Wisata Kulon Progo Yogyakarta

“Dek, besok ikut jalan-jalan ya. Ngetes calon driver baru.”, Mas Tantra, kakak sepupu saya berkata di suatu siang. Sebagai anak gampangan diajak jalan, saya mengangguk semangat, tanpa bertanya mau diajak jalan ke mana. Hihihi.

Saat berkumpul keesokan harinya, saya baru tahu kami akan pergi ke Kulon Progo!

Kulon Progo adalah kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta bagian barat daya. Sebelum-sebelumnya, daerah ini memang agak kurang terkenal sebagai tujuan wisata dibanding kabupaten lainnya. Dulu, saya tahunya kalau ke Kulon Progo ya ke tempat saudara di daerah Temon. Itu pun kalau sudah dibilang akan ke sana, terbayang jauhnya. Hihihi.

Sekarang Kulon Progo terasa lebih dekat, Lan? Enggak juga sih. Tapi lebih terasa: nggak jauh-jauh amat. Wkwkwkwk.

Perjalanan ke Kulon Progo memakan waktu kira-kira satu jam dari kediaman saya di Prawirotaman. Sepanjang rute, jalanannya sudah bagus dan aspalnya pun halus. Dekat area wisatanya, jalanan banyak menanjak; membutuhkan keterampilan dan ketenangan dalam menyetir. Beruntunglah saya pernah jadi instruktur menyetir di Bikini Bottom. Timbang manuver di tanjakan doang mah ai lihai lah.


WISATA ALAM KALIBIRU

Beberapa tahun lalu, ini sepertinya satu-satunya tempat yang terkenal dari wilayah Kulon Progo. Lokasinya berada di Perbukitan Menoreh, di ketinggian 450 mdpl, jadi terbayang dong indahnya pemandangan dari atas sana macam apa.

Dari dek di Kalibiru, kita bisa lihat pemandangan danau (waduk?!), bukit, hutan, dan pegunungan.ย Zaman dulu wisata di Jogja belum ramai sama dek-dek/panggung kayu, di Kalibiru ini sudah ada. Justru dek-dek yang di Mangunan itu, saya rasa, terinspirasi dari dek-dek yang di Kalibiru ini.

Yang bikin shock jinggo dari Wisata Alam Kalibiru (kala itu) adalah selain biaya tiket masuk, pengunjung diharuskan bayar lagi untuk menaiki dek-deknya. Setiap dek beda-beda harganya. Dan deknya kan madep pemandangan gitu ya, jadi kalau mau foto bagus di deknya ya nggak bisa pakai HP karena akan backlight. Pakai kamera DSLR pun kalau nggak gape ya gak bisa. Maka tak ada pilihan lain, selain ‘hire’ fotografer dari sana. Bayar lagi? YAIYALAH HELAW.. Hahaha.

Saya ingat saya pergi ke Kalibiru bareng dua sepupu saya dan boncos membayari naik dek dan foto-foto di Kalibiru. Hahaha. Sejak itu, sempat lama saya nggak ke Kulon Progo lagi; bahkan sampai sekarang saya belum mau ke Kalibiru lagi. Trauma aqutu. Hahaha. #lebay

Kalibiru: Child-friendly, elderly friendly, parking available, resto available.

kalibiru

ย 

TAMAN SUNGAI MUDAL

Ini tujuan wisata pertama di Kulon Progo yang saya sambangi sejak trauma di Kalibiru. Hihi.

Expectation: low.
Reality: wow!

Dari parkirannya, Taman Sungai Mudal terlihat biasa saja. tidak istimewa. Setelah membayar tiket masuk, kami jalan menyusuri jembatan yang terbuat dari bilah bambu. Jalan terus melewati pathway yang disediakan (pathwaynya bagus!) dan sampailah di kolam pertama.

pathway-at-taman-sungai-mudal

Saat saya datang, air di kolam pertama terlihat berbusa walaupun warnanya toska cantik.

Iyuh…

Nyelupin kaki saja ku tak nak di aik macam tu. CAELAH. Banyak gaya.

Mungkin karena kolam pertama ini adalah kolam yang paling bawah, jadi tempat limpahan air dari kolam-kolam di atasnya makanya agak kotor. Kami memutuskan naik terus sampai ke kolam yang besar di atas dan saya terpana sepanjang jalan.

Jalan ke atas rapi sekali. Tangga disiapkan kokoh dengan pegangan di kanan atau kiri. Jembatan-jembatan bambu dibuat dengan apik. Di beberapa spot ada dispenser dan galon berisi air mineral yang bebas diambil dan diminum oleh pengunjung (air mineralnya maksudnya yang bebas diambil; bukan galon apalagi dispensernya). Keseluruhan area terjaga bersih! Ada kamar mandi (bersih pula kamar mandinya), musholla, dan warung juga.

Main di kolamnya, mau di kolam mana saja, berapa lama pun, nggak dipungut biaya lagi (HALELUYA!) tapi untuk sewa ban, sewa loker, naik flying fox ya tentu bayar lagi.

Taman Sungai Mudal: Child-friendly, not so elderly friendly, resto available, parking available.

taman-sungai-mudal-kulon-progo

PULE PAYUNG

Mas Tantra mengajak kami lanjut ke Pule Payung setelah selesai dari Taman Sungai Mudal. Pule Payung ini tempat wisata berfoto, ada beberapa spot foto yang bisa dipilih oleh pengunjung seperti sepeda terbang (gak terbang si, Gaes, sepedanya meniti tambang baja gitu), ayunan, jembatan cinta (halah), sampai ke payung-payung dan ruang tamu ala rumah-rumahan gitu.

