Kemping Manja di Curug Cilember..

Holalahoooo.. Saya kembali.. *bersih-bersihin debu di blog* :p

Kali ini mau cerita tentang kemping manja yang baru saya lakukan akhir minggu lalu. Kenapa dikatakan kemping manja? Karena kemping ini santai banget! Nyampe-nyampe, tenda sudah tersedia, tinggal selonjoran. Makan bisa ke warung yang buka 24jam (bukan…bukan Sevel.. :p). Mau fish spa? Adaaaa!! Mau lihat kupukupu? Adaaaa!! Mau main flying fox? Adaaa!! Mau main ke air terjun? Dekeeet!! Ini kemping rasa main ke mall. Mall Alam. Hehehe.

Curug Cilember ada di Puncak. Posisinya searah dengan Taman Matahari di Cisarua. Kalau kalian dari arah Jakarta, naik menuju Puncak sampai ketemu Resto Cimory yang besar di sebelah kanan, nah sreseeet langsung belok kiri deh. Jangan kelewatan! Karena kalau kelewatan, kalian harus ……… puterbalik. :p

Jalan masuknya memang kecil dan sempit. Kalau bawa mobil dan papasan dengan mobil lain dari arah berlawanan, kalian harus nahan napas biar badan kecilan, baru deh bisa lewat. Ga mau pusing, pakai cara anak-anak Kemping Cukstaw (saya, Mbak Nyanyu, Mbak Atiek, Mbak Astrid, Mbak Dini, Mbak Titi, Mbak Bany, Mbak Reza, dan Mbak Umar — *clingakclinguk mogamoga kabany, kareza, kakumar ga liat ni post*) aja; kami naik kereta sampai mentok di Stasiun Bogor, lalu carter angkot sampai pintu masuk tempat wisata Curug Cilember ini. πŸ˜€

Setelah bayar tiket masuk Curug Cilember (ada beda harga untuk tiket harian sama tiket kemping ya, please take note), mulailah kami jalan di jalan setapak yang rindang. Setelah jalan sebentar, kami ketemu deretan warung-warung makan. Lalu ada kolam kecil untuk fish spa. Lalu butterfly dome (saya ga masuk dan agak menyesal karena ternyata di jam-jam pagi, kita bisa lihat kupukupu ke luar dari kepompongnya..untung Kak Umar videoin, jadi bisa lihat *dan bisa nyesel* Ihiks). Lalu baru deh camping ground (dan apa bahasa Indonesianya ‘camping ground’ kituh?!).

Tenda kami tenda super besar!! Muat untuk 10 orang. Dengan bilik (cailah ‘bilik’) di kanan dan kirinya. Dan ada ruang keluarga. Hahaha. Ini tenda apa rumah?! :)) Tapi untuk yang ke sana hanya berdua atau bertiga, kalian bisa cari tenda sewaan yang lebih kecil, banyak kok. πŸ™‚ Kalau yang ke sana sendirian, mungkin bisa mempertimbangkan cari teman dulu daripada bengong-bengong mellow sendirian di suasana dingin nan womantis. Uhuhuhu. :’) *pukpuk*

Kemping belum lengkap kalau nggak ada api unggun donk. Nah jalan ke hutan untuk mencari kayu mungkin terlalu mainstream. Dan karena kami anti mainstream dalam hal mencari kayu (baca: malas), maka kami pesan api unggun langsung ke bapak yang menyewakan tenda. Hahaha. *joget kemenangan*

Untuk makan, di komplek wisata ini berderet warung makan. Dari mulai sate sampe soto dan nasi timbel, tersedia. Ada bakso dan mie instan juga. Yang mau gegayaan, bisa Nyisha. Yang mau kece, bisa Ngelapa. *apeu* Harganya pun terhitung terjangkau. Jadi soal makan, jangan ribet. Melipir aja di salah satu tiker dan pesan makan sambil kelojotan. πŸ˜€

Namanya saja Curug Cilember; curug artinya air terjun, dan di sini memang utamanya adalah wisata air terjun ini. Air terjun yang terdekat adalah Curug 7. Jadi air terjunnya ada tujuh? Dengar-dengar begitu, tapi kok baca-baca blog orang, tidak pernah ada yang berhasil menemukan Curug 1-nya. :’) Saya kemarin hanya naik sampai ke Curug 5. Itu aja naiknya udah PR!! Mana habis hujan pun, jadi jalur mendakinya yang sebagian besar tanah merah itu licin tak terkira. Kalau ada Mas Ryan Gosling, tentu saja saya pasti minta gendong di punggung. Tapi sayangnya kemarin adanya Kabany sama Kareza. Yakali saya minta gendong mereka.. *ditoyor iyah*

Antara Curug 5 dan Curug 7 sebenarnya bagusan Curug 7, tapi mereka nggak mau dibandingin satu sama lain. Curug 5Β lebih sepi, jadi enak menikmati air dan ambil-ambil fotonya. Kalau Curug 7 itu karena dekat dengan penginapan jadi super feymes (famous maksudnya), puenuuuuh buanget!! Geser kaki aja susah. *lebay* Kami sempat ke Curug 7 lagi di pagi hari sebelum kami balik Jakarta, nah itu lumayan deh tu nggak terlalu penuh. Mungkin karena pintu masuk baru saja dibuka dan yang niat datang ke sana (mencicipi air super dingin itu) hanya makhluk-makhluk kasat mata yang pada kemping saja, jadi masih bisa dinikmati lah Curug 7 itu. πŸ˜€

Siang di hari Minggu, kami pulang. Sudah dijemput oleh bapak supir angkot yang dicarter dari kemarin. Selamat sampai Stasiun Bogor, makan siang, lalu pulang deh menahan kantuk di kereta komyuter nan nyaman itu. πŸ˜€

Kemping Manja hanya di Sabtu Minggu tapi super menyenangkan!! Good friends, good ambiance, good activities = Fun Weekend!!

Senyum dulu ah.. πŸ™‚

Advertisements