Akhir Pekan di Singapura

selfie-coffee-singapore

Bagi saya, tidak ada yang lebih menyenangkan dari mengerjai BuJendral – mama saya, dengan kejutan-kejutan kecil nan lucu dalam hidup. Akhir pekan di Singapura ini salah satu momennya.

Mama minta kami kembali berlibur di Singapura setelah kami turun Costa Victoria (bukan Costa mantan saya, EAAAAA!! *tebalikin meja*) tahun lalu. Saya bilang ‘Iya.. Iya..’ saja karena saya pikir mama hanya bercanda. Baik saya maupun beliau sudah pernah ke Singapura sebelumnya dan kami yakin kami bukan orang yang SANGAT menyukai negara ini. Bagi saya pribadi, negara ini terlalu sempurna. Kurang greget! Hehehe. Tapi ternyata mama serius minta liburan akhir pekan di Singapura. Yah, mama telah menjatuhkan titah, saya sebagai anak mah cuma bisa mewujudkannya saja. Ihir! Di tengah jadwal padat saya bolak-balik Jakarta – Kuala Lumpur saat itu, saya berhasil memesan tiket ke Singapura dengan Tiger Airways. Aha! Mak, mari kita menghabiskan akhir pekan di Singapura!!

skyline-singapore


Krik.. krik..

Krik.. krik..

Saya bengong setengah hidup saat mau membuat itinerary akhir pekan di Singapura ini. Mau ke mana ya? Hampir semua tempat wisata di Singapura sudah pernah saya sambangi. Yang pasti dimasukkan itinerary hanya Gardens By The Bay sebagai permintaan utama mama, dan Singapore Flyer – permintaan saya karena dua kali saya ke Singapore Flyer, dua kali pula itu roda-roda tidak berputar karena hujan deras. Hiks!

Selama empat hari, itinerary akhir pekan di Singapura di Google Drive saya hanya berisi Gardens By The Bay dan Singapore Flyer. HAHAHAHA. Aduh ke mana lagi ya? Kemudian datanglah ide itu. Ide mengerjai mama saya. Karena kalau pergi sama saya beliau selalu menyerahkan seluruh rencana perjalanan ke saya dan nggak mau tahu sama sekali, maka.. SAYA BUAT SAJA ITINERARYNYA MACAM KAMI BARU PERTAMA KALI KE SINGAPURA! Full jalan-jalan ala ‘traveler pemula’. Singapore for first timer! Hahahaha!!

evil-laugh-gif

Hari 1 (Jumat)

Mendarat malam hari (22.30) di Bandara Changi, langsung menuju penginapan di area Bugis. Menuju penginapan bisa dengan dua cara: (1) Naik MRT turun di Tanah Merah, berganti MRT menuju ke Bugis Station atau (2) Naik taksi. Kali ini, karena pergi dengan BuJendral, maka kami naik taksi langsung menuju penginapan. Sampai di penginapan, bersih-bersih lalu istirahat. Sudah malam! πŸ˜€

hostel-in-singapore

Murah namun tetap private. Dapat juga akhirnya! πŸ˜€

Hari 2 (Sabtu)

Hari ini hari dimulainya akhir pekan di Singapura. Mulai dengan cari makan pagi di sekitar penginapan. Untuk yang HARUS makan makanan halal, kawasan Bugis adalah kawasan yang tepat untuk mencarinya. Hampir semua restoran di kawasan ini menyediakan makanan halal. Tersedia juga makanan Indonesia dan Melayu; juga makanan India atau Arab.

