Terjebak di Warung Tenda!!

Ini adalah cerita hari ini, ketika kemudian hari ini diakhiri dengan cekikikan dari tiga perempuan dodol dan satu anak kecil yang melonjak-lonjak bahagia. Hihihi.

Hari ini saya janjian ketemuan sama Ari dan Ica dan tentunya anggota ketigasetengah kami yaitu Akira. Setelah saya pikir2, pertemanan saya Ari dan Ica ini lucu. Dekat tapi tidak terlalu dekat. Pembicaraan selalu nyambung dan kami selalu menyempatkan menanyakan kabar by sms (atau twitter, lumejen lah Ica skrg bisa bls tweet. :)))) ), tapi tidak menjadi masalah kalau berbulan-bulan (atau bertahun-tahun?) kami tidak bertemu. Justru karena frekuensi pertemuan yang tidak terlalu sering itulah, kami malah banyak punya bahan untuk bertukar cerita dan tidak punya bahan untuk bisa sebal satu dengan yang lain. *Lha wong isinya kangen. Apipiuw!!*

Pagi ini, saya telat bangun, janji jam11, saya baru bangun jam9. Hihihi. *peace*. Ari sudah siap karena sekalian mengantar dan menunggui Akira sekolah. Saya telat ya dia juga santai aja gitu. Ga ngeburu-buru saya juga karena dia tau saya panikkan kalau diburu-buru, bisa stress sendiri nyetirnya (dan kemudian bisa sampai nangis.. -_____- GIRLS!!). Ica mana? Ya Ica juaranya doooonk. Baru bangun jam SEBELAS LEWAT!! Bahahaha.. Saya juga santai sih akhirnya, cuma sms Ica minta Ica temenin Ari dulu. Ica bangun trus Ari ke rumah Ica deh. Ketemuannya memang di rumah Ica. Pas saya datang, Ica menyambut dengan masih berbalut handuk dan bertanya, “Pergi ga kitah? Kalau pergi gue pake baju ni!!” <– lah jadi, kalau ga pergi, dia akan pake anduk terus gt? Hihihi. *At the end, dia pake baju kok. Padahal sih ga beda dia pake anduk atau baju juga sama aja tampilannya.. Hahahaha*

Karena lagi pada puasa, bingung kalau pergi mau ngapain juga? Akhirnya ya di rumah aja, ngobrol-ngobrol. Obrolan berjalan tanpa henti dan seringnya ga fokus. Lagi ngomongin Depok, di tengah2 bisa nyambung ke Pasar Senen, lalu lanjut lagi dan kemudian melenceng lagi ke Bekasi. Ya begitulah kami. Teriak2 “FOKUSSS!! FOKUSSS!!” tapi gada yang fokus ceritanya. Terlalu banyak distraksi. Hihihi. Kami bertahan di rumah Ica sampai jam buka. Bantu Ica makanin nyiapin makanan berbuka dan kemudian kami berencana mau makan malam di luar. Dan di sinilah awal mula tragedi ini terjadi.

Kami jalan santai keluar rumah Ica, jalan santai sambil ngobrol sampai lalu saya teriak kaget “Wah, ini ternyata kalau malam jadi tempat makan toh..” – merujuk ke tempat dimana kalau siang jadi tempat parkir dengan deretan mobil. Ica santai njawab, “Ho oh..” trus kami ngobrol lagi. Sampai udah mau di ujung jalan, saya agak panik, kok belum liat Opie, mobil saya. Loh, Opie mana? *clingakclinguk*

(Mungkin) melihat wajah saya agak panik, Ica nanya, “Mobil loe mana, Bee?”, saya agak perlu waktu beberapa detik untuk kemudian menemukan kenyataan bahwa:

MOBIL SAYA TERPERANGKAP DI DALAM SALAH SATU TENDA MAKANAN!!

Watde-iiiiihhhh???

Jadi tempat saya parkir mobil itu, kalau setelah jam lima akan berubah jadi warung2 tenda gitu. Nah saya lupa fakta itu dan keasikan ngobrol pas di rumah Ica. Pas kami keluar jam tujuhan, itu warung tenda uda tegak berdiri semua dan di sanalah Opie berada. Di DALAM salah satu warung tenda. AYASALAAAAAMMMM!! *tepokjidat*

Antara mau ketawa sama bingung gimana ngeluarin Opienya. Akhirnya dengan minta maaf minta maaf ke bapak tukang parkir dan mas2 yang punya warung, kami bantu lah geser2 meja untuk kasi jalan Opie keluar. Mas2 yang punya warung keukeuh gitu saya harus minta maaf langsung ke dia. Ya gapapa si, saya pasti minta maaf, cuma lucu aja dia blg “Mana orangnya, suru minta maaf dulu sini!!”. Hihihi. Iya mas, iyaaaa… *salim sama masnya*

Maka bayangkan Opie, mobil saya, terparkir bahagia. Atasnya tertutup terpal, kanannya mepet sama kayu penyangga terpal dan ditutup spanduk, kirinya mepet sama meja buat orang makan dan meja buat bikin minuman, dan belakangnya tertutup spanduk “Pecel Lele, Pecel Ayam” HYUK MARIH!! :))))

Dengan menunggu orang yang ada di meja yang berbatasan dengan Opie selesai makan, dan dengan mundur super perlahan (ya kalau saya grasagrusu alamat jatoh tu tenda.. -____-), akhirnya Opie bebas.

Di jalan ke restoran, saya, Ica, dan Ari ngakak2 di mobil. Inget2 betapa dodolnya kami semua kok bisa sampe lupa itu tempat berubah fungsi kalau malam. Hihihi.

Setelah Opie bebas ini, dua hal yang paling saya syukuri.
Alhamdulillah bannya Opie ga dikempesin. Dan alhamdulillah kami masih bisa tertawa menanggapi kejadian ini. Hihihi. Dah itu aja. *Maapkan aku ya Opie…* *salim gegoleran di kap mobil*

Senyum dulu ah.. 🙂

PS: Di jalan ke restoran, Ica teriak, “AH!! HARUSNYA TADI DIFOTO DULU MOBIL LOE PAS DI DALEM WARUUUUNG!! AH!!” Dan kami semua ngakak!! <– Ya menurut ngoniiiii??? Uda panik kaliiii!! *walaupun iya nyesel kenapa ga foto dulu..lucu tuh Opienya..hihihi*

Advertisements