Tujuh Tempat Wisata di Kota Kinabalu

“Mau ke mana tanggal 9?”

“KK, Mas..”

“KK?? Mana tu?”

*itu, Mas, Kartu Keluarga*
YHA…
*kemudian keduanya berjalan bergamit lengan dan tangan menuju kelurahan*


Hampir semua (eh apa malah semua ya?) orang yang saya beritahu rencana saya berkunjung ke KK selalu bertanya apa dan di mana itu KK. Hihihi. KK adalah singkatan dari Kota Kinabalu. Adanya di Sabah, Malaysia; tapi bukan bagian Malaysia Semenanjung (atau yang lebih familiar saya sebut peninsula) melainkan Malaysia bagian Borneo a.k.a pulau yang sama di mana Kalimantan kita berada!

Cieeee… Kalimantan kitaaaa…
Kali……mantan kita..
#yha #kokbegitu
#maafkuranglucu

dairy-farm-in-sabah

Banyak orang menyangka kalau berkunjung ke Kota Kinabalu PASTI adalah untuk mendaki Gunung Kinabalu. Tidak salah sih, tapi Kota Kinabalu tidak hanya berisi Gunung Kinabalu saja. Dari kunjungan kedua kalinya ke Kota Kinabalu (walaupun judulnya ‘kunjungan’, tapi pakai uang sendiri kok, bukan uang rakyat), saya jadi tahu Kota Kinabalu itu punya banyak tempat wisata yang layak kunjung selain gunung. Tujuh tempat wisata di Kota Kinabalu yang menurut saya pantas dikunjungi saya tuliskan di bawah ini. Urutan tidak berdasarkan tingkat wajib kunjungnya ya melainkan berdasarkan urutan saya mengingatnya saja. Hihihi.

(Maklumi saja, namanya juga Gemini..)
  • SIGNAL HILL
    Signal Hill adalah sebuah platform observatorium di atas bukit. Posisinya masih di perkotaan dan bisa dicapai dengan berjalan kaki (tapi ya kalau bisa naik mobil, naik mobil saja lah. Hihihi). Kali pertama saya ke Kota Kinabalu dan mau menuju Signal Hill bersama pacar kala itu, kami nggak tahu ada jalan pintas naik tangga sehingga kami jalan kaki memutar mengikuti jalan mobil. Serius itu mutar banget! Mana menanjak lagi – ya namanya juga menuju atas bukit yekan. Sungguh perjuangan pemuda dan pemudi yang sedang dimabuk asmara itu memang ngeri ya. (hayah) Kalau ingat-ingat cerita itu, Mama Dhani (tante saya yang tinggal di Kota Kinabalu) ngakak nggak berhenti ngetawain saya. Saya juga ikut tertawa sih… menertawakan putusnya hubungan sepulangnya dari sana. ELAH!! *tebalikinmeja*

    signal-hill-kota-kinabalu

  • PULAU SAPI, MANUKAN, MAMUTIK
    Nggak banyak yang tahu di Kota Kinabalu Sabah, selain gunung, juga ada pulau, pantai, dan air laut yang hijau kebiruan menggugah untuk langsung dicemplungi. (((DICEMPLUNGI))).

    Yang terkenal adalah Pulau Sapi dan Manukan. Dua kali saya ke Kota Kinabalu, dua-duanya saya ke dua pulau itu. Sungguh tidak kreatif. Hihihi. Di Pulau Sapi, saya snorkeling. Ada gugusan karang di tengah laut tidak begitu jauh dari bibir pantai. Gugusan karang itu dijaga dan dibatasi tali berpelampung bola dan pengunjung bisa snorkeling mengitari tali tersebut (jadi nggak boleh ke tengahnya). Gugusan karangnya nggak buruk-buruk amat (walaupun hanya satu spot saja) dan jumlah ikannya lumayan banyak dan beranekaragam. Bisa diving juga di Pulau Sapi tapi kebanyakan yang diving di sana untuk belajar, latihan, dan sistemnya borongan banget. Ada kali sekali nyebur 40an orang kemarin. Pusing Ikan ini melihatnya. Hihihi.

    pulau-sapi-sabah-malaysia
    Pulau Manukan asyik buat leyeh-leyeh. Tinggal sewa tikar sepuluh ringgit (atau bawa sendiri kalau mau, BUT WHY WOULD YOU?) dan gelar deh di pinggir pantai. Bisa main air dan renang-renang sampai puas juga di Pulau Manukan ini, nggak ada karang, jadi aman. Pulau Manukan macam kolam renang besar berisi air asin. Hehehe. Eh iya, di Pulau Manukan ada yang jual makan besar juga. Kayak warung prasmanan gitu. Wangi kari dari warung itu, beuuuuh.. Menggoda.. SLURP!