Setelah makan, naik MRT dari Bugis ke Raffles Place Station. Di sini lah mama mulai bertanya kami mau ke mana. Lalu dengan jayanya saya bilang, “Mau foto depan Merlion!! HAHAHAHAHAHA.” Terus beliau misuh-misuh lucu, berkata sudah pernah foto depan Merlion, mau apa lagi ke sana, untuk apa foto depan ikon Singapura itu lagi? Hihihi. Saya cekikikan saja. Mana hari itu panas sekali lagi. Hihihi.Β Tapi walaupun misuh-misuh, beliau tetap nurut sih waktu saya minta berdiri di samping Merlion untuk saya ambil fotonya. Hihihi.

merlion-singapore

The Icon! Eh maksudnya Merlionnya, bukan mama saya. πŸ˜›

Selesai berfoto, kami jalan kaki ke Singapore Flyer menyusuri pinggir bayfront. Nggak terlalu jauh kok, bisa sambil ngobrol atau duduk-duduk dulu bersantai kalau lelah. Singapore Flyer-nya beroperasi!! YAY!! Tiketnya SGD33 per orang. Lebih murah kalau beli online, diskon 5%, tapi kemarin benar-benar nggak sempat beli tiketnya online jadi ya sudah, bayar saja SGD33. Hehehe. Singapore Flyer berputar selama 30 menit dan kalau hari sedang cerah, kita bisa lihat Batam dari kejauhan. BuJendral takut mendekat ke pintu atau dinding kacanya, tease-able banget deh. Hihihi. Nggak deng, saya baik kok, nggak godain, saya ajak jalan mundur kalau mau mendekati pintu atau dinding kacanya untuk berfoto. πŸ˜€

inside-singapore-flyer

Iya iya, mama memang (kelihatan) masih muda. HUVT.

Dari Singapore Flyer, tadinya mau naik Duck Boat, tapi lalu urung dan kami memilih jalan ke Chinatown. Mama sudah paham saya menyusun itinerary akhir pekan di Singapura ala turis, jadi beliau menerima dan mengikuti saja. Hihihi. Untuk menuju Chinatown, kami naik MRT dari Promenade, satu jalur menuju Chinatown. Ke luar Chinatown, menyusuri jalan-jalan yang penuh toko suvenir di kiri kanannya dan berjalan terus sampai ke Buddha Tooth Relic Temple. Sedang ada acara di tengah vihara, bhiksu-bhiksu duduk rapi dan membaca kitab bersama-sama. Pengunjung diperkenankan berjalan mengitari mereka dengan menjaga ketenangan.

buddha-tooth-relic-temple-singapore

Pelindung para pemuda dan pemudi yang lahir di Tahun Kerbau!

Jalan lagi di Chinatown sampai ketemu Masjid Chulia, BuJendral solat dahulu. Selesai solat, jalan lagi menuju stasiun MRT Chinatown dan naik MRT menuju ke Stasiun Bayfront untuk ke Gardens By The Bay. πŸ˜€ Dari Stasiun Bayfront, kami memutuskan naik shuttle bus dengan membayar SGD2 per orang PP. Sayangnya, shuttle bus ini hanya beroperasi dari pukul 09.30 – 17.30 sehingga kami yang akan berada di sana sampai malam pasti nggak bisa naik shuttle car untuk kembali ke Stasiun MRT Bayfront. Jadi tiket PP hanya kami pakai one-way saja. Hehehe.

Kami menghabiskan lebih dari 4 jam di Gardens By The Bay. BuJendral senang sekali di sana, keliling setiap dome, terhibur dengan bunga-bunga yang warna-warni. Saya, tentu terhibur dengan adanya penyejuk udara yang dingin. Hahaha. Cemen lah ini siBulan!

gardens-by-the-bay-singapore

Tas keresek itu properti foto saya memang. πŸ˜€

Dari Gardens By The Bay sudah malam dan kami juga sudah lelah, walaupun pulangnya melewati Marina Bay Sands, tapi sungguh nggak tertarik untuk masuk dan melihat-lihat. Hehehe. Dan saat melewati Marina Bay Sands itu, saya sempat berujar, “Ma, kapan ya bisa menginap di MBS sini?”

Dijawab BuJendral, “Memang di sini berapa menginap satu malam?”

Saya, “800an dollar kayaknya, Ma.”

