Jadi Penumpang Kece di Bandara..

Ini hanya sedikit refleksi dari pengalaman saya saat lagi di bandara. Saya nggak bilang saya sudah kece sih ya walaupun saya yakin kalian tahu itu faktanya, tapi saya berusaha terus untuk bisa jadi penumpang yang (at least) nggak ngeribetin orang lain/penumpang lain saat saya bepergian. 😀

1. Perhatikan Jadwal Terbang
Sehari sebelum keberangkatan, cek lagi jadwal kalian. Untuk yang belum check in, kalau penerbangan domestik, hadirlah di bandara paling enggak sejam sebelum jadwal berangkat; untuk penerbangan internasional, dua jam sebelum keberangkatan. Itu juga berlaku untuk yang sudah check in tapi akan drop baggage. Perhatikan juga kemacetan jalan ke bandara dari tempat tinggal kalian. Kalau kalian nggak tahu keadaan jalan, lebih baik datang duluan jauh sebelum waktu check in dibanding datang telat. Karena pesawat itu nggak seperti cinta sejati, yang akan lekang menunggu hingga tutup usia, pesawat akan tetap terbang mengikuti jadwal, meninggalkan kalian terpekur sendiri menunggu hari. *mamam Momogi*

Pernah ketika saya antri imigrasi, ada satu keluarga (bapak, ibu, 2 anak) yang menyerobot antrian tanpa permisi dan langsung menuju petugas. Rupanya flight mereka sudah last call. Sudah sampai depan petugas imigrasi, eh dijawab dengan cuek ‘Ya, antri saja ya, kalau ketinggalan pesawat ya lain kali berangkat lebih awal.’ Huahahahaha!!

Tapi kemudian penumpang ini mendekati ground staff maskapainya dan minta dibantu, akhirnya ground staff ini yang usaha deketin petugas imigrasi. Dan apa yang terjadi?? Ground staffnya dimarahin petugas imigrasi dong. Saya sampai kaget petugas imigrasinya kayak gebrak meja dan menghardik ground staff itu. Kasian. 😦

Satu keluarga ini akhirnya lolos imigrasi dan lari-lari ke scanner dalam, motong antrian penumpang lain (tanpa minta maaf) dan lari-lari lagi ke pesawat. Fiuh, bad beginning for a holiday kalau gitu sih.

2. Kursi Ruang Tunggu = Milik Bersama
Beberapa kali saya sebel banget ketika saya sampai di ruang tunggu (khususon sofa tunggal biru atau merah di Terminal 3). Jumlah kursi terbatas kalau dibanding jumlah penumpang yang mungkin membutuhkannya untuk menyampirkan tubuh yang lelah setelah berjalan sambil membawa anak, tas tangan, ransel, kamera, dompet, KTP/paspor (believe me, saya pernah lihat mbak-mbak yang seberibet itu bawaannya.. Glad she survives! :D), maka mbok ya saling pengertian dengan tidak menaruh tas bawaan di satu kursi sendiri. Atau kalau kalian lagi naruh bawaan di kursi sebelah, pas lihat orang cari kursi, turunin lah bawaan itu ke lantai atau dipangku. Kursi ruang tunggu itu milik bersama lho.

Saya pernah sampai bertanya permisi, “Maaf, ada yang duduk di sini?” ke ibu-ibu ciamik dan jawaban beliau “Mmm.. Di situ aja tu mbak (sambil nunjuk sofa lain yang agak jauh), tas saya berat biar di sini.” DUILEEEEE OJAAAANNN itu tas tangan lho yang dia bilang berat. Tas tangan! Bukan ransel atau koper. Tas tangan!!! *masih ga terima* Hihihi.

3. Cairan Lebih Dari 100ml, Gunting, Benda Tajam = Dilarang
Untuk penerbangan internasional, cairan (parfum, sabun cair, obat sirup) yang akan dibawa di kabin nggak boleh lebih dari 100ml/kemasan. Begitu juga dengan gunting dan benda tajam lainnya. Barang-barang itu nggak lolos scanner.

