Nonton Kabaret di Malioboro Yogya

“Aku mau nonton kabaret di Mirota!”, Mumun mengirimkan pesan via Whatsapp pagi itu. “Oke, yuk! Aku temenin!”, jawab saya cepat. Saya rasa, berapa kali pun saya diajak nonton kabaret di Malioboro Yogya, saya akan bilang “YUK!” dengan cepat dan senang hati. Hihihi.


Dari bertahun-tahun lalu sebenarnya saya sudah ingin nonton kabaret di tempat yang bernama Mirota Batik. Namun setiap kali ke Yogya, selalu tidak sempat. Baru tahun lalu, ketika saya ke Yogya sendirian selama seminggu, saya menyempatkan diri untuk datang dan menonton kabaret di Malioboro Yogya ini.

Who would have guessed I finally move to Yogya for good yekan.. Hehehe..

Pertunjukan kabaret di Malioboro Yogya mengambil tempat di Kafe Oyot Godhong, sebuah kafe yang berada di lantai paling atas Batik Hamzah (sebelumnya bernama Mirota Batik). Di mana kah Batik Hamzah ini? Di ujung selatan Jalan Malioboro, di sisi yang berhadapan dengan Pasar Beringharjo dan Benteng Vredeburg. You can’t actually miss it. And everyone in the area knows the building.

kabaret-di-malioboro

Apa sih kabaret itu?
Awalnya saya pikir yang disebut kabaret adalah pertunjukan hiburan dengan penghibur berjenis kelamin laki-laki yang berpakaian layaknya perempuan. Tapi ternyata saya salah!!

Sempat terlintas juga bahwa kabaret adalah pemimpin kirab yang berjalan dengan memegang tongkat dan terkadang mengayunkan atau melemparnya ke atas lalu menangkapnya kembali. Tapi kemudian saya ingat, itu mayoret bukan kabaret. Pfft..

Mayoret itu yang bikin Astor kan?
Bukan, kalau itu adalah Mayora.
“Satu lagi dari Mayora!”
Double Pfft..

Mayora itu yang perempuan muda dinikahi sama sultan dari seberang kan?
Bukan, kalau itu adalah Manohar ….. okay I should stop.
Triple Pfft..

Ketika mau membuat tulisan ini, saya berkonsultasi dengan teman lama saya, Google, tentang apa arti kabaret yang sebenarnya.

Menurut Google Dictionary (cieee, udah kayak anak masa kini belum referensinya Google Dictionary..hihi..), kabaret adalah seni pertunjukkan yang digelar di klub malam atau restoran dengan penonton yang menikmati pertunjukan sambil duduk dan makan/minum. Jadi variable utama kabaret adalah ‘pertunjukan seni’, ‘digelar di klub malam/restoran’, dan ‘penonton nonton sambil duduk dan makan minum’, sudah. Tidak ada pasal soal penghibur yang harus laki-laki berpakaian perempuan. Hehehe. Maafkan saya.

Untung ada Google!

Google itu yang kacamata renang kan?
Bukan itu goggles.
Okay it’s getting more intense, I use English word as selepetan!!

Tiket kabaret di Malioboro Yogya bisa dibeli on the spot mulai satu jam sebelum pertunjukan. Ada dua jenis tiket, VIP dan Festival. Perbedaannya hanya di tempat duduk saja (eh dan harga tentu). VIP menempati meja deretan depan sementara Festival ya menempati meja lain selain yang VIP itu. Hihihi. Tapi dua kali saya menonton, selalu nggak dapat kelas VIP. Mau beli tiga jam sebelumnya, tiket belum dijual, datang tepat satu jam sebelumnya dan mau beli VIP, eh sudah habis. YHAAAAAA….. Hancur hancur hancur hatiku..

Saya akhirnya berkesimpulan yang tiket VIP ini memang sudah dipesan oleh grup tur gitu kayaknya. Bete ya. Iya. Tapi jangan sedih, duduk di Festival pun tetap bisa menikmati pertunjukannya kok.

