Pantai Ngobaran, Yogya Rasa Bali..

Beberapa tahun belakangan, Gunung Kidul lagi jadi primadona di Yogyakarta. Daerah yang lebih populer dengan nama singkatan GunKid ini tadinya hanya terkenal akan kegersangannya. Tapi sekarang? Hoho.. Lapisan kecantikannya Gunung Kidul mulai terbuka sedikit demi sedikit! Gunung Kidul ternyata tak sekering itu! 😀

Dimulai dari deretan pantai berpasir putih yang mampu menggeser kondangnya Pantai (berpasir gelap) Parangtritis; lalu ada Gunung Api Purba yang bisa didaki hanya dalam waktu 1.5jam dan memberikan pemandangan luar biasa dari puncaknya, cave tubing dan river tubing di Goa Pindul, serta menuruni goa secara vertikal penuh di Goa Jomblang; semuanya berlokasi di Gunung Kidul, Yogyakarta. Tidak habis-habis nih tempat yang bisa dijelajahi di Gunung Kidul; setiap saya ke Yogya, pasti ada tempat baru yang menggelitik untuk dikunjungi. Termasuk pantai yang satu ini.

Pantai Ngobaran, namanya.

Ketika kemarin ada reuni #NescafeJourney di Yogyakarta, Geboy – sang Mama Berandal – mengajukan nama Pantai Ngobaran ini diantara nama pantai-pantai lainnya yang ada di sana. Saya malah baru dengar sekali nama ini. Hehehe. Ya maklumi saja ya, saya kan anak Yogya karbitan. Hihihi. *salim*

Semua bersemangat sekali menuju pantai ini. Sayangnya, kami berangkat agak telat dari kota Yogyakarta sehingga waktu itu sampai di Pantai Ngobaran sudah mendekati malam. Belum lagi, jalur yang kami lewati tidak bisa dibilang ramah pengunjung. Jalur berliku dengan jalan rusak itu menghabiskan waktu. Ada masa di mana kami mempertanyakan keabsahan jalan itu saking parahnya. Lalu untuk menghibur dan meyakinkan diri, kami pun bertanya ke warga lokal mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, hingga anak kecil yang ada di pinggir jalan; dan saat semua bilang ‘Lurus saja!’ maka kami menarik napas (sok) lega. Kejadian bingung-galau-bertanya itu ada tiga kali lebih terjadi. Kejadian mobil memutar satu kali dan kejadian kami berhenti untuk para penumpang ke kamar kecil dan yang di mobil dikerubungi lalat satu kali. Hihihi.

Saat kami hampir sampai di Pantai Ngobaran, jalan rusak yang kami lalui bertemu jalan aspal yang halus. Kami diam sebentar lalu tertawa melihatnya. Sepertinya kami salah mengambil jalur tadi. Ada jalur dengan jalan yang  halus rupanya. Hihihi.

Kalau dilihat di Google Maps, perjalanan hanya memakan waktu sekitar 1jam15menit dari tengah kota Yogyakarta hingga ke pantai, tapi karena rentetan kejadian gagal di atas, sepertinya kami menempuh lebih dari dua jam perjalanan. :p

Sampai di Pantai Ngobaran, matahari sudah menurun. Dibanding langsung menghabiskan waktu di pantai, kami memutuskan untuk langsung menaiki tebing di ujung pantai. Dari sana, pemandangan ini terhampar.

Pantai Ngobaran

Pantai Ngobaran2

Tebingnya mengingatkan akan Bali ya. Dan secara mengejutkan, tidak hanya tebingnya yang mengingatkan akan Bali tapi memang ada pura di pantai ini! Pura ini didirikan tahun 2003 untuk menyambut kehadiran Brawijaya V di Ngobaran. Brawijaya V ini adalah salah satu keturunan Majapahit.

Kami pun cepat menaiki tebing. Tebing tidak terlalu susah untuk didaki, ada tangga-tangganya, namun harus tetap berhati-hati karena tidak ada pagar pengaman di sisinya. Di atas tebing, banyak spot berfoto yang manis dan aman (tapi tentu saja banyak mbak dan mas yang mencari spot tidak aman -____-). Di sisi kanan tebing ada pantai lainnya yang sepertinya bernama Ngobahan, bisa dicapai dengan berjalan kaki saja. Sayang waktunya tidak cukup untuk kami bisa mengunjungi Pantai Ngobahan.

Malam di Pantai Ngobaran bisa dihabiskan dengan mengobrol di beberapa warung kecil sambil menyesap kopi hitam atau teh manis hangat. Jangan lupa juga menikmati pisang atau penganan kecil yang disajikan.

Hanya sebentar waktu yang saya habiskan di Pantai Ngobaran, tapi ini menunjukkan betapa kayanya Gunung Kidul ini. Alamnya sungguh luar biasa. Yogya rasa Bali. Hihihi.

Tidak sabar ingin ke tempat lain di GunKid deh. Ada yang mau ajak saya? 😀

 

Senyum dulu ah.. 🙂

Advertisements