Itinerary Siem Reap Kamboja

Waktu ditawarkan sebuah birthday trip, saya agak terpana. Eh apa? Birthday Trip? Ya ampun, mainstream sekali! Hihihi. *kemudian ditampar* Tapi ya kadang se anti-mainstream apapun saya, cukup menyenangkan untuk mengunjungi divisi mainstream dalam hidup saya lagi. Maka saya iyakan lah itu tawaran. Hehehe. *alasan* Dipilihlah Siem Reap Kamboja sebagai destinasi birthday trip kali ini. Waktunya hanya 4 hari 3 malam terhitung dari dan kembali ke Kuala Lumpur.

Berikut itinerary Siem Reap Kamboja 4 hari 3 malam yang mungkin bisa jadi acuan kalau kalian mau punya birthday trip atau jalan-jalan santai menghabiskan dollar waktu ke sana. Hahaha. 😀

angkor-wat-siem-reap-cambodia

Birthday Girl on a Birthday Trip. Jieh!!

Hari 1:

Perjalanan dimulai dari Kuala Lumpur naik AirAsia menuju Siem Reap Kamboja. Kami menumpang penerbangan pertama yang sungguh membuat kami gedabrukan lompat-lompat kelinci menuju klia2 lalu ngesot-ngesot manja menuju terminalnya. Sampai di Siem Reap Kamboja pukul 07.50; saya langsung lewat dengan jaya sambil mengobrol dengan petugas imigrasinya (sungguh, petugas imigrasi Siem Reap itu ramah sekali) dan menunggu teman saya apply VOA. Hahahaha. *kibar-kibar paspor hijau dengan bangga*

siem-reap-international-airport

Bandara Internasional Siem Reap, motretnya buru-buru jadi setting kamera belum diatur. 😦

Rencananya kami akan makan dulu di bandara tapi tebak apa?? TIDAK ADA RESTORAN DI KEDATANGAN BANDARA SIEM REAP KAMBOJA!! Ya ampun, bagaimana ini. Princess lapar, kalau lapar kan cranky, kalau cranky kan emosi, kalau emosi kan jadi nggak cantik lagi! Huhuhu. *pupuran*

Kami pun akhirnya langsung bernego dengan seorang supir tuk-tuk untuk mengantar kami berkeliling seharian itu. Berkenalan lah kami dengan To. Detil kontak To bisa dilihat di post >> Kak Bulan cantik amat sih << ini. Sesungguhnya kami ingin makan dulu, tapi ternyata pukul 9 – 10 pagi di Siem Reap Kamboja itu belum ‘hidup’; hampir semua restoran yang kami datangi belum buka. Hiks. Akhirnya kami menahan lapar dan langsung menuju perhentian pertama: War Museum. Berkeliling War Museum, saya kemudian diam dan baru menyadari, adalah salah menghabiskan hari ulang tahun dengan mengunjungi museum ini. Sedih banget rasanya! Hiks. Hihihi. Jadi saya melipir menunggu di dekat pintu keluar sementara teman seperjalanan saya berkeliling tank-tank tua dan melihat-lihat senjata.

war-museum-siem-reap-cambodia

Saya pilihkan foto-foto yang ‘biasa’, puluhan foto lainnya di museum itu sangat ‘bercerita’. Sedih. 😦

Dari War Museum, kami mencoba peruntungan dengan datang lagi ke satu restoran, TET!! Belum buka juga. Kami pun melipir saja membeli kelapa batok untuk mengembalikan tenaga yang sedih karena ditolak beberapa restoran. Ditolak restoran saja sakitnya sudah sepertiini, apalagi ditolak cintanya oleh yang terkasih kan KAN!! 😥 Perjalanan pun dilanjutkan ke Angkor National Museum. Ih saya suka museum ini, berpenyejuk udara soalnya. HAHAHAHA. *anaknya dangkal sekali* Tapi koleksi Angkor National Museum ini memang bagus, bisa dapat banyak pengetahuan dengan baca penjelasan-penjelasannya. Gara-gara ke museum ini, saya jadi suka dengan Apsara. 😀 Setelah dari Angkor National Museum, waktu sudah menunjukkan pukul 14.30. Kami pun bergegas ke satu restoran untuk mengisi perut yang sudah meronta kelaparan. Selesai dari restoran, kami ke hotel untuk check in. Lalu, istirahat, tidur. Mengembalikan kesehatan biar kuat berkeliling Siem Reap Kamboja esok hari. YEAH!!

angkor-national-museum-siem-reap-cambodia

Nggak boleh foto di dalam museumnya, jadi di luarnya saja ya. 😀

Malam harinya kami jalan kaki ke Pub Street untuk makan dan melihat-lihat barang apa yang sekiranya bisa dibeli dan muat masuk ransel kami. HAHAHA.