  • DESA DAIRY FARM
    Sebagai calon peternak masa depan (iya, cita-cita saya punya peternakan gitu), saya semangat banget saat diajak ke Desa Dairy Farm ini.

    Desa Dairy Farm berada di sebuah lokasi yang masyaallah picturesque banget. Tanah yang lapang berumput hijau dipagari deretan pohon cemara mengelilingi peternakan besar yang dibangun ala gudang gandum (barn maksudnya, di  GTranslate diterjemahkan jadi ‘gudang gandum’ jadi yasudah, ikutin saja. Hehe). Kalau nggak ada tulisan ‘Desa Dairy Farm’ atau orang-orang yang bersahutan, “Ambik gamba.. ambik gamba..” sesungguhnya Desa Dairy Farm ini lebih terasa kayak di Swiss daripada di Malaysia (kata penulis yang belum pernah ke Swiss). Mama Dhani cerita, kadang-kadang sapinya dilepas merumput sendiri di bukit-bukit berumput hijau itu jadi beneran rasanya kayak lihat pemandangan peternakan di New Zealand atau Australia. *ganti negara biar tulisan ini agak masuk akal sedikit karena setidaknya saya pernah lihat peternakan di Australia*

    desa-dairy-farm-sabah-malaysia
    Di Desa Dairy Farm, pengunjung bisa kasih makan dan minum anak sapi (sapi kok minum susu sapi) dan juga bisa membeli gelato dan sosis homemade! YUM!

  • PASAR MALAM MAKANAN LAUT
    Karena dekat dengan sumber makanan laut, nggak ada salahnya ke pasar malam yang menjual makanan laut di Kota Kinabalu. Ada beberapa lokasi pasar malam makanan laut di Kota Kinabalu; yang kami kunjungi kemarin berlokasi persis di sebelah Pasar Besar. Ikan-ikan hasil tangkapan nelayan dijejer rapi di meja dan bisa dipilih sesuai jenis yang disuka, dimasak sesuai selera, dan diambil sesuai volume perut dan dompet. Hihihi. Makannya di pinggir laut ditemani kapal-kapal nelayan yang bersandar.

    Duh kapal-kapal ni kayak aku saja, sukanya bersandar.
    *kemudian ngegeletak di bahu mamang*

    Kemarin kami makan calamari (cuminya besar-besar sekali!), ikan kerapu steamed (pesanan siapa lagi kalau bukan Your Highness Ibu Kitumi), dan udang goreng butter kering (yang ditutupi sarang telur). Nggak ada fotonya karena nganu, kami langsung asyik makan nggak sempat foto dulu. HAHAHAHA.

  • SABANDAR LEISURE PARK
    Ini sebenarnya taman hiburan baru jadi memang belum begitu ramai pengunjung (YAY!). Tempatnya agak menjauh sedikit dari kota tapi nggak jauh-jauh amat kok, 20 – 25 menitan saja. Di taman ini bisa lihat dan berinteraksi – sayang-sayang, elus-elus, cium-cium – kuda. Hyahahaha..

    Kudanya ada beragam jenis dan ukuran. Ada yang surainya pendek ada yang panjang. Ada yang tinggi tegap, ada yang mini kayak kuda poni. Ada yang warnanya hitam, ada yang coklat dan khaki. Semua kuda ini bisa ditunggangi lho. Ada arenanya disediakan (apa sih kok ‘arena’?! Dikata mau tinju..)

