[Review] Rumah Kayu Bali, Kuta

Tulisan ini dibuat tanpa paksaan atau sogokan Momogi Coklat. Semua aspek yang ditulis dalam tulisan ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi dan karenanya, sangat subjektif.
————————————————————————————————————
Saat beberapa bulan lalu saya akan ke Bali untuk urusan pribadi, saya memutuskan untuk tidak menginap di hotelnya kantor. Karena apa? Karena saya rindu suasana hostel dan kamar dormitory. Setelah lihat kiri kanan, saya terpana melihat satu profil hostel di HostelWorld. Rumah Kayu Bali, namanya. Panah asmara langsung lah saya luncurkan, booked!! Hehehe.
Sejujurnya, ekspektasi saya akan hostel (atau bahkan hotel) di dalam negeri, khususnya Bali, itu memang saya set agak rendah. Dengan lebih banyaknya pejalan mancanegara daripada domestik, sudah sering kok pejalan domestik dianggap rendah. Mungkin pemikirannya ‘Udah domestik, nginepnya di hostel pula. Gak punya uang ya?’, begitu. Entah kenapa kalau bule nginep di hostel nggak ada yang mengira mereka nggak punya uang, tapi kalau domestik yang menginap, mereka mengira begitu. Padahal Β mungkin benarΒ enggak juga, ada yang seperti saya gitu kan ya, rindu suasana hostel dan kamar dorm. ^_^
Lokasi
Rumah Kayu Bali ada di satu bangunan yang sama dengan Kuta Square. Dari depan pintu Matahari Kuta Square, jalan terus ke kiri, melewati Gloria Jeans Coffee (yang di pojokan, bukan yang di tengah jalan ke arah Legian), dan tengoklah ke kiri, di sanalah ia berada. Pada dasarnya, ini adalah ruko yang dijadikan hostel. Tulisan ‘Rumah Kayu Bali’-nya mungkin tidak terlihat kalau dari arah ini, tapi ada tulisan besar ‘A20 – Hostel’ yang menandakan ini adalah blok dan nomor yang tepat. πŸ˜€
Secara lokasi, hostel ini strategis banget. Ke Pantai Kuta, Discovery Mall, Waterbom Kuta, Bubba Gump Resto, semua bisa dicapai dengan jalan kaki. Ngesot dari pintu masuk hostel pun bisa mencapai Gloria Jeans Coffee, Starbucks, Naughty (Kuta panas, sungguh, beli karet rambut lucu itu sangat perlu). Kehidupan berjalan 24jam di area ini, jadi tidak perlu khawatir kalau kelaparan di tengah malam, cari makan sudah pasti gampang. Lokasinya yang agak nyempil juga tetap bisa memberikan suasana tenang, nggak berisik.
Kebersihan/Fasilitas
Kamar dan fasilitasnya bersih! Beberapa kali saya turun ke bawah nggak pakai sandal/sepatu dan kaki saya tetap bersih. πŸ˜€ Sprei putih, dipasang rapi, dilengkapi satu selimut. Semua loker dapat digunakan dengan baik, kunci tersedia. Desain minimalis membuat semua kamar terlihat menyegarkan. Walaupun dormitory/asrama, kamar tidak terlihat penuh dan sumpek. Lapang gitu. Yang saya tempati adalah kamar termurah, lima tempat tidur dalam satu kamar. Saat saya masuk, saya kaget karena ternyata kamar ini bukan jenis bunk bed (tempat tidur susun) melainkan tatami. Nggak digelar di lantai sih, tetap ada ranjangnya tapi dijejer gitu. Asyik banget!
Tempat tidur saya paling kiri. Ditaruh di pojok karena cewek sendiri. :p
Yang ada selimutnya itu, tempat tidurnya Costa. Hahaha. Yup, we met there.
*kemudian nostalgia*
Di lantai dua ada kamar dengan tempat tidur jenis pod bunk bed. Lebih mahal memang (tapi tetap terhitung murah untuk ukuran Kuta, Bali), cocok untuk yang menginginkan privasi lebih.
Masing-masing tempat tidur, baik yang tatami maupun yang pod, dilengkapi dengan satu loker dan satu colokan serta lampu.
Keren ya desain plug pod-nya. πŸ˜€
Kamar mandi dan toilet ada di setiap lantai, semua bersih. Pancurannya pun berjalan dengan baik. Air panas tersedia.
Di lantai bawah, ada ruang komunal lengkap dengan meja makan besar, TV, dan kulkas.
Pod Bunk Bed di lantai 2.
Keamanan
Bagi saya, cukup aman. Karena saya sempat meninggalkan HP yang lagi dicas (HP yang dicas tidak bisa dimasukkan ke loker karena tidak dalam posisi yang berdekatan) dan baik-baik saja saat kembali. Padahal perginya cukup lama. Hehehe. Tapi kalau soal keamanan memang tergantung dari tamu yang menginap juga, karena tidak ada staff hostel yang terus berjaga dan bergerilya setiap jam kan. πŸ˜€ Pengalaman selama saya menginap di beberapa hostel, ya jaga barang masing-masing dan jangan sentuh barang orang lain saja. Sama-sama tahu lah. πŸ˜€
Adanya loker juga berguna untuk memasukkan barang-barang berharga. Loker cukup besar kok untuk laptop, perhiasan, bahkan ransel kecil sekalipun. πŸ˜€
Staff
Ini yang perlu diacungi jempol! Saat saya datang, saya disambut satu staff perempuan dan satu laki-laki yang dari caranya berbicara, saya meyakini kalau nggak owner ya minimal manajer lah. πŸ˜€ Mereka sangat welcome, ramah, tidak memandang sebelah mata, dan baik. Staff perempuan mengantar saya sampai ke lantai tiga, tempat kamar saya berada. Ia juga menawarkan untuk membawakan ransel saya, yang saya tolak karena saya biasa bawa sendiri, namun kemudian saya menyesal kenapa nggak saya iyakan saja, karena ternyata naik tangganya lumayan. Hahaha.
Ketika saya bertemu dengan beberapa staff lainnya, semua menyapa dengan baik dan sopan. Sampai ketika saya check out pun saya masih dilayani dengan ramah. Ah, perempuan kecil ini bahagia! Hihihi.
Sedikit Minus
Hanya sedikit minus saja. Karena tangki air untuk mandi ditaruh di atap gedung, dengan keganasan panasnya Kuta, airnya jadi panas banget. Maka kalau mandi di siang hari, sabar-sabar lah menunggu air mendingin karena walaupun keran diatur ke paling dingin, air tetap saja panas. Hihihi.Β 
Selain itu, setelah melihat foto-foto di Facebook Page-nya Rumah Kayu Bali, sampai sekarang masih saya sebal adalah …. KENAPA SAYA NGGAK DIAJAK FOTO PAS CHECK OUT, HA??
Hihihi.
Akhirnya
Loe rekomendasiin nggak Lan?
YES! RECOMMENDED!

Senyum dulu ah.. πŸ™‚
Saya masih nggak ngerti simbol yang bawah itu.
Itu apa maskudnya ya?
Nggak boleh pakai kaos putih dan merah, gitu?
————————————————————————————————————
Rumah Kayu Bali
Kuta Square Blok A/20
Badung, Kuta
62361 5512 991
info@rumahkayubali.com
Advertisements