Hari 2:

Hari kedua, kami keliling candi angkor dalam satu hari. Cerita lengkapnya bisa dibaca di >> Kak Bulan imut-imut lucu << ini. Pulang dari keliling candi angkor dalam satu hari itu kami sudah kelelahan. Badan rasanya sudah peleyot-peleyot kayak Squidward di Spongebob Squarepants. Hihihi. Kami istirahat lalu malamnya cari makan sekalian belanja-belanja di daerah Pub Street lagi. Hehe.

pub-street-siem-reap-cambodia

Foto atas itu, reflexology sambil lihat ladyboy jejogetan di atas panggung. IHIY! Penat hilang ya.

Hari 3:

Karena ini judulnya birthday trip dan saya adalah yang berulangtahun jadi harus di-iyakan apa yang saya inginkan ingin santai-santai, maka saya hanya memasukkan sedikit kegiatan dalam itinerary siem reap kamboja hari ketiga ini. Untungnya teman perjalanan saya nggak mengeluh, dia mah ikut saja apa yang saya mau. HAHAHA. *kedip-kedip bulu mata bermascara*

Kami mulai pagi dengan bangun siang lalu berenang di hotel sambil pesan makan. Lalu mengobrol saja di pinggir kolam renang. Sekitar jam 3, kami minta hotel mencarikan tuk-tuk untuk kami ke Tonle Sap.

friendly-angkorboutique-hotel-siem-reap-cambodia

Tolong fokus ke saya, bukan ke gentong di sebelahnya walaupun memang agak nyaru

Niat ke Tonle Sap ini adalah untuk berkunjung ke pasar apungnya, tapi setelah melalui perjalanan panjang dengan tuk-tuk di tengah hujan melewati jalan rusak yang sedang ditinggikan di kanan kiri, kehujanan karena harus keluar dari tuk-tuk dulu sebentar (karena kalau tidak turun dulu, sudah dipastikan tuk-tuk itu akan kebalik bersama kami di dalamnya karena jalan naik sekitar 40 sentimeter), pas sampai sana, kami ‘digetok’ harga USD50 per orang untuk naik perahu menuju ke pasar apungnya. APA??/ USD50?? DUH!! Kami akhirnya memutuskan nggak usah ke pasar apungnya saja. Dan pas kami mau pergi, yang tadi menawarkan harga tiba-tiba menurunkan harga jadi USD20 per orang. Sebenarnya kami bisa naik perahu itu dan menuju ke pasar apungnya, tapi saya tuh anaknya agak ambegan, kalau sudah nggak enak dan merasa ‘digetok’ di awal, saya mendingan nggak jadi saja sekalian. Hahaha. Jadilah kami pulang dengan tangan hampa tanpa melihat pasar apung Tonle Sap itu. Biarin! Mungkin belum rejekinya kami bisa ke pasar apung Tonle Sap kali ini.

boat-to-tonle-sap

Belum Tonle Sap-nya. *(masih) cemberut*

Kembali dari Tonle Sap, kami minta berhenti di Psa Chas saja untuk berkeliling pasar tradisional ini dan berbelanja sedikit oleh-oleh untuk yang dekat di hati. CAILAH. Lalu jalan kaki untuk makan steamboat di pinggir market di sekitar Pub Street! Karena apa lah arti ke Kamboja kalau nggak makan Cambodian Steamboat yang terkenal itu kan. Hehehe. Oya, di pilihan daging untuk steamboatnya masa ada daging buaya! Huaaaaa. Langsung jatuh iba. 😦

Malam itu malam terakhir kami di Siem Reap Kamboja dan besok pagi-pagi sekali kami sudah kembali naik tuk-tuk menuju bandara untuk terbang lagi ke Kuala Lumpur. Dan karena alasan tersebut, maka malam itu adalah malam yang tepat untuk … MINUM BIR ASLI KAMBOJA! Hahaha.

Dua bir kami pesan, Angkor dan Cambodia. Dari keduanya saya lebih pilih Angkor; rasanya hampir mirip dengan bir kesukaan saya Heineken. Tapi Cambodia juga enak, agak lebih fruity.

cambodia-beer

CHEERS!! *pentokin botol sampe pecah*

Keesokan harinya, kami kembali ke Kuala Lumpur dengan bahagia. Total di Siem Reap Kamboja hanya tiga hari yang full, tapi saya sudah senang sekali. Ada yang bilang harus hati-hati kalau ke Siem Reap Kamboja, banyak kriminalitas dengan penjambretan tas di dalam tuk-tuk, atau dibawa kabur saat naik ojeg untuk berkeliling, tapi Puji Tuhan kami selamat dan baik-baik saja. Justru terberkati karena saya merasa orang Kamboja itu semuanya baik-baik dan ramah sekali. Berhati-hati tetap diperlukan, lagipula, dalam setiap perjalanan, kita memang harus berhati-hati dan mawas diri kan. 😉

Semoga terbantu dengan itinerary Siem Reap Kamboja ini ya! Jangan lupa follow IG saya: Ubermoon ya. *lah tetap promo akhirannya* Hihihi.

Senyum dulu ah.. 🙂

Advertisements