Danau Maninjau – Si Cantik dari Seberang..

Familiar ngga sama judulnya?
Saya sering tu menulis ‘Si Cantik dari Seberang’ setelah nama saya, jadi, “Bulan – Si Cantik dari Seberang” gitu. Hahaha.Eh tapi kalau Danau Maninjau ini, ini beneran cantik. Ga tipu-tipu kayak saya. :p (tapi yaudah kalau kalian maksa bilang saya cantik, saya mau bilang apa? *mengedikkan bahu* *melengospergi*)Pas pertama mau ke Sumatra Barat, saya ga kepikir mau kemana-mana. Ya paling ke Jam Gadang sama Ngarai Sianok, udah. Tapi kami di Sumatra Barat tu 5H4M, kami punya cukup banyak waktu, plus juga uda ambil cuti, jadi harus sekalian dipolin. Hehehe. Bagi tugas deh. Saya beli tiket untuk kami bertiga (saya, Silka, Acil – Hanum beli sendiri) dan urus sewa mobil untuk di sana. Ngobrolin itinerary sama Silka dan Acil via Yahoo Messenger karena kan kami bertiga anak dihital ya, susah ketemunya, jadi via YM aja. Hahahaha. Dari obrolan, akhirnya lumayan jelas itinerarynya. Salah satu tempat yang kami datangi adalah DANAU MANINJAU.

Saya lihat foto Danau Maninjau dari web tempat saya sewa mobil (iya, sewa mobilnya juga diurus online..kekekek..) dan di fotonya bisa paralayang di atas Danau Maninjau itu. Huwiiiihhhhh, hati langsung bergeloraaaaa. Tapi apa mau dikata, kami baru berangkat siang menuju sore ke Danau Maninjau, perjalanan lebih kurang 1 jam, sudah pasti ga sempat paralayang. Ahuhuhu. *gaya loe Lan, kalau ada juga emang bawa uang buat naiknya?!* :((

Menuju Danau Maninjau harus melewati Kelok 44 (‘kelok ampek ampek’ kalau kata urang Minang) dan secara sekarang sudah lebih paham sama kemampuan diri plus uda ditatar di Aceh, jadi lah saya dengan sadar dan tanpa paksaan memilih duduk di deretan mobil paling belakang sendirian. Silka di depan sama bapak driver, Hanum sama Acil di tengah, dan saya di belakang. Sepanjang jalan, selain liat-liat pemandangan, saya……………..TIDUR. Bahahahahaha. Abisan kan capek abis nikahan Onyaaaa, jadi tidur ajaaaa..(ALASAN!) :p

Kelokannya lumayan lah, tapi ga seekstrem yang di Aceh. Saya lagi santai-santai tiduran sambil dengar musik, tiba-tiba mobil berhenti. HAH?! Uda sampe ni? Cepet amat!! Saya bangun dengan terhuyung  trus nanya, “Udah sampe?” brakk pintu ditutup, Hanum lari ke belakang mobil dan hoek! Jackpot! Hiyak! Kelok sudah mengambil korban pertama: Hanum. Kikikiki. Dan setelah Hanum balik dan tukeran tempat sama Silka di depan, saya baru sadar, heeeeey, ini bahkan belum sampai ke Kelok 44-nya!

Abis lewat Kelok 44, kami berhenti di Kelok 43, duduk-duduk, lihat-lihat, daaaaaaan….. saya jatuh cinta. Ini dia!! Si cantik dari seberang. :’)

Rancak bana ya danaunyaaaaa.. Ah, jatuh cinta..

Kami sempat lama di Kelok 43 ini, minum teh manis hangat dan menghibur Hanum yang mabok. Hehehe. Dan emang birunya danau ini menahan kami pergi sih. Segar banget lihatnya! Kayak ada lapisan kaca di atas lapisan airnya. Kecheeeee…

Dari Kelok 43 ini, Silka Acil dan Hanum menghitung mundur setiap kelok sampai kelok 0. Saya? Ya lanjut tidur-tiduran doooonk.. Hehehe..

Btw, kenapa saya bilang Danau Maninjau in Si Cantik dari Seberang?

Karena kalau kita melihatnya dari dekat, sesungguhnya ini danau biasa banget!! Tapi kalau lihat dari kejauhan, dari Kelok 43, baru kelihatan bagusnya.

Ya sama lah kayak saya, fargenic. Kalau jauh cantik, kalau deket blah!!

Hahahahahahhaha..

Senyum dulu ah.. 🙂

Advertisements