    Tapi yang saya suka dari taman ini adalah hutan bakaunya. Hutan dengan pohon bakau yang menjulang tinggi dan akar-akar bakau yang menancap acak ke tanah basah. Pengunjung bisa jalan di dek kayu yang dibangun di antara pohon-pohon bakau itu. Di beberapa bagian, dek kayu dibangun panjang dan berkelok, cantik banget dilihatnya. Favorit! Kami lama banget di hutan bakau Sabandar ini, ngobrol-ngobrol, foto-foto, cekikikan.

    mangrove-forest-tuaran-sabah-malaysia

  • TANJUNG ARU
    Sebagai anak Indonesia yang biasa melihat momen matahari terbenam yang magis, saya sejujurnya sempat pesimis sama Tanjung Aru ini. Mungkin karena selama saya tinggal di Kuala Lumpur saya jarang lihat momen matahari terbenam yang indah (wkwkwk) jadi kepikirnya ya bisa seindah apa sih matahari terbenam dilihat dari Tanjung Aru ini?

    Rupa-rupanya, masyaallah, indah memang melihat matahari terbenam dari pantai ini. Kami beruntung saat itu sunsetnya egg yolk dengan semburat kuning jingga alih-alih ungu pink pastel seperti hari sebelumnya, efek dramatisnya jadi dapat banget. Saya bisa duduk santai di Tanjung Aru selama berjam-jam menikmati pemandangan matahari terbenam ini sambil melihat orang kali kalau nggak diajak pulang. Hihihi. Tapi sungguh, kalau datang ke Kota Kinabalu pas bukan musim hujan, do visit Tanjung Aru for sunset watching. Totes worth!

    watching-sunset-at-tanjung-aru-sabah

  • PORING HOTSPRING
    Menikmati kawasan taman nasional di Kota Kinabalu nggak mesti harus ke gunung, bisa juga ke sumber air panasnya. Poring Hotspring masuk dalam kawasan taman nasional Kinabalu. Tempatnya menyegarkan bagi saya, pas masuk harus melewati jembatan panjang di atas sungai beraliran deras. Lalu jalan lagi melewati pepohonan tinggi baru kemudian sampai di kawasan kolam air panas. Kolamnya sendiri ada banyak dan beragam. Dari mulai kolam batu hingga kolam yang khusus untuk merendam kaki saja pun ada. Tapi kalau ke Poring Hotspring, jangan langsung  berendam. Jalan dulu lah ke Canopy Walk-nya.

    Canopy Walk di sini sebenarnya adalah jembatan goyang. Tapi menuju si jembatan goyang ini, kita harus jalan dan sedikit mendaki. Nggak jauh kok. Percayalah kalau saya yang bilang nggak jauh, berarti memang nggak jauh. Hehe.

    canopy-walk-poring-hotspring
    Jembatannya ada empat, jembatan pertama panjang sekali. Jembatan kedua pendek. Jembatan ketiga lumayan panjang dan di tengahnya melewati sungai yang jauh di bawah dan hutan yang tetiba terbuka lebar di sebelah kanan jadi bisa melihat pemandangan sampai jauh. Deg-deg-ser saat melewatinya. Hihihi. Jembatan keempat hampir sama dengan jembatan kedua (kalau saya nggak salah urutan antara jembatan ketiga dan keempat ya ini..hihihi). Setelah capek dan deg-degan dari jembatan goyang ini, langsung deh menuju pemandian air panas dan berendam. Kaki yang lelah langsung hilang!!

    Eh, lelahnya kaki langsung hilang!
    Yakali, kakinya yang hilang.
    Pfft..

Aaaak, demikianlah tujuh tempat wisata (selain gunung) di Kota Kinabalu yang bisa saya bagi infonya di sini. Ya ampun bahagianya hati ini melihat jumlah kata di bawah 1500 ketika saya selesai menulis tujuh tempat wisata di Kota Kinabalu ini. Hahahaha. Akhirnya bisa nulis nggak kepanjangan lagi. *patting my own back*

Semoga tulisan tidak terlalu panjang (tapi diketik sampai jam setengah satu pagi) ini bisa mengobati kerinduan kalian akan tulisan saya ya.

YHA…
LU SIAPA?!
Bulan Lestari?

Hihihi.

Senyum dulu ah.. 🙂


 BACA JUGA:

  1. Perdana Botanical Garden – An Oasis in the Busy Kuala Lumpur
  2. Chin Swee Temple, Gorgeous Inside Out
  3. Seharian di Homestay Labu Kubong Kuala Kangsar
  4. Lihat Parade Penguin di Phillip Island
Advertisements