Mengurus Visa Korea Selatan

Mengacu ke post Negara Bebas Visa atau Bisa VOA ini, terlihat dong kalau kita, penduduk Indonesia nan kece dan caem, memerlukan visa untuk masuk Korea Selatan. Jadi bagaimana mendapatkan visa ini?

Cara pertama adalah tentunya mendaftar sendiri. Cara kedua untuk yang nggak mau ribet adalah dengan meminta bantuan agen travel. Saya sebagai orang yang selalu mengusahakan untuk mengurus segala sesuatu sendiri (baca: nggak mau bayar mahal agen travel..hehehe) memutuskan memakai cara pertama. Apa saja yang diperlukan dan bagaimana prosedur permohonan visanya bisa dilihat di post Mbak Riyanti di sini. Itu post yang sangat membantu saya karena penjelasannya terperinci. Tapi supaya post ini juga ada isinya, saya mempersingkat apa-apa saja yang diperlukan ya. Hihihi.

Syarat Pembuatan Visa:
1. Form aplikasi yang sudah dicetak dan diisi. Klik di sini untuk form-nya.
2. Paspor asli dan fotokopi
3. Foto berwarna terbaru 1 lembar (3.5 x 4.5cm)
4. Fotokopi KTP, Kartu Keluarga, dan Akte Kelahiran
5. Surat Keterangan Kerja dalam Bahasa Inggris
6. Fotokopi Rekening Koran 3 bulan terakhir
7. Surat Referensi dari bank tempat kita menabung
8. Fotokopi Tiket Pesawat
9. Fotokopi semua voucher penginapan
10. Rencana Perjalanan
11. Membayar biaya visa Rp480.000 untuk single entry

Semua persyaratan (kecuali No 11) dimasukkan ke dalam map. Biar rapi saja sih, tapi nanti di sana diminta keluarkan dari map dan mapnya nggak dipakai. Hihihi. Jangan dibuang ya, sayang, bisa dipake lagi untuk hal lainnya kan. 😀

Selama pengurusan permohonan visa, paspor akan ditinggal di konsuler, jadi kalau yang mau ke Korea Selatan lalu lanjut ke negara lain yang juga membutuhkan visa, perhatikan waktu pengurusan visanya. Saya mengurus visa kira-kira 3 minggu sebelum rencana tanggal keberangkatan. Itupun harus dua kali balik karena pas pertama, saya nggak bawa Fotokopi Rekening Koran, cuma bawa Surat Referensi Bank saja. Hihihi. *pentung diri sendiri*

Asalkan lengkap, proses permohonannya tidak sulit dan lama kok. Saya sampai Konsuler jam 8, menunggu Konsuler buka jam 9; pas masuk, dapat antrian No 2. Saat dipanggil, menyerahkan semua persyaratan ke mbak/mas di balik loket kemudian membayar biaya visa lalu sudah. Hihihi. Semua persyaratan itu akan digantikan selembar kertas dengan No Aplikasi tertera.

Pas mau mengurus visa ini saya agak spanneng. Maklum, disetujui atau tidaknya permohonan visa itu tidak bisa diprediksi. Pun kalau tidak disetujui, pemohon tidak diberitahu alasan ditolaknya jadi nggak tahu apa yang salah. Tapi setelah menyerahkan seluruh persyaratan dan mas di balik loket meminta saya membayar biaya permohonan serta memberikan kertas tanda aplikasi, entah kenapa, saya tenang. Hihihi. Toh niat ke Korea Selatan memang untuk jalan-jalan dan tidak ada niat buruk ya, jadi bersikap dan berpikir positif saja. 🙂

Seminggu kemudian (jatuh pada hari Selasa), sesungguhnya, saya lupa dengan permohonan visa ini. Hahahaha. Apalagi Seninnya saya lagi super bahagia habis kembali dari Solo bersama #DuoGinuk dan malamnya dapat tiket promo ke Nepal untuk tahun depan. Lalalala. *Contohlah saya, jangan dipikirin terus permohonan visanya, berdoa dan berpikir positif saja kemudian sibukkan diri dengan jalan-jalan yang menyegarkan pikiran, tahu-tahu pas balik sudah waktunya menelpon Konsuler menanyakan visa. Hehehe.*

Siang hari saat bujendral menelpon, saya baru ingat saya harus menelpon Konsuler.

Pukul 10 saya telpon, dikatakan prosesnya belum selesai dan diminta menelpon lagi jam setengah 12.

Pukul setengah 12 saya menelpon lagi dan prosesnya belum selesai juga. Diminta telpon lagi nanti.

Krik krik krik..

Saya tadinya berpikir mau telpon jam 13 tapi takut dibilang belum selesai lagi prosesnya maka saya telpon jam 14 saja. Hihihi.

Dan suara merdu itupun terdengar. Visa saya disetujui! Puji Tuhan…

Langsung minta Mr. Jajat untuk mengambil paspor dari konsuler. Di salah satu halamannya tertera lah visa yang membuat tersenyum ini. Ihiy!

Sempat bengong sebentar kok visanya nggak ada fotonya. Padahal tumben banget pasfoto saya untuk permohonan visa ini cantik. Biasanya ancur. Daripada mubazir, apa post di sini ya fotonya? Hihihi. Setuju?

Demikianlah, Puji Tuhan satu negara lagi bisa saya kunjungi. Mengurus visanya pun terhitung tidak susah. Satu yang saya pelajari dari mengurus ini, saya harus berani memilih energi apa yang akan saya biarkan melingkupi saya. Shoo shoo untuk (orang-orang dengan) energi negatif dan buka tangan lebar-lebar untuk semua energi positif. Yeah! Sudah terdengar super belum saya? 😀

Senyum dulu ah.. 🙂

Advertisements