Bete itu sejenis kacang-kacangan yang baunya nguing menyengat kan?
Bukan, itu pete.
HAHAHAHAHAHA.. Tanya sendiri jawab sendiri, sunggu kasihan hidup beta.

Harga tiket VIP adalah Rp60.000 sementara yang Festival Rp50.000. Harga ini sudah termasuk seperangkat alat sholat satu paket kecil kentang goreng dan sambal sachetnya. Pertunjukan dimulai tepat pukul 19.00, dibuka dengan tarian Jawa yang sungguh luwes lemah gemulai; membuat saya tiba-tiba ingin daftar les tari Jawa.

Yang lebih mengagumkannya lagi, penarinya: LAKI-LAKI!!

Well, ada penari perempuannya sih, tapi mungkin sepanjang pertunjukan kabaret di Malioboro Yogya ini, penari perempuannya hanya dua atau maksimal empat orang dan mereka sebagai penari, bukan penghibur utama. Selebihnya, laki-laki semua.

We…o…we…
WEOW..

Para penghibur ini sungguh luwes narinya, Geng! Saya saja kalah.. Padahal saya sudah paling kalem, njawani, dan lemah gemulai gini diantara saya dan saudara saya. (lha wong cuma punya satu saudara, cowok pula gitu pegimana bandingannya dah…)

kafe-oyot-godhong-mirota-jogja

Setelah tari Jawa selesai, pertunjukan utama pun dimulai. Penghibur pertama masuk dan lip-sync lagu yang menghentak. Saya lupa apa judulnya tapi saya ingat suasana langsung bergemuruh dan seluruh penonton terlihat bergembira berjoget bersama saat musik terdengar. Penghibur bergantian masuk dan keluar, lagu yang dibawakan selang seling antara yang ngebeat dan mellow. Saat lagu ngebeat, seluruh penonton bergoyang dan tertawa melihat tingkah polah penghibur di panggung dengan jogetan yang luar biasa enerjik jondal jondil loncat sana loncat sini. Saat lagu mellow seluruh penonton ikut nyanyi bersama sambil menggerakkan tangan ke kanan dan ke kiri. Duilah, macam nonton konser Bon Jovi nih..

Bon Jovi itu yang kartun kodok?
Bukan, itu Kerokeroppp….YAK BETUL SAUDARA-SAUDARA SEKALIAN!

Suasana temaram cenderung gelap di bagian penonton, cahaya hanya ada dari bias lampu di panggung, suasana yang pas untuk bergoyang sesuka hati tanpa takut malu dilihat pengunjung lain. Hahaha. Padahal, siapa pula yang peduli. Semua sibuk berbahagia, asyik dengan diri atau kelompoknya sendiri. Nggak ada yang pusing memikirkan polah pengunjung lainnya. Oh sungguh utopia..

Utopia itu yang oleh-oleh khas Jogja?
*BLETAK!!*
Nyuwun ampun, Romo…

Di pengalaman pertama menonton dulu, ratu (atau raja?) panggungnya bagi saya adalah seorang penghibur yang lip-sync dan dance K-Pop. Gila ngedance K-Popnya keren banget!! Cepat, presisi, dan on beat! Didukung pula dengan baju ala Sailormoon (rok mini ala anak sekolah gitu) dan rambut dikuncir dua di kanan kiri. Mind you, he danced in 12cm block heels. Good Lord, saya takut dia keceklik!

Di pengalaman kedua, yang paling membekas adalah dua penghibur yang masuk membawakan lagu dangdut ngebeat berbahasa Jawa. Dua-duanya laki-laki tentu, tapi yang satu berperan sebagai perempuan lengkap dengan busana kebaya dan kainnya. Goyangan penghibur yang berperan sebagai perempuan ini amazing banget! Tubuhnya fasih diliukkan dan pinggulnya lancar diputar. Hitsnya, di sebuah bagian lagu, dia berlari, loncat tinggi, lalu mendarat dengan melakukan: SPLIT!! Hahahaha.

