Papermoon Puppet Theater – Mwa Thirika

Lama sudah saya dengar nama Papermoon Puppet dengan kekecean permainan bonekanya, tapi tidak pernah ada kesempatan untuk bisa melihat pertunjukkan mereka secara langsung. Alasannya, selain (tetap) karena disibukkan dengan pekerjaan sebagai artis ibukota yang lagi naik daun (berperan sebagai ulat teriak-teriak ‘Pucuk!! Pucuk!!’ sambil uget-uget), Papermoon Puppet juga jarang tampil di Indonesia. Atau kalau di Indonesia, tampilnya di Jogja. Ihiks banget ga sih?! Hihihi. Tapi kemarin, AKHIRNYA, saya nonton juga pertunjukkannya, dan, hanya dua kata satu makna saja yang bisa saya berikan = LUAR BIASA!

Saya menonton pertunjukkan Papermoon Puppet yang berjudul Mwa Thirika di acara Wayang World Puppet Carnival 2013 di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jumat lalu. Semangat45 menembus kemacetan Rasuna Said di hari Jumat, dengan hujan rintik-rintik. Saat datang, antrian sudah penyuh!! Katanya harus daftar dulu baru bisa antri untuk masuk, ya saya sebagai warga negara yang baik dan artis kondang ibukota tentu ikut antri pendaftaran, eh ternyata di pendaftaran hanya menulis nama dan email lalu antri lagi untuk masuk. Bahkan banyak yang langsung antri dan nggak pake daftar lagi karena antriannya memang aneh. Hihihi.

Sebelum pertunjukkan dimulai, Mbak Ria, punggawa Papermoon Puppet, memberikan salam. Lalu pertunjukkan pun dimulai, musik mulai bergaung. Apa yang saya saksikan? Sebuah pertunjukkan boneka yang sangat-sangat hidup, sangat dekat dengan kehidupan, sangat menyentuh, dan penuh makna. Saya kagum dengan bagaimana setiap pemainnya menunduk permisi seperti minta ijin ingin memegang kepada setiap boneka sebelum mereka memainkannya. Saya kagum bagaimana pemain yang memainkan kaki bonekanya saat berjalan bisa begitu indah dan tidak hanya bonekanya tampak berjalan, tapi lebih dari itu, seperti mengapung! Ringan dan hidup sekali. Saya kagum bagaimana walaupun banyak pemain di belakang boneka tetapi yang menjadi bintang adalah bonekanya. Hanya sekitar dua verbal diucapkan, selebihnya, diam, hanya lewat gerakan saja tapi pesan tersampaikan dengan sempurna, eh lebih sempurna kalau mas-mas di belakang ga sibuk jepret-jepret pake kamera dengan suara shutter kencang dan continuous sih. HIH!

Pas nonton, banyak yang nangis. Saya si pedih, tapi nggak sampai nangis. Saya justru nangis saat di akhir acara, Mbak Ria berterimakasih untuk semua yang datang dan berterimakasih juga sama ibu-ibu dari Kramat5; mbah-mbah yang sudah tua dengan kebaya dan kainnya, yang senang sekali dengan cerita Mwa Thirika karena merefleksikan apa yang mereka rasakan, mungkin. 😥 Oh, nangis juga saat Mbak Ria bilang ‘Untuk kalian yang pernah kehilangan, kalian tidak sendirian.’ Huaaaaa.. 😥 Mbrebes mili..

Apa mau nonton Papermoon Puppet lagi? MAU!! BANGET!!
BRAVO, Papermoon Puppet!! 😀

Senyum dulu ah.. 🙂

Aku dan Kak Moyo, pacarnya Angguni. 😀
Kenalan sama teman baru, Mbak Ika!! 😀
Ketemu Angguni lagi.. Yeeha!!

Ketemu Grace juga!! Gee!! Been years!!
Ready.. 🙂
Tupu dan Mbak Ria.. 😀
Kecapean abis pertunjukkan.. Hihihi..
Advertisements