Phuket: Tujuan Pecah Telor..

Banyak yang nanya kenapa saya suka dan sering sekali jalan-jalan ke Phuket. Sampai bikin Open Trip pun ke Phuket. Kenapa nggak Singapore atau Kuala Lumpur? Padahal dua tujuan itu yang dianggap paling mudah untuk first time traveler.Well, alasan pertama adalah sebagai perempuan kece bingit yang anti mainstream, Singapore dan Kuala Lumpur sudah menjadi tujuan wisata mainstream. Selain itu, menurut saya, dua tujuan wisata Singapore dan Kuala Lumpur itu rasa kotanya hampir sama dengan Jakarta. Yang beda mungkin hanya transportasi publiknya saja. Tapi sektor lainnya, menurut saya, hampir sama. Plus banyak yang bisa berbicara Bahasa Indonesia/Melayu juga di sana, jadi tantangan berkurang (ke Zimbabwe aja kalau gitu Lan). Juga, saya memang agak sudah bosan ke Singapore dan Kuala Lumpur sih. Hihihi. Subjektif berat!

Jadi, kenapa Phuket?
Phuket itu welcoming banget sama wisatawan/orang asing. Tenggang rasa penduduknya sama wisatawan tu tinggi sekali. Nyebrang jalan aja dipersilakan dan ditungguin. I know it’s a small thing, tapi untuk perempuan yang harus nahan muka biar kenceng dan mengangkat tangan tinggi-tinggi saat mau nyebrang di India, hal ini jadi berarti besar banget!

Orang-orang Phuket (khususnya yang di dekat pantai) hampir semua bisa berbahasa Inggris. Walaupun pengucapannya tercampur aksen mereka sendiri, tapi masih bisa dimengerti kok. Ini mempermudah wisatawan untuk bertanya dan bertransaksi. Sekalian praktek Bahasa Inggris kan. Nggak perlu malu karena mereka juga ngomongnya pake aksen dan nggak lancar, jadi sama-sama lah. πŸ˜€

Paket wisata di Phuket bisa didapatkan dengan mudah. Di beberapa daerah pantai, hampir setiap 3meter ada kios wisata kecil yang bisa ngasih pilihan paket wisata sesuai dengan apa yang kita mau. Dan untuk satu jenis paket wisata ada beberapa pilihan. So, totally no worry. Di kios-kios itu juga kita bisa pesan taksi atau tuktuk kalau mau jalan-jalannya lebih privat.

Harga-harga di Phuket terhitung masih sangat logis untuk ukuran rupiah. Semua masih terjangkau. Cakupan harganya pun dari murah sampai mahal. Barang-barang murah nan lucu ada, barang mahal dan eksklusif pun tersedia. On a positive side, kita akan merasa berkecukupan lah di Phuket. Nggak ngerasa mahal-mahal amat gitu. On another side, barang-barang berharga murah itu bisa bikin kita kalap belanja banget! Tau-tau udah abis berapa ribu baht gitu. Hahaha. *pengalamanpribadi*

Karena cakupan harga yang luas, Phuket juga ga pandang bulu. Nerima wisatawan dari mulai wisatawan ransel, koper, sampai kargo. Semua jenis akomodasi tersedia dari yang sekelas hostel murah meriah cihuy sampai yang mahil melintir nginjek sepatu satpamnya aja bayar, ada!

Dan cakupan luas ini termasuk di penerimaan orang-orangnya sama wisatawan. Mau Asia, Eropa, Rusia, sampe Timbuktu juga diterima dengan baik, tanpa pembedaan. Mau pake baju tertutup, baju terbuka, dan baju terbuka banget juga silakan. Bebas. Perlakuan kayak gini sangat menyenangkan lho. Wisatawan juga merasa lebih dihargai dan aman jadinya. πŸ˜€

Wisata di Phuket pun boleh terbilang lengkap. Ada wisata budaya ke wat/candi. Ada wisata belanja. Wisata pantai/laut. Wisata malam/hiburan. Lengkap!

And, do you know about travel police? Yap, Thailand has them! Nggak tahu sama negara lain, tapi baru kali ini saya tahu ada negara yang punya travel police. Travel police ini akan ditempatkan di beberapa area wisata dan akan bantu para wisatawan mulai dari nunjukkin arah jalan sampai bantu ngurus surat-surat kalau ada yang kecopetan atau kehilangan. *ketok-ketok meja kayu* Dan para polisi ini memang ramah. Diajak foto bareng juga mau. Hehehe.

Itu beberapa hal yang saya rasa bisa bikin saya betah dan mau balik-balik lagi ke Phuket. Mudah, menyenangkan, dan nggak terlalu urban. Jadi kalau ada yang nanya ‘Destinasi mana di luar negeri yang cocok bagi para pejalan pemula?’, selain Singapore dan Malaysia, saya nggak akan ragu menjawab: ‘Phuket!’. Tujuan pecah telor! Hehehe.

PS: Nggak, saya nggak dibayar pemerintah Thailand untuk promosi ini. This is totally my sense. πŸ˜€

Senyum dulu ah.. πŸ™‚
*kemudian deretin poto*
*ga usah scroll kalau ga mau tepokjidat liat muka saya di mana-mana* :p

Peternakan Gajah..
Wajah saya jelas banget ya saya nggak takutnya..
Wat Chalong..
Ambil bunga dan hio untuk ramal meramal.. πŸ˜€
Peternakan Lebah..
Ngueeeeeng…
Advertisements