Yang perlu diperhatikan, di Pule Payung, selain harga tiket masuk, di setiap spot foto, pengunjung harus bayar tiket lagi. Tiket di setiap spot sudah termasuk berfoto gratis, difotokan fotografer dari sana. Hasil fotonya bisa langsung ditransfer ke HP pengunjung. Profesional yaaaaaa, sebagai yang mengkhususkan diri sebagai tempat wisata berfoto, pinter ugak ni manajemennya membungkus biaya tiap spot dengan gratis fotonya.

Saya sempat naik ke dua spot saat di Pule Payung ini. Spot sepeda terbang – karena semua sepupu saya naik dan saya FOMO, serta spot flying fox – karena saya nggak perah bilang enggak sama flying fox. Hihi.

sepeda-terbang-pule-payung

Profesionalnya manajemen Pule Payung membungkus wisatanya sekali lagi terlihat di spot flying fox ini. Kalau di tempat lain kan petugas di spot flying fox tu ya memasangkan harness, menyiapkan tali, dan pengunjung meluncur saja gitu ya. Nah di Pule Payung, berbeda. Pertama saya lihat sepupu saya yang akan meluncur, saya sampai ngakak sendiri.

Jadi setelah dipakaikan harness dan siap meluncur, pengunjung diluncurin sekitar 3 meter (ditahan sama Mas-mas di bawah tu pas tiga meter); lalu berhenti di situ dan pose lah! HAHAHAHA. Duh, masih ngakak kalau ingat. Pose pose cekrek cekrek lalu pengunjung DITARIK KEMBALI ke dek peluncuran untuk kemudian dibiarkan meluncur full sampai ujung.

GILA GAK TU DEDIKASINYA PETUGAS DI SANA..

Nahanin setiap pengunjung selama mereka berfoto di tiga meter, menarik kembali pengunjung ke dek peluncuran, baru kemudian melepaskannya kembali untuk meluncur sampai ke ujung. Prok prok prok.

Secara itu kerja berat dan risiko kinerjanya tinggi, saya sempat bertanya apakah ada shift kerja? Petugas menjawab kalau akhir pekan, setiap 10 pengunjung yang meluncur, petugas yang jaga di bawah (yang pegang kuncian nahan pengunjung di tiga meter kemudian menariknya kembali) itu berganti. Di hari kerja, biasanya setelah 15 pengunjung yang meluncur karena jaraknya nggak selalu berdekatan; jadi ada waktu istirahatnya. Berat anjay nahan bobot minimal 40 – 50kg yang bergantung lalu menariknya kembali gitu. Fuh…

Pule Payung: Child-friendly, elderly friendly, parking available, resto available.

flying-fox-di-pule-payung-kulon-progo

KEDUNG PEDUT

Di Kulon Progo, ada beberapa kolam air terjun. Letaknya tidak terlalu jauh satu sama lainnya jadi kalau dalam sehari mau menclak-menclok di beberapa kolam air terjun di Kulon Progo, tentu bisa banget. Waktu itu karena jalan santai, saya dan Firsta memutuskan ke satu kolam air terjun saja dan pilihan dijatuhkan ke Kedung Pedut.

Kami pergi di hari kerja (tentu saja!) dengan harapan Kedung Pedut tidak akan terlalu ramai. Saya suka pusing lihat banyak orang dalam satu tempat seliweran gitu. Hihi.

kedung-pedut-waterfall

Setelah parkir mobil, kami menyusuri jalan yang sudah disiapkan. Dua kolam pertama yang kami lihat membuat saya memekik kegirangan. CAKEP BEENG, GENG!!

Airnya jernih dan dingin segar. Bahkan terlihat kecebong besar-besar tanda airnya masih punya kualitas kebersihan yang prima. Jalan naik turunnya masih ada yang berbentuk tanah, jadi harus hati-hati kalau mau naik atau turun apalagi saat kaki basah, licin euy.

Memang sih ada ketidakfaedahan berupa helikopter entah apa lah sama tulisan Kedung Pedut besar-besar yang ganggu kalau keseluruhan tempat mau difoto tapi lain dari itu, Kedung Pedut: BAGUS!

Kedung Pedut: not really child-friendly, quite elderly friendly, parking available.

kedung-pedut-kulon-progo

Segitu dulu kayaknya share tentang wisata di Kulon Progo. Nggak banyak memang karena saya masih suka kepikiran malas menyetir ke sana. HAHAHA. Semoga nanti NYIA jadi dan ada kereta bandara ke Kulon Progo, waktu tempuh bisa dipersingkat dan jadi makin ingin berwisata di Kulon Progo yaaaa.

Eh atau kalau saya punya pasangan yang bisa dan mau nyetirin serta sama-sama senang jalan-jalan deh leh uga ke Kulon Progo lagi. #halah #alasanklasik

Wkwkwk.

Senyum dulu ah.. ๐Ÿ™‚


BACA JUGA:

  1. Kafe dan Coffee Shop di Jogja yang Asyik buat Kerja
  2. Roadtrip Malang Jogja Bersama Anak
  3. Nonton Kabaret di Malioboro Yogya
Advertisements