Bersihnya Situgunung..

Waktu Kamikih dan Kalejid mengumumkan pertunangan mereka berencana mau liburan ke Situgunung, saya masih belum tergoda. Tapi ketika kemudian bertemu mereka plus Kakatete dan  Mbak Nyanyu, dengan begitu kerasnya rayuan untuk ikutan, maka tangan saya langsung sigap kirim pesan minta ijin ke Costa dan saat dapat ‘YA’, saya langsung iyakan dan memesan tiket kereta. Hihihi. *mure*Dan sungguh saya tidak menyesal ikut ke tempat yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede – Pangrango ini.

Kami tinggal di Villa Cemara dan dari awal, Bu Tuti, sang empunya, selalu mewanti-wanti kami untuk jaga kebersihan villa maupun kawasan taman nasional, untuk buang sampah di tempatnya, untuk cuci peralatan makan dan masak sendiri; pokoknya kebersihan adalah yang utama. Bahkan cinta datang kedua. *EH?!*

Kesadaran akan kebersihan dari orang-orang di sekitar taman nasional ini berpengaruh besar karena baik air terjun, danau, maupun seluruh kawasan ini jadi sangat bersih! Sungguh deh, saya dan teman-teman sampai terpesona! Bersih banget!

Bersihnya kawasan ini bukan karena tidak ada yang datang karena terbukti yang datang cukup banyak dan keadaan pun cukup ramai. Bukan juga karena tidak ada pedagang yang berjualan di dalam karena faktanya, ada pedagang baik di air terjun maupun di danau. Tapi seluruh pedagang punya satu kantong plastik khusus untuk sampah. Dan seluruh pedagang keukeuh mengingatkan pengunjung untuk membuang sampah di kantong plastik miliknya. Semua tertata dengan baik. Semua bersih! Saya bahagia!! 😀

Jalan menuju Curug Sawer.. Bersih ya.. :')

Jalan menuju Curug Sawer.. Bersih ya.. :’)

Air dari Curug Sawer.. DINGIN!! :D

Air dari Curug Sawer.. DINGIN!! 😀

 

Jadi apakah dari dulu kawasan ini sudah bersih?
Ternyata tidak.
Kata Kamikih yang sudah beberapa kali berkunjung ke kawasan ini, dulunya kawasan ini ya kotor. Penuh sampah bungkus makanan di mana-mana.

Lho, kalau dulunya kotor, kok sekarang bisa bersih ya?
Apa yang dilakukan sampai bisa bersih begini?

Rupanya, pengunjung kawasan Taman Nasional Gunung Gede – Pangrango ini sekarang dibatasi. Tidak bebas seperti sebelumnya. Dengan adanya pembatasan ini, maka kontrol terhadap perilaku pengunjung pun bisa lebih baik. Seluruh pedagang dan pengunjung dianjurkan untuk terus menjaga kebersihan selama berada di dalam kawasan dan juga membawa turun sampah masing-masing. Pedagang dan pengawas di kawasan ini (bahkan tukang ojek) juga bisa galak mengingatkan pengunjung kalau ada yang buang sampah sembarangan. Semua ikut menjaga.

Saya jadi ingat ketika jalan pertama kali ke Phi Phi Island – Thailand. Saat menaiki speedboat, seluruh penumpang diberikan briefing singkat. Briefing bukan hanya tentang tempat-tempat yang akan dikunjungi tapi lebih dari itu, tentang bagaimana tetap menjaga kebersihan lingkungan di tempat-tempat wisata tersebut. Di masing-masing kapal disediakan satu tempat sampah super besar yang bersih. Seluruh penumpang diwajibkan membuang seluruh sampahnya ke tempat sampah tersebut; bahkan saat sudah turun ke pantai, seluruh sampah yang ada harus dibawa kembali ke kapal untuk dimasukkan ke dalam tempat sampah tersebut. Mereka gigih menyuarakan ‘Please help us keeping our environment clean so you can come back and visit Phi Phi Island as clean as it is now.‘ Wihiy!!

Dan jangan sedih, itu pemandu masing-masing kapal (diperbolehkan) bertindak tegas. Saya pernah mendengar suara priwitan panjang dan setelah itu melihat seorang pemandu meminta satu pengunjung untuk mengambil plastik bungkus bikininya yang ditinggalkan di pulau. Lari-lari lah itu pengunjung balik ke pantai untuk ambil plastiknya lalu balik lagi ke kapal. Hihihi. Saya sih kalau jadi pengunjung itu akan super malu ya. 😛

Melihat dua hal ini, jadi sebenarnya menjaga kebersihan sebuah tempat wisata itu bisa dilakukan. Bukan sekedar angan-angan. Mulai dari hal paling sederhana: menjaga sampah masing-masing. Buang di tempat yang disediakan dan kalau belum ketemu tempatnya, ya simpan dulu. Sampah yang kita simpan di kantong tidak akan bertumbuh jadi makin banyak tapi sampah yang kita buang ke tanah akan menambah kesan kebodohan dan ketidakpedulian. 😀

Jadi siapapun kalian, pencinta gunung, pencinta laut, pencinta pantai, pencinta kemping, maupun pencinta laki-laki seperti saya, ayo kita tunjukkan sedikit hal yang bisa kita lakukan untuk lingkungan. Simpan sampah kita dan buang di tempatnya.

Kalau lihat ada orang yang buang sampah sembarangan, jangan ragu untuk menegur. Bisa langsung atau pakai cara paling baru yang saya lakukan, saya kejar orang itu lalu bilang, ‘Mas, itu ada yang ketinggalan.’ dan saat dia nengok dan nanya apa, saya bilang, ‘Sampahnya.’. Hehehe. *peace*

Ini hanyalah sedikit usaha untuk kita bisa berkontribusi menjaga lingkungan yang akan membesarkan kita.
Sedikit usaha. Yang jika dilakukan bersama, saya yakin efeknya akan sangat besar adanya.

Ayo malu buang sampah sembarang!!
Demi Situgunung dan Curug Sawer lainnya di Indonesia!! 😀

Senyum dulu ah.. 🙂
Selamat Hari Lingkungan Sedunia 5 Juni 2014!! 😀

Semoga terus bisa seperti ini hingga bertahun-tahun ke depan.. :)

Semoga terus bisa seperti ini hingga bertahun-tahun ke depan.. 🙂

————————————————————————————————————
Baca juga cerita teman-teman tentang lingkungan di:
* Menjelajah Negeri Orang Laut << Kak Danan Wahyu
* Selamat Datang di Masa Depan << Kak Yofangga
* Apa Itu Green Tourism << Kak Felicia Lesmana
* Hutan Kalimantan Nasibmu Kini << Kak Indra BpBorneo
* Musuh Abadi, Plastik << Kak Adlienz
Advertisements