Efeknya apa ke penumpang lain kalau kalian bawa cairan lebih dari 100ml atau gunting atau benda tajam lainnya ini? Efeknya adalah bikin macet antrian masuk scanner karena kalian harus membuka ransel atau koper kalian dulu untuk mengeluarkan kemasan yang diminta petugas. Kalau kalian organized traveler yang sudah tahu di mana menaruh barang A dan barang B, waktu yang dibutuhkan mungkin tidak lama. Nah kalau kalian tipe yang asal masukkin barang ke dalam ransel/koper jadi pas barangnya diminta petugas kalian harus bongkar seluruh bawaan, nah itu PR sangat deh! PR buat kalian sendiri dan PR untuk penumpang lainnya.

4. Kopi di Scanner = Ayatalam!!
Ini lebih wow lagi. Di perjalanan balik saya dari KL kemarin, scanner yang dibuka hanya enam dan semua penuh antrian. Di jalur saya, saya keempat dari depan. Tunggu punya tunggu kok nggak maju-maju antriannya. Pas saya melihat ke depan, ayatalaaaaam!! Ada yang sangat wow nggak-mau-rugi-baru-beli-kopi jadi kopinya (minuman kopi dalam kemasan gelas) dia taruh di scanner. Dan saat scanner dijalankan, itu kopi jatuh, tumpah, bleber kemana-mana di conveyor belt maupun di lantai. *tepokjidat*

Efeknya apa? Efeknya kami semua di antrian tersebut diminta petugas untuk pindah ke antrian lain (jadi antri ulang dari belakang) karena conveyor belt dan lantai mau dibersihkan dulu. Hih grmbl grmbl!!

5. Geser sedikit.. 😀
Ini suka bikin saya (agak) spanneng. Hihihi. Jadi saat mau mengambil barang yang sudah dimasukkan ke scanner, jangan ambil dan pakai pas di depan mulut keluar scannernya. Geser dulu semua barang-barang kalian sampai ujung roll. Biasanya di ujung situ ada meja kosong juga. Pindahkan lah barang-barang ke meja itu, baru dipakai di sana. Kenapa gitu? Ya biar penumpang lain yang mengantri di belakang bisa mengambil barangnya juga.

Yang sering terjadi adalah, orang menunggu barangnya tepat di mulut keluar scanner dan saat barangnya terlihat, dia langsung ambil lalu memaksakan diri langsung memakai di situ. Sementara barang lain di scanner sudah bergerak keluar dan menumpuk. Plus penumpang yang antri di belakang jadi nggak bisa ambil barangnya karena tertutupi. Meuni riweuh. Hihihi. Geser sedikit ya, biar bandara nggak terasa sempit-sempit amat. :p

6. Perhatikan Batas Kg Bagasi
Kalian beli bagasi berapa? 15kg? 20kg? Perhatikan batas bagasi jatah kalian. Jangan sampai karena melebihi batas toleransi bagasi dan kalian nggak mau bayar tambahan bagasi lagi, kalian jadi memperlambat penumpang lain yang mau drop baggage.

Jadi ingat seorang bule yang kayaknya masih ngantuk, pas mau penerbangan pagi, dia kelebihan bagasi dan ga mau bayar kelebihannya. Maka ribetlah itu dia ngeluarin segala macam barang untuk dimasukkan ke kantong-kantong plastik. Hihihi. Yang antri di belakangnya misuh-misuh karena jadi lambat. :))

Kayaknya sekarang ini dulu yang bisa saya catat. Nanti kalau ada tambahan dari hasil melihat-lihat di bandara, saya tulis lagi. Hihihi.

It’s not how kece your look is, but how kece your attitude is.. 😀

Salam super!!
Senyum dulu ah.. 🙂

Advertisements