Split dengan memakai kain panjang!!
Saya nggak tahu gimana caranya dia bisa split dan kainnya nggak robek. :))

Split itu bukan pantat ayam dalam bahasa Jawa?
SILIT!!!!!!
*sudah capek belum?*

Di tengah pertunjukan, selalu ada penghibur yang naik ke ‘scaffolding’; bergoyang hebat sambil berpegangan ke besi-besi scaffolding ala Spiderman. Semua dilakukan dalam balutan gaun panjang berbahan manik-manik yang berkilat tertimpa lampu dan juga sepatu berhak minimal 9cm! Shunggu mencengangkan dan terbaique..

celine-dion-di-kabaret-jogja

Satu penghibur yang berperan sebagai Celine Dion juga mencuri hati saya dan Mumun. Selain karena perawakannya yang tinggi semampai MIRIP SEKALI dengan karakter yang dibawakannya, juga karena dia tidak hanya lip-sync lagunya tapi sampai ke omongan tengah konsernya. Something like,

“I would like (pause) to say thank you (narik napas capek abis nyanyi kan ceritanya) to all of you here (ngangguk-ngangguk nunjuk penonton). To my band (nengok ke belakang, padahal nggak ada band atau siapa-siapa di belakang), to my fans (nunjuk penonton), to my number one supporter, my family (nunjuk arah mana saja terserah dia lah), friends, musician (ngangguk ke arah atas tengah macam ada tempat operator aja di sana), everyone…. (ngangguk penuh empati). Thank you..”

Lengkap beneur peresnya! Hahaha.

Eh peres itu kan merk muisjes ya..
HAYOOO apa itu muisjeeesss..

Pertunjukan kabaret di Malioboro Yogya berlangsung selama satu jam. Saking ramainya berjoget dan tertawa, satu jam itu berlalu tanpa terasa. Tahu-tahu seluruh penghibur dan penari berkumpul di panggung dan menari bersama tanda pertunjukkan berakhir.

Beberapa tips yang bisa saya berikan kalau mau nonton pertunjukan kabaret di Malioboro Yogya:

