Padahal, cara untuk jadi kurus ini ga mudah lhooooo. Ada yang minum obat *uhuk, saya pernah*, ada yang suntik kurus *uhuk, pernah juga*, dan bahkan memakai korset yang kencang membebat tubuh selama minimal 8jam per hari *uhuk uhuk uhuk, iyaaaa, sayaaaa*. Semua demi apa?? Demi kurus. Yak sekian dan terima cium. :*

Dibilang dangkal ya dangkal. Dibilang lebih psikologis ya lebih psikologis juga. Kalau saya, saya gerah kalau uda kegendutan dikit, gerak jadi ga enak, sebagai model badan juga jadi ga enak dilihat. Dilihat sapa? Ga usa jauh-jauh, saya yang ngeliatnya sendiri di cermin aja senep!! :))) Butuh waktu lama (dua puluh enam tahun sodara sodarah!!) bagi saya untuk menyadari hal kecil yang memberi arti: metabolisme tubuh saya membaik dan saya mengurus kalau saya happy!! Hahaha. Jadi perhatikan, kalau saya menggendut, berarti saya lagi stress tu. Peluki aku pemirsah, peluki akuuu.. :p (Dan perhatikan foto saya kalau lagi jalan-jalan, seringnya, kalau lagi jalan-jalan, saya mengurus. Karena apa?? Karena happy!! Ahahaha.)

2. The higher the heels, the closer to heaven..
Itu sering saya ucapkan kalau lagi iseng menanggapi permintaan buyer yang ga mau heels sepatunya tinggi-tinggi. Pemikiran harfiah: Lebih tinggi heelsnya, lebih dekat ke surga!! Hehehe. :p

Padahal ya, emang pake sepatu hak tinggi itu nyaman? Demi si ganteng dr. Hank di serial Royal Pain, ga ada yang namanya sepatu hak tinggi itu nyaman. GA ADA!! *ga sante* Mau dibilang ‘kami adalah perusahaan sepatu khusus hak tinggi yang menawarkan kenyamanan’ tapi ya logikanya aja, kaki menceracat naik dan posisi kaki tidak langsung menapak bumi, plus keharusan menjaga keseimbangan dan memindahkan beban tubuh ke belakang ketika tubuh cenderung doyong ke depan. Hyuk mari!! Dibilang painful si engga, cuma juga engga painless. Hihihi. *peace* Tapi kenapa banyak perempuan yang terkhila-khila sama high heels?

Kalau saya, alasan utama masih memakai high heels adalah karenaaaaaaa: saya suka melihat kaki saya lebih jenjang dan betis saya mengencang sehingga terlihat seperti bulir padi. Hahahaha. Untuk para lelaki yang membaca bagian ini, maapkan kalau kalian tidak mengerti apa yang saya tulis. Eh tapi kalau kalian mengerti, jeng jeng, saya malah curiga. Hihihi. *piku piku dagu*

3. Oh dear eyebrow..
Siapa di sini yang tergila-gila cukur/cabut/tato alis? Hyehehehe. Beberapa perempuan bisa jadi senewen kalau alis ga rapi. Semakin seperti semut berbaris, semakin baik mood hari itu. Hahaha. Dari mulai cabut alis, trus cukur, trus threading, dan sekarang tato, semuaaaaa deh demi menarik minat semut-semut itu. *taro gula di alis*. Kalau pun sudah rapi, eits, jangan salah, Dewi Cantikiya sudah menciptakan sebentuk barang bernama pensil dan sikat alis. Hyuk pakein pensil dan sikat-sikat lagi. Demi apa? Sekali lagi, demi menarik minat si semut. Okesip. *olesin madu di alis*

Apakah urusan peralisan ini ga sakit?? ISH!! Kata saposeee?? Saya tidak termasuk orang yang seneng main-main sama alis saya yet alis saya pernah sekali dicukur sama ibu perias. Saya lagi merem lalu tiba-tiba merasakan cubitan perih di alis. Ketika kemudian membuka mata, bertenggerlah itu cukuran alis di dekat alis saya. Gilole!! Teriak-teriak saya waktu itu. Hahaha. Bukan hanya karena sakit, tapi juga karena prinsipnya, saya ga suka alis saya diapa-apaiiiiin!!! *spank ibu perias!! permisi dulu kek bu!!* >.<

4. Jinjing menggonggong, pundak sakit bertalu..
Tas jinjing itu lucu. Cute. Manis. Stylish. Tapi itu sakiiiiit!!! Hahaha. Pegangan tas yang dilingkarkan di tangan itu biasanya meninggalkan bekas merah. Karena tasnya berat. Karena isinya banyak. Karena peralatan perang dibawa semua. Hihihi.*masukin tank*.

