Perjalanan Dari Yogyakarta Ke Bromo

“Kita santai aja lah, Wid. Nanti lihat pas sudah sampai stasiun aja mau lanjut naik apa.” tulis saya di pesan yang saya kirim ke Widi.

This is the time of the year, saat di mana saya dan Widi jalan bareng ke gunung dan laut. Dimulai dari tahun lalu saat kami ke Rinjani dan Moyo, tahun ini, agendanya adalah ke Gunung Bromo lalu lanjut ke Gili Labak via Sumenep, Madura. Untuk Bromo, ini adalah kali pertama bagi Widi mengunjunginya, dan kali kedua bagi saya.

Pertama kali saya ke Bromo di tahun 2012, sendirian dari Yogya, mengikuti tur dari sebuah operator tur yang kantornya bisa dicapai jalan kaki dari rumah. Hihihi. Ketika kemarin Dawet Mawuts saya dan Widi (yawla namanya 😅) mau ke Bromo bersama, kami berkeputusan untuk jalan santai saja secara independent – nggak ikut tur.

Bagaimanakah cara menuju Bromo dari Yogyakarta?

Pertama, tentukan dulu, mau ke Bromo via mana. Kami kemarin masuk via Probolinggo karena mau menginap di Cemoro Lawang. Rutenya, dari Yogya, kami naik kereta menuju Probolinggo. Pesan tiket kereta via Tiket.com dong (ini bukan endorsement) tapi saya sudah beberapa kali ditanyai, “Kak Bulan kalau pesan tiket kereta online gitu lewat  mana?” jadi ya baiknya saya sebutkan saja di sini lah. Hihihi.

INTERMEZZO

Ada yang pernah nanya, “Pesan tiket kereta kalau online di mana?”, saya jawab dan beritahu nama OTA-nya eh pertanyaan kemudian berlanjut ke, “Kalau kereta dari Jakarta ke Jogja itu keretanya ada jam berapa aja sih, Kak?”

Subhanallah… *nangis di pelukan Saba – salah satu kondektur KAI yang ganteng* Itu dibuka doooong OTA-nyaaa. Diketik stasiun keberangkatan: Jakarta; stasiun tujuan: Yogyakarta, isi tanggal berangkat dan pulangnya, nah kejembreng deh tu ya pilihan nama keretanya apa saja, jam keberangkatan berapa saja, sampai ke pilihan kelas ekonomi – bisnis – eksekutif lengkap bisa pilih kursi pula.

Grrr..

Aqutu suka gemas kalau yang sudah dikasitauin tapi malas ngeklik dulu gitu. 😦

INTERMEZZO SELESAI
*ini intermezzo isinya curhatan*

Kereta yang kami tumpangi lumayan lama perjalanannya; ada kali delapan jam gitu. Pakai acara transit dan berhenti di Surabaya selama tiga puluh menit pula. 😅 Dari semangat, ngantuk, nonton drakor, tidur, dengar musik, makan, nonton drakor lagi, ngantuk, tidur lagi, bangun, kok ya belum sampai-sampai juga. Wkwk. Berangkat pagi sekitar jam sepuluh dari Yogya, sampai Probolinggonya lewat jam enam sore.

Untung kereta-kereta KAI sekarang sudah nyaman, jadi nggak terlalu capek lah delapan jam perjalanan. Hihihi.

nnaik-kereta-di-indonesia

Sampai di Stasiun Probolinggo, kami sebenarnya belum tahu mau naik apa. Bisa sih minta jemput sama penginapan tapi yawla mahal bat biayanya, tiga ratus lima puluh ribu!! Huhuhu. Melebihi bujet. 😭 Akhirnya kami berpikir mau naik ojeg aja dari depan stasiun. Eh lha kok memang ya, rejeki anak nggak soleh-soleh amat, ternyata ada kendaraan elf yang mengarah ke Cemoro Lawang gitu dari depan stasiun. Elf ini bisa antar sampai ke penginapan pula! Haaaaleluya! Langsung naik ke dalam elf sambil kibar-kibar lima puluh ribuan. Hihihi.

