Transportasi di Korea Selatan

Transportasi di Korea Selatan

“Bulan, transportasi di Korea (Selatan) sudah bagus kayak Jepang gitu?”
“Bagus kok. Reliable.”
“Ada Shinkansen juga?”
“Shinkansen? Shinkansen di Jepang. Kereta cepat, maksud loe?”
“Eh nggak tahu, Shinkansen tu kereta cepat? Gue belum pernah ke Jepang.”

Ya ngapain tadi pembandingnya Jepang kalau sendirinya belum pernah ke Jepang, Jaenaaaab!!

***

Korea Selatan adalah salah satu negara yang menurut saya, sistem transportasinya baik dan bisa diandalkan. Di kota-kota besarnya, banyak opsi sistem transportasi yang semua mumpuni menjangkau seluruh bagian kota. Di kota kecil yang sudah saya singgahi, selalu ada pilihan transportasi yang cukup memadai. Di pulaunya, saya melihat sistem transportasi yang membaik dari tahun ke tahun — tanda pemerintah Korea Selatan benar-benar niat memberikan sarana transportasi yang baik bagi rakyatnya.

*Assalammualaikum Komisi V*

 

SEOUL

Seoul punya pilihan transportasi yang paling beragam, menurut saya. Subway/metro, bus dalam kota, bus luar kota, kereta, mobil oppa, dan taksi siap mengantar sesuai jadwal dan kebutuhan. Kalau saya lagi solo traveling ke Seoul, saya paling suka ke mana-mana naik metro.

Bukan hanya karena saya merasa aman dan nyaman naik metro tapi juga karena di setiap stasiun metro tu ada toko yang unik gitu; kadang ada toko sepatu, kadang jaket-jaket indie, kadang makanan jalanan. Beberapa stasiun seperti Gangnam, Myeongdong, dan Jamsil bahkan punya underground shopping mall yang menjual produk-produk yang ingin saya bawa pulang semuanya. Wkwkwk.

Tapi kalau sudah lelah (stasiun metro di Seoul banyak yang nggak punya eskalator), saya naik bus saja.

Sistem pembayaran metro maupun bus bisa dengan T-Money.

Ada beberapa terminal bus luar kota di Seoul: Central City Bus Terminal (Honam Terminal), Dong Seoul Bus Terminal, Express Bus Terminal, Nambu Bus Terminal, serta Sangbon Bus Terminal dan Sinchon Bus Terminal. Terminal-terminal ini beda jalur peruntukan. Express Bus Terminal adalah yang terbesar dan paling lengkap melayani jalur bus ke mana-mana.

Pembelian tiket bus luar kota bisa via konter atau online via website/aplikasi TAPI pembayaran pembelian online hanya bisa pakai kartu kredit keluaran Korea. HAHAHA. Jadi kalau mau tahu jadwal bus dan berapa kursi tersisa untuk perjalanan yang diinginkan, bisa langsung klik Kobus , tapi untuk pembelian ya ke terminal saja langsung. Express Bus Terminal juga punya underground shopping mall, restoran, dan Daiso (gede banget!) jadi perjalanan ke sana nggak akan terasa lah kalau sambil lihat-lihat. Hihihi.

Peta Metro Seoul
Peta Metro Seoul

 

BUSAN

Ada metro juga di Busan dan metro ini mencakup area mulai dari bandara Gimhae hingga sedikit ke luar kota seperti ke Beomeosa. Karena hampir semua destinasi wisata yang diunggulkan Busan bisa dicapai dengan metro, jadi naik metro adalah opsi paling masuk akal untuk berkeliling Busan.

Peta metro Busan ini bisa diminta secara gratis di Tourist Information Center (TIC) Bandara Gimhae atau klik di sini. Petanya cukup lengkap dan langsung terlihat tempat-tempat apa yang bisa dikunjungi dan Exit nomor berapa yang harus diambil serta, kalau harus melanjutkan dengan bus, bus jenis apa dan nomor berapa yang harus ditumpangi setelah keluar Exit.

Pembayaran metro dan bus di Busan sudah terintegrasi dan bisa menggunakan T-Money (kartu transportasi yang bisa dibeli dan diisi ulang di seluruh minimarket dan stasiun).

Baca juga: Komunikasi di Busan

Peta Metro Busan
Peta Metro Busan

 

SOKCHO

Tidak ada metro atau subway di Sokcho, tapi ada bus dengan rute lengkap mencakup hampir seluruh pelosok kota. Bus di Sokcho sangat bisa diandalkan dan aman.