Banyak perempuan yang suka banget sama model tas jinjing ini. Padahal sakit. Karena apa? Karena lucu aja. Lalalala Yeyeye. Hihihi. Kalau pun tasnya bukan tas jinjing, either tas sampir atau tas pundak, pasti tetap akan sakit sih. Karena itu tadi, bawaannya banyak, jadi berat. Hihihi. Dikira seminggu sekali saya refleksiologi yang jadi fokus utamanya apa coba?? PUNDAAAKK!! Oh my itu yaaaaa, crucial!! Pundak pegal, sakitnya bisa sampe ke kepala (yaiyalah). Saya sampe sempet mikir lho, saya ni bawa apa aja ya kok bisa berat banget tas saya itu. Hahaha. Pas saya keluarkan lalu susun ulang tetap berat. Abis semua kayaknya perlu. Hihihi. Yang saya bingung, itu lalaki kalau jalan kok melenggang aja. Emang ga pada bawa tissue? Mmmm, kunci kamar/rumah? Mmmm, dompet? Mmmm, buku catatan? Mmmm, cermin lipstik bedak sabun? Mmmm, ponsel? Mmmm, hand sanitizer? Mmmm, pulpen? Mmmm, boks kartunama? Mmmm, charger BB, charger hape? *pengsan*

Grafik berat tas ini akan semakin bertambah massanya kalau sudah memiliki anak. Tambah tissue basah, bedak bayi, botol susu, baju ganti anak, pampers, dan bahkan ada yang bawa sepatu ganti anak. Kikiki.

5. Last but not least, bulu bulu, shoo shoo!!
Perempuan banyak yang gerah sama bulu-bulu halus (atau tidak halus) yang tumbuh di sana-sini. Pengennya kulit mulus tanpa gurat bulu-bulu itu. Solusinya? WAXING!! Hehehe. Or kalau ga waxing ya cukur pake razor itu lah. Masanya Eva Arnas dengan bulu ketiak yang lebat sudah lewat sodara-sodara, jadi mari waxing underarm. Lebih lanjut, kalau pake rok/celana pendek ga elok lah kalau di kaki ada bulu, maka mari waxing half legs/full legs. Semakin kesini, kalau pake bikini itu geli ah kalau ada bulu (atau rambut?) menyelinap, maka mari waxing bikini atau Brazilian. Hehehe. Prosesnya ga sakit? Enggaaaa, cuma agak sengkring aja. Hahaha.


Caramel/lilin yang sudah dilelehkan, hangat-hangat (hangat kok..kalau kepanasan ya bilang aja sama mbaknya minta ditiup-tiup.. -___-) dioles ke bagian yang ingin dihilangkan bulunya. Lalu ditaruh selembar kain strip di atas lilin itu. Lalu ditekan-tekan sehingga lilin menempel di kain strip. Satu, dua, tiga, tarik HYAK!!! Nahahaha. *senyamsenyum*. Abis itu udah? ISH, jangan sedih cyiiin, belooom. Masih ada proses threading. Menghilangkan bulu halus yang ga bisa hilang pake lilin dan kain strip. Metodenya, bulu digunting dengan benang yang sudah dibuat jadi loop gunting. Rasanya, celekit celekit gitu lah. Hehehe. Underarm sama legs si masih skala 0.5 lah sakitnya ya. Nah sekarang coba bayangkan bikini/Brazilian waxing. Membersihkan bulu di bagian intim. Nyehehe. *joget2, siul2* But easy, dulu sakit, lama-lama bisa tidur kok selama proses itu. Hahaha. Eka pasti ngakak ni baca bagian ini. :))))



Jadi, yeah, saya jadi berpikir.


Ada apa dengan kaum saya ya?
Suka amat sama rasa sakit?
Semua rasa sakit itu dengan rela dan sadar dilakukan.
Are we born masochist?
Eaaaa!!!
Hahaha..


Senyum dulu ah.. 🙂


*Dengan segala hormat, untuk para lelaki yang membaca post ini ga usa terlalu dini bilang “Salah kalian sendiri!!” atau “Suruh siapa melakukan itu semua?” atau “Bego amat jadi perempuan mau aja sakit begitu.” karena percayalah, kami juga ga ngerti kenapa laki-laki mau-maunya menahan kantuk di dini hari untuk melihat sebentuk benda mati ditendang dan diperebutkan belasan orang kesana kemari hanya untuk dimasukkan ke benda mati lain di masing-masing ujung. Dan kemudian bers(d)ukacita padahal yang dibela juga ga kenal kalian. Hahahaha.* *peace* 🙂

Advertisements