Masuk Shenzhen dari Hong Kong

Untuk kalian yang sudah ikuti blog saya dari mulai di blogspot (atau bahkan multiply) pasti tahu cerita saya ditolak masuk Shenzhen lima tahun lalu. Hihihi. Iya, lima tahun lalu!! Waktu berjalan cepat dan saya tetap kelihatan awet muda ya!

Sudah iyakan saja.

victoria-peak-hong-kong

YA CANTIKAN SAYA SEKARANG DONG!!


Libur raya kemarin, saya berkesempatan untuk sekali lagi mencoba masuk Shenzhen dari Hong Kong. Kali ini dengan BuJendral. Stress nggak, Lan? BANGET!! Kalau sampai ditolak masuk dua kali itu sudah final lah, pikir saya, tidak usah saya perjuangkan lagi di lain waktu. Cukup sudah! Cukup cinta saja yang perlu diperjuangkan lebih dari dua kali. Shenzhen tidak usah. Begitu ya! *iya, Bulan, iya..*

Bagaimana cara masuk Shenzhen dari Hong Kong?

Ternyata sebenarnya mudah dan cepat.

Dari Hong Kong, naiklah MTR menuju Stasiun Lo Wu (lihat ujung rute berwarna biru di peta).

hong-kong-mtr-map

Gambar diambil dari sini, edit ‘si tangan’ oleh saya. Klik untuk memperbesar.

Lo Wu adalah perbatasan Hong Kong – Shenzhen di bagian Hong Kong. Di sana, paspor akan dicap keluar Hong Kong. Keluar dari kereta, silakan langsung cari barisan yang sesuai dengan paspor kita (Foreign Passport/Non Hong Kong Residents) dan antri dengan baik. Selesai dari Lo Wu, kita berstatus zero, sudah tidak di Hong Kong tapi juga belum masuk Shenzhen tapi berada di tanah Tiongkok. Hehehe. Jalan saja terus melewati jembatan tertutup yang melintasi sungai besar pemisah Hong Kong dan Shenzhen dan kita akan sampai di Luohu, daerah perbatasan Hong Kong – Shenzhen bagian Shenzhen. Setelah melewati jembatan, langsung lihat kiri, cari tulisan ‘Port Visa’. Di situlah tempat membuat visa masuk Shenzhen, adanya di lantai 2. Kalau jalannya berdua, lebih baik bagi tugas, yang satu langsung ke atas, mengambil nomor antrian dan mengisi formulir permohonan visa sementara yang satu lurus untuk mengambil Kartu Kedatangan di sebelah kanan di lantai satu. Baru setelah itu yang mengambil Kartu Kedatangan menyusul ke atas untuk bantu isi formulir permohonan visa. Saya kemarin melakukan semua satu per satu dengan BuJendral, nggak bagi tugas. Alhasil lumayan menghabiskan waktu lama mengurus visa dan mengisi Kartu Kedatangan itu. Hehehe.

Di atas, tunggulah nomor antrian dipanggil dan sementara menunggu, bisa sambil mengisi Kartu Kedatangan. Efisien deh!

Saat dipanggil, berikan nomor antrian, paspor, dan formulir permohonan visa yang sudah diselipkan di dalamnya. Tidak perlu menyelipkan uang ya, apalagi cinta.

Dari loket permohonan visa, nomor kita akan dipanggil lagi di loket sebelahnya untuk bayar. Selesai bayar, tunggu lagi, nomor kita akan dipanggil kemudian di loket terakhir untuk pengembalian paspor yang sudah tertera visa masuk Shenzhen yang berlaku selama lima hari. CAILAH!! Pipiwww… Princess masuk Shenzhen dari Hong Kong juga nih akhirnya!! Ahahaha. *untir-untir rambut*

visa-shenzhen

Seandainya visa ada yang pakai stiker-stiker seperti itu, pasti lucu ya.

Itu sudah selesai? BELUM!!

Masukkan nomor visa ke Kartu Kedatangan. Oh ya, di Kartu Kedatangan itu juga diminta alamat selama di Shenzhen. Kalau belum pesan penginapan (saya kemarin belum pesan karena takut ditolak masuk Shenzhen lagi. Hahaha), masukkan saja nama hotel yang sekiranya akan diinapi. Maka sebelum sampai Shenzhen, coba lihat-lihat pilihan hotel secara daring dulu, jadi bisa punya bayangan nama hotel yang ditulis. Jangan tulis Tune Hotel; karena apa? Karena nggak ada Tune Hotel di Shenzhen. -____- Ketahuan sekali  kan itu bohongnya kalau begitu. Hihihi.

welcome-inn-hotel-shenzhen

Nih, saya kasih bocoran nama hotel yang saya dan BuJendral inapi, silakan masukkan ke data Kartu Kedatangan. 😀

Setelah visa tertempel dan Kartu Kedatangan sudah diisi, antri lagi untuk menuju loket pengecapan. Selesai dari sana dan paspor sudah dicap, AHA!!! Selamat datang di Tiongkok Daratan!

Saya menghabiskan dua hari di Shenzhen dan selama dua hari itu pula saya agak tertekan karena gagap bahasa yang saya alami. Cerita tentang Shenzhen akan saya bahas di post selanjutnya ya. Intinya, karena ke Shenzhen ini, saya jadi merasa Bahasa Mandarin (atau Kanton, atau Hokkien, atau Hakka) itu indah didengar. Hahaha.

Lima tahun yang saya perlukan untuk kembali bisa berusaha masuk Shenzhen dari Hong Kong. Lima tahun untuk dua hari. Kalau ditanya apa saya mau ke Shenzhen lagi, dengan perut bulat saya menjawab …

tidak.

Hahahaha. Uwiyuwiyu..

Senyum dulu ah.. 🙂

Advertisements