Secara jadwal, bus di Sokcho memang tidak datang setiap menit, tapi menunggunya juga tidak lama kok. Jalan utamanya hanya satu dan dilewati banyak trayek bus, di halte ada layar yang berisi nomor bus yang akan datang, rute bus, dan berapa menit lagi bus akan mencapai halte tersebut. Tulisannya hanya dalam Hangeul tapi saya yakin kalau pun tidak bisa baca Hangeul, bisa menebak maksud tulisannya. Tinggal lihat nomor bus yang ingin ditumpangi lalu lihat layar kanannya ada angka diakhiri 분 (bun) yang artinya menit.

Pembayaran bus di Sokcho kini sudah bisa dengan T-Money, YAY!! Selain itu, bisa dengan uang tunai juga tapi kalau punya T-Money, ngapain pakai uang tunai? Ribet. Hihihi. Budaya tertib naik transportasi umum di Korea Selatan sudah bagus, jadi semua tertib naik dari pintu masuk di depan dan keluar dari pintu bus yang ada di tengah. Tap T-Money pas naik dan tap lagi pas turun.

Jadwal Bus di Sokcho

 

DAEGU

Ada subway di Daegu dan jalur subwaynya sederhana sekali. Karena sederhana, jalur ini belum mencapai seluruh tempat wisata hingga yang sedikit ke luar kota. Ke Donghwasa Temple, misalnya, abis naik subway ya harus lanjut naik bus lagi. Mirip dengan di Busan lah (cuma Busan rute metronya lebih banyak).

Di jalur subway di Daegu ada underground shopping mall yang panjang dan menarik! Jungangno Underground Shopping Mall namanya. Di mall bawah tanah ini selain toko baju, kaus kaki, dan pernak pernik, juga ada Daehyun Shopping Mall dan bioskop CGV! Lengkap yhaaaa..

Yang menarik, jalan lebih jauh di mall bawah tanah ini akan ketemu deretan studio foto di mana pengunjung bisa berfoto memakai Hanbok atau seragam SMA ala-ala. Hihihi. Jalan lebih jauh lagi, akan ketemu deretan Tarot reader. Jalan lebih jauh lagi, bisa lihat memorabilia sisa kebakaran di stasiun ini pada tahun 2003 (ini sedih banget kalau diceritakan).

Oh ya, banyak area subway di Daegu yang plangnya hanya ada dalam Hangeul, jadi kalau nggak bisa baca Hangeul ya sabar saja. Wkwk. Untungnya, pengguna subway di Daegu tu lebih santai, nggak buru-buru, jadi kalau ada yang nanya juga mereka masih sempat bantu jawab. Petugas di tiap stasiun pun terlihat lebih banyak dibanding petugas di stasiun di Seoul atau Busan, jadi bisa bertanya ke petugas juga.

Pembayaran subway di Daegu bisa dengan T-Money.

Peta Subway Daegu
Peta Subway Daegu

 

GYEONGJU

Di Gyeongju tidak ada metro/subway. Untuk perjalanan ke luar kota, ada bus dan kereta, sedangkan untuk berkeliling di dalam kotanya bisa dengan naik bus. Jalur bus di Gyeongju sudah cukup ekstensif mencapai pinggir kota. Jadwal bus di Gyeongju (khususnya yang ke pinggir kota) memang tidak sering, bisa satu jam sekali, dan nggak beroperasi sampai malam.

Pembayaran bus di Gyeongju pakai apalagi kalau bukan … T-MONEY! Hahahaha. T-Money my love, memang.

 

CHUNCHEON

Mau tulis, “Nggak tahu, pas di Chuncheon jalan-jalannya naik mobil Oppa!” eh tapi kan nggak boleh gitu ya, nanti dikomen ‘kurang informatif’ lagi tulisan saya. Sad. 🙁 *baper wkwkwk*

Chuncheon bisa ditempuh sekitar 1,5 jam naik kereta dari Seoul. Di dalam Chuncheonnya sendiri tidak ada metro/subway tapi ada bus. Kata teman saya yang memang orang sana, Chuncheon ini kayak Puncak-nya Jakarta: tempat pelesiran gitu, dan karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Seoul, kebanyakan orang ke Chuncheon ya bawa kendaraan mobil sendiri.

Setelah berkeliling Chuncheon seharian, saya pun sampai di kesimpulan: agak sulit memang jalan-jalan di Chuncheon kalau nggak bawa mobil. Tempat-tempat indahnya tu berpusat di pinggir danau Chuncheon yang gede banget atau justru di atas bukit dan kedua area ini tidak dilewati bus. Wk!

