Cara ke Shenzhen dari Hong Kong

14
Cara ke Shenzhen dari Hong Kong

Sekali lagi, saya akhirnya mencoba masuk Shenzhen dari Hong Kong!!

Eh? ‘Mencoba sekali lagi?’

Iya. :))

Untuk yang sudah ikuti blog saya dari mulai di Blogspot (atau malah Multiply), pasti tahu cerita saya ditolak masuk Shenzhen di tahun 2010. Hihihi. Dari sejak ditolak dulu, saya belum mau mencoba ke Shenzhen dari Hong Kong lagi; trauma gitu ceritanya, Rencang-rencang.

The Peak Hong Kong

Nah di liburan kali ini, saya niatkan lah berkunjung ke tiga negara dalam satu waktu: Hong Kong, Cina (Shenzhen), dan Macau bersama Mama. Maka saya mempersiapkan diri untuk mengurus visa on arrival Shenzhen dari Hong Kong.

Stress nggak, Lan? BANGET!! Kalau sampai ditolak masuk Shenzhen dua kali itu sudah final lah, pikir saya, tidak usah saya perjuangkan lagi di lain waktu. Cukup sudah! Cukup cinta saja yang diperjuangkan, visa masuk Shenzhen tidak usah. Wkwk.

Jadi berhasil nggak percobaan kemarin? Berhasil dong.. Alhamdulillaaah.. *pamer visa*

Visa On Arrival Shenzhen

***

Cara ke Shenzhen dari Hongkong

Bagaimana sih cara ke Shenzhen dari Hong Kong? Well, ternyata mengurus visa on arrival untuk masuk ke Shenzhen dari Hong Kong itu mudah dan cepat.

  1. Dari Hong Kong, naik MTR menuju Stasiun Lo Wu (lihat ujung rute berwarna biru di peta).
    Lo Wu adalah stasiun perbatasan Hong Kong—Shenzhen di bagian Hong Kong. Di bagian Shenzhen, namanya Luo Hu. Di Lo Wu, paspor akan dicap keluar Hong Kong dan di Luo Hu, paspor akan dicap masuk Cina.

    MTR Hong Kong to Lo Wu

  2. Keluar dari kereta di Stasiun Lo Wu, cari jalur yang sesuai dengan paspor (Foreign Passport/Non Hong Kong Residents) lalu antri. Ikuti saja prosedurnya hingga paspor sudah dicap keluar Hong Kong.
  3. Selesai dari Stasiun Lo Wu itu, status sudah berubah jadi zero. Tidak milik negara mana-mana. Sudah tidak di Hong Kong tapi juga belum masuk Cina. Hihihi, terkatung-katung hingga beberapa menit setelahnya. 😀
  4. Jalan terus melewati jembatan tertutup yang melintasi sungai besar pemisah Hong Kong dan Daratan Cina, sampai lah di Luo Hu! IYA, JADI TADI NYEBERANG NEGARA!! Ahzek.. Biasanya nyeberang tu nyeberang jalan gitu ya, ini nyeberang negara. 😀
  5. Setelah melewati jembatan, langsung lihat kiri, cari tulisan ‘Port Visa’. Di situlah tempat membuat visa on arrival untuk masuk Shenzhen. Kantor untuk mengurusnya ada di lantai dua. Nah kalau ke Shenzhennya paling tidak berdua, saran saya, lebih baik bagi tugas. Yang satu langsung ke atas, mengambil nomor antrian dan mengisi formulir permohonan visa on arrival Shenzhen sementara yang satu lagi lurus terus di lantai satu untuk mengambil Kartu Kedatangan di sebelah kanan. Baru setelah itu yang mengambil Kartu Kedatangan menyusul ke atas untuk bantu isi formulir permohonan visa. Saya kemarin melakukan semua satu per satu, nggak bagi tugas dengan Mama, alhasil lumayan menghabiskan waktu lama mengurus visa dan mengisi Kartu Kedatangannya. Hehehe.
  6. Di Lantai 2, tunggu nomor antrian dipanggil. (Sementara menunggu, bisa sambil mengisi Kartu Kedatangan pun biar efisien!)
  7. Saat dipanggil, berikan nomor antrian, paspor, dan formulir permohonan visa yang sudah diselipkan di dalamnya. Tidak perlu menyelipkan uang ya, apalagi cinta.
  8. Selesai dari loket permohonan visa, nomor antrian akan dipanggil lagi di loket sebelahnya untuk bayar. Setelah bayar biaya visa on arrival (RMB160 per Juli 2015), tunggu lagi.
  9. Saya menunggu nggak sampai lima menit dan nomor antrian dipanggil lagi oleh loket terakhir untuk pengembalian paspor yang sudah tertera visa masuk Shenzhen yang berlaku selama lima hari. CAILAH!! Pipiwww.. Akhirnyaaa.. *untir-untir rambut*Eh, itu prosesnya sudah selesai?
    BELUM!!
    Itu baru proses mengurus visa on arrival Shenzhen saja. Hehehe.