  1. Pertunjukan kabaret di Malioboro Yogya hanya ada di hari Jumat dan Sabtu. Dimulai pukul 19.00. Datang satu jam sebelumnya untuk bisa pilih tempat menonton yang sesuai di hati. Kalau kelas VIP masih ada, beli tiket VIP saja untuk dapat pemandangan maksimal ke seluruh area.
  2. Setelah beli tiket, langsung tukar dengan kentang gorengnya karena penukaran kentang goreng ini ada di lantai bawah pas banget baru masuk ke area kafe sementara area menonton paling enak ya di area mezzanine atau atas mezzanine (lantai 3 kafe). Dengan ambil langsung setelah beli tiket kan jadi nggak usah bolak-balik gitu. Apalagi kalau sendirian nontonnya. Pas sudah dapat tempat bagus eh mesti ambil kentang goreng tahu-tahu pas balik lhaaaaa tempatnya sudah ditempati orang lain kan syedi… Hancur hancur hancur hatiku.. *lagu ini muncul di otak terus dari tadi tapi lupa siapa yang nyanyi dan lupa lirik lanjutannya bagaimana*
  3. Dari dua kali nonton di tempat berbeda, saya meyakini bahwa tempat dengan pemandangan terbaik adalah di lantai 3. Dari pintu masuk kafe langsung naik ke lantai tiganya, bukan ke mezzaninenya. Ini dengan asumsi nggak dapat tiket VIP ya. Kenapa di lantai 3 lebih baik? Karena kalau di mezzanine kanan panggung, momen penghibur yang masuk via panggung hidrolik (apa sih ini namanya? Panggung yang bisa naik turun gitu loh) nggak akan kelihatan, ketutupan atap saung di kanan, jadi kelihatan kaki penghiburnya doang. Hahaha. Kalau di mezzanine kiri panggung, momen penghibur naik scaffolding dan joget ala Spiderman nggak akan kelihatan. Nah kalau dari lantai 3, walaupun posisi nontonnya jadi bukan dari arah depan, tapi cukup tinggi untuk bisa lihat seluruh area dan cukup tinggi sampai nggak ada atap saung mana pun yang menghalangi pandangan. Seperti melihat Wakanda dari ketinggian.
  4. Pakai pakaian yang nyaman dan sepatu yang mudah dilepas pasang. Sistem duduk kafe ini lesehan, jadi kalau pakai rok pendek atau rok sepan, agak PR duduknya. Dan karena lesehan, jadi harus buka sepatu. Nah kalau sepatunya sneakers bertali-tali ya bye!! Kesel banget ngelepasnya, masangnya apalagi. Hahaha.
  5. Siapkan uang tunai. Baik pembelian tiketnya maupun pembelian makanan di kafenya semua dibayar dengan uang tunai. Sistemnya, pesan langsung bayar. Jangan pesan makan kalau sudah kelaperan banget ya karena pesanan makanan dan minuman lumayan lama datangnya. Pesan jauh-jauh menit. Jauh-jauh jam, jauh-jauh hari kalau perlu. *rasakan tatapan aneh mas/mbak kafenya saat kalian melakukan itu*.
  6. Kali pertama saya nonton, saya sendirian. Kali kedua kemarin, saya nonton dengan Mumun, Aji, dan Hannif. Walaupun saya tipe yang senang ngapa-ngapain sendirian, tapi untuk nonton kabaret di Malioboro Yogya ini saya lebih bahagia nonton bareng teman-teman. Lebih asyik rasanya, ada teman ngakak, teriak-teriakan, dan joget bareng. Pas sendirian nggak apa juga sih, cuma lebih asyik bareng teman saja. Jadi kalau ada pembaca post ini yang mau nonton tapi sendirian, kembali ke paragraf pertama cerita ini, you know who to call kan. Hess cailah! Koyo awakmu iso say yes all the time aja, Lan..
  7. Set lagu berubah setiap minggu, jadi untuk penonton, nonton kabaret di Malioboro Yogya ini nggak akan membosankan karena beda-beda terus set lagunya. Bad sidenya, lipsync para penghibur jadi nggak terlalu maksimal karena setiap minggu mereka harus menghapalkan lagu baru. Tetap lucu nggak? Ya tentu saja tetap lucu, cuma paling gerak bibirnya nggak terlalu sama dengan lagunya saja kadang-kadang. Nggak terlalu berpengaruh ke keasyikan pertunjukannya sih. Saya anaknya nggak (terlalu) demanding.
  8. Ada sesi foto bersama setelah pertunjukan berakhir jadi jangan langsung pulang. Sesi ini dilakukan di luar kafe dan free tentu saja. Ahoy.. Gratuit!!

Gratuit itu yang ditanyakan kalau teman nawarin jualan dan kita berminat beli gitu? *janji ini terakhir*

Demikianlah cerita tentang nonton kabaret di Malioboro Yogya. Ketika saya post snippet kabaret ini di Instastory, ternyata masih banyak yang bertanya dan minta info lebih lanjut. Jadi sepertinya belum banyak yang tahu ada pertunjukan kabaret di Malioboro Yogya ini ya.

Bisa jadi alternatif hiburan penuh canda dan tawa nih kalau liburan ke Yogya.

Senyum dulu ah.. πŸ™‚

foto-bersama-kabaret-jogja

Ki-ka: Aji – Mbak Kebaya yang Split – Mbak Adele – Hannif – saya – Mbak Celine Dion – Mumun


BACA JUGA:

  1. Yogyakarta.. Pulangnya Saya..
  2. Pantai Ngobaran, Yogya Rasa Bali
  3. Mangunan, A Stunning View from Above
Advertisements