 

JEJU ISLAND

Dulunya, kalau mau keliling Jeju Island tu paling masuk akal ya sewa mobil karena transportasi umumnya tidak bisa diharapkan. Sekarang? Beuh! Tinggal unduh KakaoMap dan naik bus ke mana-mana! MANTAP!! Bayar busnya? YA PAKAI T-MONEY YA AMPUN MASA MESTI SAYA BERITAHU LAGI!! Hihihi.

Kenapa harus unduh KakaoMap? Karena di sana lah bisa terlihat jadwal bus yang detil termasuk nomor kode halte yang harus kita tempati untuk menunggu bus (tiap halte ada kodenya masing-masing, kode ini yang dicocokkan dengan kode di KakaoMap). KakaoMap, sayangnya, baru ada dalam Hangeul jadi sekali lagi kalau tidak bisa Hangeul, ya sudah, sabar saja. Hihihi.

Perjalanan bus di Jeju Island lumayan panjang-panjang. Ke satu tempat kalau agak ke pinggir kota bisa satu jam perjalanan sendiri. Harga tiket busnya? Masih sangat terjangkau! (Sejujurnya, saya nggak tahu sih harganya berapa, saya tinggal tap tap saja. Wkwk)

 

UMUM

  • T-Money bisa dibeli di bandara atau minimarket GS25. Isi ulangnya bisa di semua stasiun dan minimarket juga. Selain untuk transportasi, T-Money juga bisa jadi moda pembayaran di minimarket. T-Money ini nggak ada masa kedaluwarsanya jadi selain bisa jadi souvenir, pas kembali ke Korea Selatan, bisa dipakai lagi deh tu T-Moneynya, tinggal diisi ulang. Hihihi.
  • Di beberapa terminal bus antarkota, khususnya di kota yang tidak terlalu ramai wisatawan luar, plang keterangan dan jadwal hanya ada dalam Hangeul. Jadi bagaimana kalau mau beli tiket bus antarkota? Di setiap terminal bus antarkota ada Tourist Information Center, bisa ke sana dan nanti petugas TIC akan menuliskan rute dan tiket apa yang mau dibeli dalam tulisan Hangeul dan kertas itu tinggal diberikan ke petugas loket. Atau, screenshot jadwal bus yang diinginkan dari website Kobus, sapa Annyeonghaseyo ke petugas di dalam loket dan tunjukkan screenshotnya. Hihihi. Jangan lupa bilang terima kasih yaaa…
  • Untuk penginapan, di mana pun, saran saya pilihlah penginapan yang dekat entrance/exit stasiun metro atau halte bus. Yang dari dan ke-nya bisa dicapai dengan berjalan kaki gitu. Setelah sudah tahu entrance/exit terdekat, di hari pertama, coba jelajahi pilihan entrance/exit yang ada untuk mencari yang mana yang ada eskalatornya. Hahaha. Ini penting karena tangga naik turun stasiun itu tinggi-tinggi, kadang sampai tiga lapis. Betis berkonde kalau naik tangga terus ya, Rencang-rencang, maka carilah eskalator. Kalau lagi pergi sama Mama, kami memilih jalan memutar sedikit atau harus menyeberang jalan demi keluar di exit yang ada eskalatornya dibanding ambil exit lebih dekat tapi naik tangga. Hihihi.
  • Saya malu kalau pakai elevator di stasiun metro di Korea Selatan karena elevator di sana benar-benar diprioritaskan untuk lansia, orang yang menggunakan kursi roda, ibu hamil, dan orang yang bawa stroller bayi. Kalau bawa koper susah naik tangga boleh naik elevator? Boleh. Tapi bukan prioritas jadi kalau pas antre elevator ada yang lebih prioritas di belakang (misalnya ada nenek-nenek di belakang atau ibu hamil) ya mundur saja, antre di belakang mereka. Hehehe. Oh, sama jangan lupa tahan pintu sih kalau ada orang mau masuk tapi lama, gedeg banget saya kalau ada yang masuk elevator, berdiri di depan panel, tapi nggak ngejagain. Lansia mau masuk kepejret pintu jadinya. Hissss.

Tiket Busan ke Sokcho

Segitu saja cerita tentang transportasi di Korea Selatan. Semoga informatif dan membantu yang mau jalan-jalan ke Korea yaaaa. Kalau ada yang mau ditanyakan bisa bertanya ke petugas TIC di sana, jangan tanya ke saya, saya Neng Bulan, bukan rumput yang bergoyang. Yaksip. Hihihi.

Senyum dulu ah.. 🙂