Bekal Flashpacking ke New Zealand

New Zealand atau yang dibahasa Indonesiakan menjadi Selandia Baru sudah jadi negara yang saya taruh 5cm di depan muka sejak beberapa tahun lalu. Tepatnya sejak nonton Amazing Race yang mengambil tempat di Rotorua. Hihihi. Receh banget memang saya nih, mau mendatangi suatu negara kok ya gara-gara nonton acara kejar-kejaran. Hihi.

rotorua-new-zealand

Foto bukan milik saya, diambil dari sini.

Sayangnya, hingga kini, itu jarak 5cm nggak berubah-ubah. Nggak memendek juga. Tetap saja 5cm. Saya belum berkesempatan ‘main’ ke New Zealand. Kenapa? Padahal tiket tinggal beli, barang tinggal dipacking, lha kok nggak jalan?

Alasannya cemen. Tak lain tak bukan adalah karena saya merasa:

  1. Sayang ke New Zealand kalau cuma 5-7hari. Mending sekalian tiga minggu. Atau kalau lebih singkat ya dua minggu lah. Biar bisa ke Pulau Utara maupun Selatan.
  2. Mengingat akan dua minggu (minimal) dan mengunjungi dua pulau, maka kayaknya nggak memungkinkan kalau pas di sana menggunakan transportasi umum, mending sewa mobil dan nyetir sendiri. Tapi kalau sendirian, biayanya jadi membengkak banget karena nggak bisa sharing sewa mobil. Ribet ya hidup Neng, Bang.. Hihihi.
  3. Belum ketemu teman yang bisa barengan. Selain karena mungkin sulit untuk teman-teman yang kerja kantoran untuk ambil cuti dua minggu, juga setiap saya bilang mau sewa mobil, dll, semua pada melongo dan teriak “ABIS BERAPA ITU DUA MINGGU JALAN GITU??” – Yaelah, tinggal kurangin jatah ngopi dan clubbing tiap minggunya sih padahal – dan jual baju bekas dan jual potongan rambut dan jual ginjal pada nggak mau berkorban banget. Hiks.

Itu tiga alasan utamanya. Kenapa saya bilang ini alasan ‘cemen’? Karena habis baca buku Flashpacking To New Zealandnya Uni Deedee Caniago, saya baru sadar alasan yang membuat saya nggak pergi-pergi ke New Zealand ini nggak berdasar banget.

campervan-new-zealand

Jalan-jalan sama pasangan nyetir campervan keliling New Zealand. Uwiyuwiyu banget! Foto bukan milik saya, diambil dari sini.

Buku Flashpacking to New Zealand ini buku keempat karya Uni Deedee. Di buku ini, Uni menceritakan pengalamannya flashpacking ke New Zealand SENDIRIAN dan dengan cara HITCHHIKING!! Khan maen, Sodara-sodara!!

Dari buku ini saya jadi tahu cara-cara mudah mencapai tujuan-tujuan wisata di New Zealand. Ternyata walaupun tujuan wisata ini saling berjauhan, tapi bisa juga tidak sewa mobil. Selain dengan menumpang bus, perjalanan bisa dilakukan dengan hitchhiking atau menumpang mobil yang lewat. You know, macam mengangkat rok tangan saat ada mobil lewat gitu. Perjalanan jadi gratis, cuma ya tetap ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk membuat perjalanan ‘menumpang’ itu menyenangkan (tipsnya ada di bukunya, beli sik!!)

hitch-hiking

Kok gelang yang kedua dari belakang ucul. Kok Incess mauk. Foto bukan milik saya. Diambil dari Wikipedia.

Setelah baca, berani ngelakuin hitch-hiking, Lan?

(Tetap) ENGGAK. Hihihi.

Tapi saya kagum sama keberanian Uni hitch-hiking di negeri orang. Hehehe.

Bahasa di buku ini segar dan lucu. Ringan banget buat cekikikan sendirian (eh gimana sih kok sounds scary?!); mulai dari Uni yang niat beneur tanam bulu mata sebelum berangkat sampai kejadian dia kekunci di luar kamar hostelnya. Yampon, travel writer juga manusia yekan, bisa melakukan kesalahan-kesalahan lucu macam itu. Hihihi.

Kalau saya kan princess bersayap emas, nggak mungkin saya melakukan kesalahan seperti itu. *shrug*

Buku ini membahas banyak tujuan wisata di New Zealand yang dikunjungi Uni. Eh ternyata wisata di New Zealand nggak cuma Hobbiton dan Rotorua saja (teteup). Hihi. Info tentang sky diving (yang terkenal banget ya Tuhan, Incess mauk!) di New Zealand juga ada. Plus tentang Ice Glacier Trekking yang saya baru tahu ada dan fotonya jadi cover bukunya Flashpacking to New Zealand ini.

hobbiton-new-zealand

Hobbiton, tunggu akuh!! Foto bukan milik saya, diambil dari sini.

Ini buku saya bawa liburan ke Malaysia kemarin, saya bawa juga pas ke Tebing Parang, dan sekarang masih suka saya baca-baca pun di rumah. Memupuk mimpi gitu ceritanya biar jadi ke New Zealand-nya tahun depan. Amin..

Aminin dong..

Gaes.. Gaes..

AMININ PLEASE!!!

Oya, buku Flashpacking to New Zealand ini self-published, jadi nggak akan ada di toko buku apalagi toko kelontong ya. Sistem penjualannya dipegang sama Uni Deedee sendiri. Jadi yang mau beli, silakan menghubungi kanal di bawah ini ya.

  • Pembelian via email ke deedee_caniago[at]yahoo[dot]com
  • Pembelian via SMS 0813 8148 8899

Kalau sudah beli, balik dong ke cover belakangnya, lihat nama paling bawah pemberi endorsement ketiga.

HASEK!!

Cici Princess Rembulan Buttercup Indira Soetrisno. Mihihi. Gaya beut!

Jadi sekarang teman jalan sudah ada, buku petunjuk sudah ada, keberanian sudah terkumpul, uang tabungan juga, mari jalan ke New Zealand tahun depan!!

YEAAAAAH!!

*tetap sewa mobil saja, nggak usah hitchhiking lah, Incess cemen anaknya*

Hihihi.

Senyum dulu ah.. 🙂

Advertisements