[Review] Amaris Hotel, Cirebon

Tulisan ini dibuat tanpa paksaan atau sogokan Momogi Coklat. Semua aspek yang ada dalam tulisan ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi dan karenanya, sangat subjektif.


Perjalanan ke Cirebon ini adalah perjalanan santainya saya dan Kakatete ( #DuoGinuk ). Saya sebut ini perjalanan CSS – Ciao Selow Selow. Hehehe. Beberapa minggu sebelum keberangkatan, saya lagi agak sibuk di kantor, jadi nggak sempat memikirkan persiapan perjalanan. Untungnya, Kakatete, di waktu senggang yang jumlahnya juga tak banyak itu, berbaik hati mengirimkan saya dua pilihan akomodasi untuk perjalanan ini. Dari berbalas surel, kami pun lanjut berbalas pantun ke reservasi. Saya yang ambil alih dan melakukan reservasinya. Reservasi dilakukan via Traveloka – platform reservasi tiket pesawat yang baru saja menambah layanannya untuk reservasi hotel. Situsnya user friendly dan membuat pemesanan berjalan mudah dan cepat. Dan sebagai blogger ternama artis ibukota, saya dapat potongan harga Rp200.000. Puji Tuhan. Lumayan sekali kan! Hehehe.

Amaris Hotel Cirebon

Amaris Hotel Cirebon

Lokasi

Kami mencapai Cirebon melalui perjalanan darat dengan menumpang (tapi bayar) kereta api. Tiba di Stasiun Cirebon larut malam, kami terbantu sekali dengan lokasi Amaris Hotel yang LUAR BIASA dekat. Saya pikir harus naik becak untuk menuju ke hotel; eh pas kami sampai stasiun, Kakatete langsung membuka bekal peta dari tas punggungnya (iya, macam Dora gitu, mungkin saya Bootsnya – monyet dong?!) dan berkata untuk coba jalan kaki dulu saja, mengabaikan godaan maha dahsyat dari mamang-mamang becak yang tidak begitu saja menerima tolakan pertama dan gigih menerjang tolakan-tolakan berikutnya. -_____-

Lokasinya terhitung premium. Berjalan kaki ke luar dari stasiun dan ikuti jalan besar yang di kanannya banyak toko-toko jual empal gentong (maksudnya makanan, bukan gerabah) dan di kirinya ada beberapa hotel melati serta di tengahnya ada taman ala-ala. Sampai di ujung taman itu, ada monumen kereta api, belok kanan. Jalan menyamping lima langkah dilanjutkan lompat-lompat kecil empat kali, sampai deh di Amaris Hotel. Dekat sekali ya. IYA! Jadi jangan percaya sama mamang becak yang menawarkan harga pembuka Rp25.000 dan sanggup turun hingga Rp15.000 itu. Kecuali kalau membawa dua koper yang masing-masing berisi lima rim brosur berukuran A5 yang harus dibagikan di masa promosi. Eaaaa, curhat, Neng?

Lokasi ini juga adalah salah satu jalan utama di Cirebon sehingga akses ke banyak tempat terhitung mudah. Angkutan umum bernomor D6 pun lewat di depan hotel.

Kebersihan/Fasilitas

Bersih. Dari mulai jalan masuk, lobby, elevator, hingga kamar dan kamar mandi, semua bersih.

Fasilitas standar semacam akses televisi dan air panas untuk mandi tersedia. WiFi juga ada walaupun pada saat Kakatete mencobanya, koneksi tidak begitu bagus sehingga akhirnya selama menginap kami tidak memakai fasilitas tersebut. Di dalam kamar disediakan sandal kamar. Lucunya, kami menginap di kamar double yang mana sudah pasti untuk dua orang dong tamunya, tapi sandal kamar yang disediakan hanya satu. Hihihi. Karena nggak begitu suka pakai sandal kamar ya akhirnya sandal itu nggak dipakai juga sih, Teronggok masih di dalam kemasan, tak tersentuh. Seperti hatiku. EH COBA APA ITU?

