Terbang ke Pulau Umang..

Pernah dengar nama pulau ini?

Pulau seluas 5hektar ini ada di Pandeglang, Banten. Di websitenya, jarak Jakarta ke Pulau Umang diklaim 183km jauhnya, tetapi ketika kemarin saya berkunjung ke sana, sepertinya lebih ya. :)) Eh tapi saya gagal soal ukur-ukuran sih, satu meter aja saya nggak bisa ngebayangin segimana. Hihihi.
Perjalanan Jakarta – Pandeglang itu sungguh lama. Lamanya sebenarnya bukan karena jauh, tetapi karena jalan sedang diperbaiki. Jadi dari dua jalur hanya bisa dipakai satu jalur; ganti-gantian, tunggu-tungguan, gendong-gendongan, peluk-pelukan, gitu lah. Saya berangkat dari Tanjung Duren jam 5 pagi dan baru sampai Pandeglang itu sekitar jam 2siang dengan dua perhentian:
1. Pos Polisi Cibaliung untuk numpang peepee, dan
2. RM Rhino untuk numpang makan.
Mencapai Pulau Umang (kalau dari Jakarta) bisa masuk jalan tol Kebun Jeruk arah Merak, keluar di Serang Timur. Dari situ lanjut ke arah Pandeglang, Labuan, Tarogong, Citeureup, Cigeulis, Cibaliung, Cimanggu, dan terakhir, berhenti di Desa Sumur. Apa saya ngapalin nama-nama desa yang saya lewati kemarin? Otentutidaaaak! Ini nyontek dari webnya kok. Hihihi. Di webnya dikasih dua opsi rute untuk ke Pulau Umang, tapi saya pakai rute yang di atas ini. 😀 Perjalanan kali ini saya pergi sama bujendral dan teman-teman dance di apartemen. Umur kami bervariasi mulai dari 25an sampai 65an. Hihihi. Ruame sangat!! Sepanjang jalan diisi dengan karaoke lagu ….. MANDARIN!! Hahahahaha. Saya kaget deh, ada satu lagu Mandarin yang mama saya apal aja donk dan dese bisa nyanyiin full!! Kece sangat!! *kemudian les Mandarin* *anak kompetitip*
Sampai di Desa Sumur itu nanti ada pondokkan untuk ngumpul sekaligus untuk parkir kendaraan dan kamar menginap untuk supir. Perjalanan dilanjutkan dengan naik kapal menyeberang ke Pulau Umangnya. 10-15menit sahaja. 😀
Cukup banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Pulau Umang. Selain leyeh-leyeh sambil menatap pantai dan berpikir galau tentang kehidupan percintaan, beberapa pilihan olahraga air juga tersedia mulai dari banana boat, donut boat, jet ski, sampai kano. Mau main air tapi nggak mau ikut-ikut olahraga air? Renang-renang cantik aja di kolam pinggir pantainya sambil lihat yang pada main banana boat. Ntar jadi pengen ikutan deh. Hihihi. Selesai main, bisa juga snorkeling. Ada dua spot snorkeling yang ditawarkan: di Pulau Umangnya atau di Pulau Oar (pulau tetangga yang bisa dicapai dengan naik speedboat 8menit!). Hati-hati kalau snorkeling di Pulau Oar ya. Koralnya terhitung sangat dekat dengan permukaan air dan pantai. Jadi kemarin saya bingung gitu, mau ubah posisi ke berdiri pas mau motret teman lagi snorkeling takut kena koralnya, pas mau balik ke pantai juga renangnya aja takut kena koral saking dekatnya. 😥

Di Pulau Umang ini juga kalau malam ada live music. Ihiiiirrr… Teman mama ada yang nyanyi (ho oh, lagu Mandari..teteeep) dan ibu-ibu yang lain pada line dance di depan panggung. Hihihi. Seru sangat!! Saya tadinya mau ikutan ngedance. Tapi sepertinya akan kurang sesuai line dance dengan joget koplo Pantura saya. -_____-
Sedikit kekecewaan dengan Pulau Umang, manajemennya sepertinya kurang baik atau kurang koordinasi atau gimana gitu. Pas selesai snorkeling di Pulau Oar, kami nggak dijemput-jemput donk. Lama banget gitu nunggunya. Mana pula itu jam makan siang. Lapar jendral! Saat ditelpon, pakai ditanya tadi pakai provider mana saat ke Oar. Ya meneketehe!! Wong kami nanti bayarnya ke manajemen Pulau Umangnya kok, bukan ke providernya, jadi ya seharusnya semua pengurusan terpusat lah. Sama halnya dengan pembayaran snorkeling ini. Awalnya kami dikasitahu salah satu marketernya kalau snorkeling ke Oar itu 75.000. Sampai sana, dia bilang harganya Rp105.000 (75.000 untuk sewa snorkel gear dan 30.000 untuk perjalanan speedboat ke Oar). Nah saat bayar, kasir masukkin harga 75.000 aja donk dan itu sudah termasuk trip ke Oarnya. Yaelah bro.. Pegimana dah.. :)))
Tapi weekend ini menyenangkan kok. Saya senang bisa nemenin mama dan teman-temannya liburan. Teman mama lucu-lucu pun. Sampai sekarang saya masih amazed bagaimana Tante Lie Tju, teman mama yang berusia 65tahun itu keukeuh ikut main banana boat dan snorkeling. Dan saat dijatuhkan dari banana boat, badan Tante Lie Tju terbang melewati Shinta sebelum mendarat di air dengan keras. Saya panik dan nanya apa beliau baik-baik saja? Dijawab dengan acungan jempol tinggi-tinggi sambil senyum sumringah bahagia. Hahahaha. Ekstrem!! 
Senyum dulu ah.. 🙂

Advertisements