[Review] Chez Bon Hostel – Braga, Bandung

Tulisan ini dibuat tanpa paksaan atau sogokan Momogi Coklat. Semua aspek yang ditulis dalam tulisan ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi dan karenanya, sangat subjektif.
————————————————————————————————————————–

Pertama kali saya tahu ada hostel buka di Bandung, saya langsung gegap gempita penuh sukacita menyambutnya. Sampai langsung book menginap di sana follow Twitternya. Hihihi. Waktu saya dan Caesar ke Bandung, saya sempat melewati hostel ini tapi karena perjalanan hanya sehari, jadi tidak ada kesempatan menginap. Nah ketika kemarin cari penginapan untuk perjalanan ke Tebing Keraton, pilihan pertama langsung jatuh ke hostel ini. Chez Bon, namanya.
Bukan foto jepretan saya. Ini banner di situs Chez Bon. Saya nggak sempat foto signagenya. Hiks.
Lokasi
Chez Bon (dibaca: shhe bong) berlokasi di Jalan Braga; satu bangunan dengan Kopi Oey. Hostel ini dimiliki oleh Pak Bondan Winarno, pembawa acara wisata kuliner yang terkenal dengan ungkapan maknyusss-nya itu. Dengan lokasi ini, cukup mudah untuk mencapai banyak tempat wisata di dalam kota dan sekitaran Bandung. Ada angkutan juga yang lewat di ujung Jalan Braga jadi untuk yang mau ngangkot di Bandung, tidak perlu kawatir. Untuk yang mau menuju atau dari Stasiun Hall, lokasi ini pun mudah diakses. Bahkan jalan kaki pun bisa. ๐Ÿ˜€
Hal lainnya yang unik, di Jalan Braga ini, sistem parkirnya sudah pakai mesin meter. Sekalian banget jadi mencoba mesin baru nih kalau parkir di sini. Kayak di luar negeri gitu, parkirnya pakai mesin meter. Ihir! Hihihi. Mesin meter ini hanya bisa menerima uang koin Rp1000 atau Rp500 untuk pembayaran. Jadi siapkan uang koin sebelum parkir ya. Untuk satu jam pertama (eh atau dua jam ya?) biaya parkirnya Rp2000. Yang masih menjadi kebingungan saya sampai saat ini adalah, kalau parkirnya lebih dari jam pertama itu, nambahin kekurangan biaya parkirnya bagaimana? Ke mesin atau ke petugas parkir yang ada di sana? Kalau ke mesin, bagaimana caranya? Kalau ke petugas parkir, lah sama saja dong ya? ๐Ÿ˜
Yang laki itu Ujang, warga Bandung, tapi belum pernah pakai mesin parkir jadi maafin saja mukanya terlihat norak begitu..
Kebersihan/Fasilitas
Ada tiga tipe kamar di Chez Bon: small room yang berisi 2 tempat tidur, medium room yang berisi 6 tempat tidur, dan large room yang berisi 16 tempat tidur.
Kenapa hitungannya ‘tempat tidur’? Karena Chez Bon menawarkan kamar asrama (dormitory), jenis kamar yang lagi trend sekarang! Jenis kamar kesukaan saya! Hihihi. Untuk small room, saya baru menemukan sekali nih ada kamar asrama hanya berisi dua tempat tidur yang berarti terhitung private room, tapi tempat tidurnya tetap berbentuk susun (bunkbed). Hihihi.
Untuk Large Room, ada asrama yang khusus perempuan, khusus laki-laki, atau campur. Kemarin kami menginap di Medium Room. Baiknya Chez Bon, kamar yang sedianya untuk enam penghuni ini diberikan khusus ke kami yang hanya berjumlah empat orang dan tidak digabung dengan tamu lain lagi. Jadi kamarnya private! Hore! *peluk-peluk mbak dan mas Chez Bon*
Medium Room
Kamarnya bersih dan tersedia loker untuk masing-masing tempat tidur. Kamar mandi ada di luar (kecuali Large Room) dan berbagi pakai dengan tamu kamar lainnya.
Di Chez Bon ini, harga kamar sudah termasuk makan pagi. Sayangnya, saat itu kami berangkat pagi sekali jadi tidak sempat mencoba makan di hostel. Padahal tempat makannya di rooftop lho. Dengar-dengar, menyenangkan sekali kumpul-kumpul dan berkenalan dengan tamu lainnya di rooftop itu. ๐Ÿ˜€ย Akses WiFi juga didapat gratis dan cukup mumpuni.
Keamanan
Aman kok. Masing-masing loker punya kunci sendiri-sendiri jadi kalau akan meninggalkan barang berharga, bisa dimasukkan ke dalam loker. Masing-masing penghuni juga punya kunci kamar jadi kamar bisa ditinggalkan dalam keadaan terkunci saat jalan-jalan.
Kakatete sempat ketinggalan kacamata dan setelah drama kami mencari itu kacamata ke mana-mana sampai naik turun tempat tidur, bolak balik bantal, buka tutup loker, dan bongkar isi tas, ternyata kacamata itu tertinggal di kamar mandi dan sudah disimpankan oleh mas-mas staff hostel. Hihihi.
Staff
Ramah dan sopan banget!
Saya senang dengan perlakuan staff Chez Bon dari mulai saya menelpon untuk bertanya-tanya sebelum memesan. Semua pertanyaan dijawab dan dijelaskan dengan baik, ramah, dan tidak terburu-buru. Setelah itu saya menelpon lagi untuk memesan kamar; diterima oleh staff yang berbeda, sama ramahnya. Lalu komunikasi beralih dari via telepon jadi via surel dan tetap dibantu dan dijawab dengan ramah. Bahkan saat saya mau mengubah pemesanan karena Chocky tidak bisa jadi ikut pun staff mengakomodir dengan baik sekali.
Pas datang pun diterima dengan baik dan ramah. Senang lah! ๐Ÿ˜€
Minusnya
Keadaan kamar mandi tidak bisa dibilang prima. Buruk sih tidak, tapi juga tidak bersih sekali. Ada empatย washtubย di kamar mandi yang sayangnya saat kami datang, dua rusak, tidak dapat dipakai. Air panas menyala dengan cukup baik tapi tidak bisa terlalu panas walaupun sudah coba diatur. Selain itu, pintu kamar agak susah dibuka. Dari kami berempat, yang bisa buka masa hanya Mbak Endah? Saya dan kakatete mencoba berkali-kali nggak bisa. Mungkin kami kurang beriman. Hiks. ๐Ÿ˜ฆ
Sampai kami pulang, kami tidak bisa menemukan remote AC di kamar. Hahaha. Jadi sudah pasrah saja sama pengaturan AC dari staff hostelnya. Agak sedih sih karena jadinya saat kami jalan-jalan, AC tidak dimatikan. Hiks. Maaf ya bumi. Ini salah mas-mas hostelnya! Dia tidak meninggalkan remote AC untuk kami kendalikan! SALAH DIA!! *buang badan*
Kamar mandi di lantai dua..
Akhirnya..
Kamu rekomendasiin nggak, Lan?
Rekomendasiin! Lokasinya oke, fasilitas oke, staff ramah, harga bersahabat, dapat makan pagi dan koneksi WiFi gratis pula. This traveler is happy. ๐Ÿ˜€
Senyum dulu ah.. ๐Ÿ™‚
————————————————————————————————————————–
Chez Bon Hostel
Jalan Braga No 45
Bandung
022 – 4260600
Advertisements