Mama, “Oh, ya itu sih sekarang bisa kalau mau. 8 jutaan lah ya per malam. Adek mau? Kalau mau sih bisa. Ayo, mama traktir.”

Saya (panik), “Nggak usah, Ma!! Nggak usah!! Kemahalan!! Nginap di penginapan biasa saja!!”

Lalu BuJendral ketawa sambil bilang, “Kalau mau, ayo! Tapi mama sih tahu Adek pasti nggak mau. Hihihi.”

LAAAAHHHH.. Towewewewewew!!!

Hari 3 (Minggu)

Di itinerary akhir pekan di Singapura ini, saya merancang pergi ke Orchard Road lalu Mustafa Center lalu Haji Lane. Tapi mama yang sudah tahu saya asal sekali buat itinerarynya dengan tegas menolak rencana ini. HAHAHAHA. Beliau sudah nggak mau pergi ke Orchard Road dan Mustafa Center. Saya pikir ya oke lah, santai-santai saja kalau begitu hari ini sambil menunggu penerbangan sore kami kembali ke Jakarta. Akhirnya kami bangun agak siang, santai-santai mengobrol lalu cari makan. Setelah makan, kami jalan santai keliling Kampong Glam (distrik Melayu). Foto-foto di Haji Lane dan memutari Sultan Mosque hingga sampai ke Malay Heritage Center. Duduk-duduk di halamannya sambil mengobrol, ketawa-ketiwi melihat beberapa turis Jepang yang sedang dijelaskan tentang Daun Pandan dan semua bibir mereka merekah terpesona. Bihihik.

haji-lane-singapore

Neng, cendilian aja, Neng..

Lalu kami kembali lagi ke penginapan untuk siap-siap check out. Tadinya saya mau titip koper di penginapan sembari kami jalan-jalan, tapi kemudian BuJendral punya ide bagus untuk membawa serta saja koper kami ke Bugis Junction. Kami bisa cari makan di sana dan setelahnya langsung ke Bandara Changi via Stasiun MRT di bawah Bugis Junction itu. AHA! Ide bagus kan! πŸ˜€

Jadilah kami bawa koper jalan kaki ke Bugis Junction. Hahaha. Di dalam Bugis Junction adem (terima kasih untuk sebuah penemuan bernama ‘penyejuk udara’, princess ini berbahagia), dan kami makan dulu, lalu jalan-jalan, lihat barang-barang, dan makan lagi. HAHAHAHA. Tahu-tahu sudah jam 15.00 dan saatnya kami bergerak menuju Bandara Changi. Naik MRT turun di Tanah Merah, berganti MRT khusus ke bandara. Sampai di Changi kami masih sempat santai-santai dan dua kali pijat di kursi pijat kesukaan. Lalu makan lagi (YAMPUN BARU SADAR SAYA MAKAN TERUS, PANTAS SAYA NAIK BERAT BADANNYA!! INI SALAH BUJENDRAL!! PASTI INI RENCANA TERSELUBUNG DIA UNTUK MEMBUAT SAYA MAKIN BULAT!!).

Di pesawat kembali ke Jakarta, saya bertanya, “Mama senang nggak?” dijawab senang. Dan jawaban dilanjutkan dengan,Β “Dek, balik lagi ya nanti ke sini, akhir pekan di Singapura lagi, tapi seharian di Gardens By The Bay saja.” EAAAAA!!! Hahaha. Boleh Ma, boleh, tapi di dalam flower dome-nya saja ya. Enak, adem. Hihihi. #puterililin *bawa AC split ke mana-mana*

Senyum dulu ah.. πŸ™‚

bugis-area-singapore

Kawasan Bugis di pagi hari, Nasi Briyani di resto itu ENAK BANGET!

Singapore-flyer-capsule

Kapsul Singapore Flyer

singapore-skyline-day

Kek Miami.. CAILAH!

gardens-by-the-bay-singapore

Susah mau foto bareng yang bagus. Hihihi.

nightshot-singapore

Singapore Flyer dan Gardens By The Bay di malam hari

Advertisements