  10. Masukkan nomor visa ke Kartu Kedatangan. Di Kartu Kedatangan itu diminta alamat selama di Shenzhen. Kalau belum pesan penginapan (saya kemarin belum pesan karena takut ditolak masuk Shenzhen lagi. Hahaha), masukkan saja nama hotel yang sekiranya akan diinapi. Maka sebelum sampai Shenzhen, coba lihat-lihat pilihan hotel secara daring dulu, jadi bisa punya bayangan nama hotel yang ditulis.
  11. Setelah visa tertempel dan Kartu Kedatangan sudah diisi, antri lagi untuk menuju loket pengecapan. Selesai dari sana dan paspor sudah dicap, AHA!!! Selamat datang di Daratan Cina!

Metro Shenzhen China

Proses mengurus visa on arrival Shenzhen dari Hong Kong ini sebenarnya tidak sulit kok. Kalau dijeberkan per poin saja terasa panjang ya, tapi aslinya, dari pengurusan keluar Hong Kong di Stasiun Lo Wu sampai akhirnya masuk Shenzhen di Luo Hu itu hanya menghabiskan waktu tiga puluh menit saja. Itu juga karena lupa bagi tugas sama Mama. Hihihi.

Saya menghabiskan dua hari di Shenzhen dan selama dua hari itu pula saya agak tertekan karena gagap bahasa yang saya alami. Wkwk. Cerita tentang ini akan saya bahas di post selanjutnya. Intinya, karena ke Shenzhen ini, saya jadi merasa Bahasa Mandarin (atau Kanton, atau Hokkien, atau Hakka) itu terdengar indah. Hahaha.

Senyum dulu ah.. 🙂

Related Posts

14 Responses
    1. Cukup Om!! Hahaha.. Tapi mungkin gpp sih berkali-kali kalau paham sedikit2 bahasanya. Aku kemarin beneran stuck banget di sana jd krg bs nikmatin seseruannya.

    1. Sebenarnya gak basi lho Cla. Menurut gw, dari hasil Googling, banyak yg bs dinikmatin di Shenzhen. Cuma kesan pertama gw udah pas visa ditolak. Kesan kedua nggak ada yg bs Bahasa Inggris di sana, dan kesan ketiga: super panas. Nah digabungin deh tiga2nya, gak bikin kesan bagus buat gw. Hehehe.

    1. Belum mbaaaak. Belum sampai. Ihiks. Kemarin dikasih no resinya nggak ya? Lady Dedicated Room dipake utk search kayak scanning gitu kalau nggak salah, Mbak. Oh sama yang pake burka, bisa buka burkanya di ruang itu utk scanning. Gt kayaknya.

  1. Mohamad Taufik

    Yang saya ingat pas ke Shenzen dari Hong Kong, loketnya ada tombol customer satisfaction kayaknya yg Adi alfamart/indomart, karena pelayanannya baik saya pasang muka senyum.

    1. Visa 5hari hanya untuk Shenzhen saja, Kak Gio. Tapi kita (ternyata) bisa apply visa 144hari keliling Guangdong Province pas di Hong Kong. Aku juga baru tahuuuuu. Hehehe.

Leave a Reply