Meriahnya Yee Sang, Makan Malam Jelang Imlek

Yee Sang

“We have a dinner tonight, you come, okay!”, Amanda, direktur saya, berkata.

Saya mengangguk karena kata Jo Lyn – kolega saya – haram hukumnya menolak makan gratis. Wkwkwk. Dan saya nggak menyesal segera mengangguk, makan malam malam itu memang spesial! Bukan cuma makan malam bersama di restoran yang menyajikan steak atau pasta, tapi makan malam spesial Imlek!! YEE SANG!!

Yee Sang (atau Yusheng atau Lo Hei) mengacu ke salad dengan 27 bahan di dalamnya yang kemudian akan diaduk (seperti bagaimana seharusnya bubur ayam dimakan EAAAA). Di dalam sebuah Yee Sang ada ikan mentah (biasanya salmon), lobak, wortel, paprika merah, turnip (apaan si bahasa Indonesianya turnip?), jahe merah, jeruk, daun jeruk, parsley dan lalala yeyeye lalala yeyeye plus bubuk 5 bumbu dan beberapa saus. Lalala yeyeye adalah karena saya nggak tahu bahan lainnya pokokmen makan ae. Hahaha.

Makanan Set Yee Sang

Di awal saat disajikan, semua bahan ini sudah diatur rapi di atas piring bundar berukuran besar. Lalu semua yang mau makan berdiri (atau duduk juga boleh, bebaskeun weh), mengajukan sumpit khusus yang berukuran lebih panjang dari sumpit biasanya, dan mulai mengaduk Yee Sang sambil mengucap doa I love you dan harapan untuk tahun yang baru di dalam hati. Lucunya, ini kan sambil ngaduk sambil teriak, “YAAAAAMM SEEEENGGG” gitu, nah saya terlalu semangat ikut keriaan ini (pertama kalinya gitu) hingga lupa ngucap harapan. THERE GOES SEMANGAT TAHUN BARU YANG SIA-SIA TANPA ADANYA HARAPAN DAN DOA YEKAN. Wkwk.

Yee Sang datang dengan 8 set makanan. Delapan set itu termasuk Yee Sang dan dua makanan pencuci mulut (pencuci mulut ini maksudnya desserts, bukan kobokan).

Dalam 8 set makanan itu ada seafood, bebek, bacon, ikan, tofu, jamur, abalone, ketan, dan banyak makanan lainnya yang nggak abis-abis. Dari makanan pertama hingga keempat, semua team masih semangat banget makannya. Rasa masih terasa, perut masih happy. Mulai makanan kelima, kami mengunyah dan bergerak pelaaaaan sekali. Rasa udah nggak jelas saking sudah gonta gantinya rasa di lidah. Wkwkwk. Kenyang banget!! Ingin meledak rasanya perutku.

Seperti hatiku saat berucap ‘I love you’.
Yha~

Yee Sang

Di antara makanan yang keluar, kami beberapa kali berdiri dan cheers – menyatukan gelas-gelas kami, menghitung 1, 2, 3 dan teriak lagi, “YAAAAAAMMMMM…….SEEEEEENGGG!!” dengan gejolak semangat membara yang terlihat dari wajah dramatis kami. Wkwkwk. Dan bayangkan, serestoran itu tu semua lagi merayakan makan malam Imlek, satu meja diisi 6 – 12 orang dan seruangan ya banyak banget mejanya seperti restoran Chinese food pada umumnya – jadi teriakan, “YAAAAAAAMMMM SEEEENGGGG”nya tu gentenan yugaes antara 1 meja ke meja lainnya. Rame banget!! Hihihi.

Kami menghabiskan 4 jam untuk makan malam malam itu, 8 set makanan, 1 Yee Sang, 2 makanan pencuci mulut, beberapa “YAAAAAM SEEEENGG”, bergelas-gelas bir, dan malam yang penuh sukacita menyambut tahun baru.

Semoga saya bisa merasakan Yee Sang lagi di tahun-tahun ke depan. Dan semoga di Yee Sang selanjutnya, saya nggak lupa merapal doa dan harapan. Wkwkwk.

Selamat Tahun Baru, Rencang-rencang!!
Semoga di tahun yang baru, kita semua terberkati dengan kebahagiaan, kekayaan yang cukup, rasa syukur, serta kesehatan jiwa dan raga.

Xian Nian Kuai Le, Wan Shi Ru Yi, Gong Xi Fa Cai!!

HONG BAO NA LAI!!!!!!!

Wkwkwkwk

Senyum dulu ah! 🙂

Related Posts

4 Responses
  1. Baca artikelnya mbak jadi terbawa suasana semangatnya imlek. Wuuu seneng bangett rasanya. Saya merasakan dua imlek di Taipei tapi cuma nonton dari kejauhan aja, para tetangga yg lagi kumpul sama keluarganya di balkon rooftop rumah mereka, dan kayak safe and sound gitu xixixi, ngga kayak gini meriah dan semangatnya. Eh ato apa karena menu makanan ato apanya yg beda ya..hihi

    1. Hihihi. Pasti ada Yee Sang juga mereka, di resto yang aku pergi itu ada banyak orang Taiwan juga. Tapi Yee Sang itu biasanya di resto dan dilakukan sebelum hari H Imlek. Pas Imlek, pada di rumah, tenang-tenang kumpul sama keluarga. Hehehe.

Leave a Reply