[Review] Hotel Solo Paragon

Tulisan ini dibuat tanpa paksaan atau sogokan Momogi Coklat. Semua aspek yang ditulis dalam tulisan ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi dan karenanya, sangat subjektif.
————————————————————————————————————————–

Sudah lama saya dapat tawaran menginap gratis di hotel ini karena bujendral AKA mama saya punya bagian dari hotel ini jadi dapat free stay. Hehehe. Sekitar dua tahun mama berinvestasi di hotel ini dan selama itu, free stay justru dipakai oleh saudara dan bukan anak-anaknya. Hihihi. *maaf ya ma, salaman yuk* πŸ˜€

Pas saya tawarkan ke anak-anak Kemping Cukstawww untuk main ke Solo dan menginap gratis di hotel ini, semua maju mundur gitu. Ih sebal! Pada akhirnya mundur-mundur terus rencana ke Solonya dan menguap hilang di udara. Lalu tibalah saat di mana salah satu dari kami mulai stress butuh hiburan; sebut saja Kakatete namanya; dia langsung nanya apa tawaran masih berlaku? Saya (yang juga butuh hiburan setelah putus cinta *EH*) langsung mengiyakan. Di hari yang sama, Kakatete langsung beli tiket kereta! Beberapa hari setelahnya, Kakatete membelikan saya tiket kereta. Oke, jadi benar ke Solo ya ni. Benar ya. Benar ya. YAY!

Pas kami tiba di depan hotel ini, kami melihat dengan terpana dan setelahnya cekikikan. Yampun, kami, pejalan ala-alaΒ nan manis dan gayaΒ ini akan menginap di hotel berbintang! Hahaha. Gaya amat! *langsung foto-foto* πŸ˜›

Kakatete – My #DuoGinuk Partner

Lokasi
Walaupun pintu masuk hotel ada di jalan kecil dan bukan jalan utama, tapi secara keseluruhan, lokasinya cukup strategis. Tidak bisa jalan kaki ke mana-mana (kecuali ke Mall Solo Paragon yang tinggal bergulingan saja dari lobby hotel) tapi becak tersedia. Taksi juga ada rekanan dari hotelnya. Dari Stasiun Solo Balapan hanya sepuluh menit naik becak, dari Bandara Adi Sumarmo Boyolali (Boyolali ya ternyata, bukan Solo) hanya lima belas menit naik taksi.

Naik becak ke Pasar Gede hanya sepuluh sampai lima belas menit. Begitu juga ke Pura Mangkunegaran. Cukup dekat ke mana-mana. Mall Paragon Solo terhubung lewat lorong khusus dari lobby hotel. Di mall ini ada Carrefour, ada banyak restoran untuk makan, dan ya banyak toko-toko seperti halnya mall. Hihihi.

Kebersihan/Fasilitas
Saya kurang tahu pasti ini hotel bintang berapa, tapi secara fasilitas sudah lebih dari cukup untuk saya. Elevatornya bagus (ya maaf, sebagai pejalan ala-ala, saya dikasih elevator bagus saja sudah cinta..hihihi), ada pusat fitness, kolam renang, dan restoran. Di setiap kamar ada ruang keluarga dilengkapi sofa dan TV. Teko elektrik, kulkas, dan complimentary teh, kopi, air mineral tersedia. Safe deposit box juga ada.

Kamar Deluxe Double

Untuk kebersihan tidak perlu diragukan. Bersih semuanya! Bahkan sampai ke fasilitas umumnya juga bersih. πŸ˜€ Memang beda ya hotel melati sama hotel kamboja. *eh, yang mana yang hotel kamboja?!*

Kalau pesan tidak lewat free stay, pasti ada free breakfast. Tapi karena saya pakai free stay, jadi nggak dapat free breakfast. Hihihi. Tapi tak apa, makan pagi mudah didapat kok di sekeliling hotel. πŸ˜€

Keamanan
Aman! Safe deposit box tersedia kalau mau meninggalkan barang penting di kamar. Kami pun meninggalkan tas terbuka saat jalan-jalan dan semua baik-baik saja. Di keseluruhan hotel banyak satpam, banyak staff, dan rasanya sangat aman. πŸ˜€

Staff
RAMAH!

Saat saya datang, ada satu satpam yang bertanya, “Sudah check in?”; saya bingung jawabnya karena saya kan baru datang, jadi baru mau check in dong. Belum ‘sudah’ dong. Hihihi. Mungkin bapaknya bingung ya liat tamu masuk gendong ransel dan naik becak. :’) Tapi bapaknya masih terhitung ramah dan sopan kok. Saya agak riwil soal pelayanan staff jadi kalau saya bilang ramah memang berarti orang-orangnya ramah. πŸ™‚

Resepsionisnya juga baik dan sopan. Akomodatif juga ditanya macam-macam. Hanya pas sebelum hari terakhir, saya memesan taksi untuk ke bandara karena harus ke bandara pagi-pagi sekali. Dijawab ‘Iya’ oleh mbak-mbak resepsionisnya dan dia sempat menanyakan apa mau dilakukan morning call? Saya katakan ‘Iya’, tapi sepertinya mbaknya lupa memberitahu teman yang menggantikan shiftnya jadi morning call tidak dilakukan. Untungnya kami pejalan tangguh yang sudah sering bangun pagi buta sebelum ayam berkokok demi mengejar naik ojeg menuju Muara Angke hihihi, jadi ya nggak masalah lah soal si morning call ini. πŸ˜€

Minusnya
Mempertimbangkan keadaan keseluruhan hotel yang ciamik, saya tertegun lumayan lama saat berada di toiletnya. Pintunya tidak terbuat dari kayu melainkan seperti teak block atau triplex. Apa yang saya sebut dengan ‘pintu ringan’ karena bagi saya pribadi, pintu yang keren dan mahal adalah pintu yang berat saat diayun untuk membuka dan menutup. Hehehe.

Keadaan toiletnya pun agak njomplang dibanding keadaan kamar. Ruang pancuran, washtub, dan closetnya semua biasa saja. Terlalu standar dibanding desain ruang tidur dan ruang keluarganya. Lebih lanjut, kalau lampu toilet tidak dinyalakan terus menerus (yang berarti exhaust juga menyala), maka saat kita masuk, akan ada bebauan kurang sedap menyeruak. Jadi lampu harus dinyalakan terus.  😦 Sebagai orang yang berusaha jadi eco-traveler kan sedih kalau lampu harus terus dinyalakan sementara toilet tidak dipakai. 😦

Akhirnya..
Kamu rekomendasikan nggak, Lan?
Recommended! Khususnya untuk pejalan sekeluarga. Ruang kamarnya cukup luas dan fasilitasnya lengkap! Dekat dan mudah juga ke mana-mana. Oke lah ni hotel! πŸ˜€

Senyum dulu ah.. πŸ™‚

————————————————————————————————————————–

Hotel Solo Paragon
Jl Dr. Soetomo, Solo
Jawa Tengah
Website:Β http://soloparagonhotel.com/v2/ atau http://www.soloparagonhotel.com

Kolam renang tersedia di lantai 1

Advertisements