Kamar double yang kami tempati

Kamar double yang cukup nyaman

Di sebalik kayu yang berlampu itu ada ruang wardrobe dan safe deposit box. :D

Di sebalik kayu yang berlampu itu ada ruang wardrobe dan safe deposit box. 😀

Makan pagi di hotel cukup menyenangkan dan mengenyangkan. Pilihan tersedia mulai dari roti dan selai hingga bubur dan kuliner lokal – Docang. Sayangnya, selama kami menginap, tiap pagi pilihan makanannya sama. Tidak berubah. Hanya pas pagi ketiga, ada puding di dekat buah. Enak sekali pudingnya tapi pas saya datang, puding tinggal tersedia dua potong. Saya jadi curiga, mungkin di pagi kedua, puding juga tersedia tapi saat saya datang, sudah habis. Hahaha.

Fasilitas yang menurut saya paling asyik adalah adanya dispenser air minum di tiap lantai. Keberadaan dispenser ini bisa tidak terlihat karena ditempatkan di ujung koridor dan ditutup kotak berwarna coklat dengan bilah-bilah. Sepintas jadi seperti penutup standing AC. Saya dan Kakatete selalu isi air minum di pagi hari sebelum berkeliling kota. Pulang, isi lagi sebelum masuk kamar. Padahal di dalam kamar pun diberikan 2 botol air mineral baru setiap harinya. Ya, namanya juga unta.

Isi botol tiap pagi. Tahu ada dispenser begini, bawa botol sendiri ya. :D

Isi botol tiap pagi. Tahu ada dispenser begini, bawa botol sendiri ya. 😀

Keamanan

Menginap selama 3H2M, kami merasa cukup aman. Terdapat safe deposit box juga di dalam kamar untuk yang mau menyimpan lipstik Yves Saint Lauren dan pensil alis Viva-nya.

Staff

Staff keamanan (dan parkir?) sangat ramah dan menyenangkan. Mereka juga sopan dan lucu; suka mengajak bercanda. Hingga kami pulang, mereka masih baik menyapa dengan senyum tulus. Staff hotelnya juga oke walaupun agak kurang bisa berpromosi tentang kota Cirebon. Sebagai orang yang kerja di bidang perhotelan dan cukup sering menginap di berbagai macam akomodasi, ekspektasi saya sama frontliner memang cukup tinggi. Kalau ditanya Jalan Kartini di mana dan apa bisa dicapai dengan jalan kaki, maka tidak ada salahnya menambah info ada apa di Jalan Kartini itu atau makanan apa yang wajib dicoba di sana. Atau kalau tidak ada, beri kami info tempat lain untuk cari makan. Ketika kami bertanya tentang Restoran Salt juga info diberikan dengan sedikit nada ragu. Yah masnya ragu apalagi saya, Mas! Jadi sebenarnya hubungan ini mau dibawa ke mana? *EH INI APA SIH GAK FOKUS-FOKUS!*

Minusnya

Selain staff hotel yang kurang informatif, sepertinya tidak ada yang perlu saya garis bawahi sebagai poin minus dari hotel ini. Perlu diingat, hotel ini, bagi saya, masuk kategori business hotel, sehingga pemahaman saya untuk luas kamar yang tersedia ya memang cukup memadai. Jadi jangan komentar ‘Kamarnya kecil!’ di sini, karena itu berarti pemahaman kita tidak sama. Hehehe.

Akhirnya..

Kamu rekomendasikan nggak, Lan?

Yes, recommended. Harga yang saya dapat adalah Rp700.000 untuk dua malam, dikurangi potongan harga dari Traveloka jadi hanya bayar Rp500.000 saja. Tapi bahkan dengan harga normal tanpa pengurangan dari Traveloka, bagi saya harga itu masih sangat masuk akal. 🙂 Hotel ini cocok untuk pejalan muda atau pebisnis. Atau artis ibukota seperti saya lah. Hasek!


Amaris Hotel Cirebon

Jalan Siliwangi No 70

Cirebon, Jawa Barat

+62 231 8290066

Pesan dari: Traveloka

Advertisements