Perjalanan Probolinggo – Cemoro Lawang ditempuh dalam waktu lebih kurang 2 jam. Melewati kota Probolinggo lalu ke desa di pinggir kotanya kemudian jalan mulai meliuk dan menanjak sebelum akhirnya sampailah ke Cemoro Lawang. Kami sampai Cemoro Lawang sekitar jam sembilan malam. Gila dah, rasanya macam ingin langsung loncat ke ranjang (((RANJANG))) tapi karena semangat banget (dan lapar) yang ada kami malah jadi on lagi pas sampai penginapan. Hahahaha.

Sempat makan nasi goreng dulu malam itu, lalu bebersih dan akhirnya tidur karena pukul tiga pagi keesokan harinya, kami akan dijemput jeep untuk lihat sunrise. Ahey!

jeep-at-mount-bromo

Untuk pulangnya bagaimana? Kalau pulang dengan rute kebalikan berangkat ya tinggal dibalik saja urutan angkutannya. Naik elf sampai Probolinggo lalu lanjut naik kereta ke Yogyakarta.

SEDIKIT TIPS

Kalau mau pulang naik elf yang sama dengan yang dinaiki pas ke Cemoro Lawang, pesan dulu minta dijemput via whatsapp (nomor whatsapp ada di akhir post). omor yang sama bisa dipakai untuk memesan ikut elf dari Stasiun Probolinggo ke Cemoro Lawang.

Dari Cemoro Lawang sebenarnya ada elf yang kayak angkutan juga tapi keadannya agak menyedihkan dan kayaknya nggak berAC. Elf  yang saya tumpangi berAC dan bagus.

Kenapa harus pesan via whatsapp dulu?

Karena ternyata elf-nya saya (cieee elf-nya saya) itu tidak bisa mengambil penumpang langsung dari Cemoro Lawang. Dia hanya bisa menjemput (yang sudah confirmed) saja.

Kemarin saat elf-nya datang, ada sekelompok wisatawan asing yang bertanya ke saya apa mereka bisa ikut elf yang menjemput kami itu. Saya tanyakan ke supir elf-nya dan ternyata nggak bisa karena elf yang saya tumpangi itu nggak enak sama elf angkot dari Cemoro Lawang itu. Jadi kalau nggak pesan dulu, ya sudah pasti nggak bisa naik elf yang saya tumpangi itu. Sayang banget nggak bisa naik elf yang sama dengan yang saya naiki.

#YHA

Saya dan Widi kemarin tidak langsung kembali ke Yogyakarta melainkan ke Sumenep, Madura, dulu. Jadi dari Cemoro Lawang, kami naik elf menuju Probolinggo lalu lanjut naik bus menuju Surabaya (Terminal Purabaya) dan lanjut lagi naik bus ke Sumenep. Itu lebih wagelaseh lagi perjalanannya. Haha. Mana bus dari Surabaya ke Madura sempat mogok dan kami harus berganti bus lagi. Wkwkwkw. Sungguh sebuah perjalanan yang penuh cerita. Hihihi. *tenggak Antimo* Dari Madura, kami kembali ke Surabaya dengan naik bus dan pulang ke Yogyakarta naik kereta lagi. 😀

ka-ranggajati-yogya-probolinggo

Demikianlah post kali ini.  Iiiih kurang dari 1000 kata! Beginilah kalau diminta menulis yang informatif yekan. Susah. Aqutu ribet kalau nggak cuwawakan masukin cerita hidupku dalam tulisan. Hihihi.

Sudah ya sudah ya… Segini saja, jangan ditambahin lagi nanti ndak lebih-lebih dari 1000 kata. Hahaha. Toodles!

Senyum dulu ah.. 🙂


BACA JUGA:
1. Perjalanan dari dan ke Bromo
2. Nanjak Maksimal di Bromo
3. Negeri di Atas Awan Bromo

ELF Probolinggo – Cemoro Lawang
– Mas Rizal +62822 3456 5456 (whatsapp)

Advertisements